
Melinda pergi ke suatu tempat yang pernah dia datangi dengan Ronny di saat mereka berdua masih bersama. Melinda duduk sambil memandangi pemandangan yang begitu sangat indah dan pepohonan yang hijau.
"Aku dulu sering pergi ke sini dengan Ronny, dia sampai sekarang masih suami ku walaupun kita berdua yang harus berpisah seperti dan aku tidak tahu harus berakhir seperti apa dengan hubungan rumah tangga ku ini."
Melinda duduk dan dia merasa sangat lemas sekali dia yang masih saja memikirkan Putri Belinda, Melinda yang sampai saat ini merasa jika Ronny dan Rizal adalah pembunuh Putri Belinda.
"Aku ingin sekali semua nya yang bisa terungkap kembali, aku bisa mengetahui penyebab kematian Putri Belinda. Jika benar semuanya adalah rencana jahat dari mereka berdua aku akan memasukkan mereka berdua ke dalam penjara."
Air mata Melinda yang terus menerus mengalir deras sehingga dia pun memilih untuk pergi dari tempat tersebut, tapi ketika Melinda hendak pergi dia melihat Dokter Robby yang sudah sedang duduk berdiam diri.
"Robby, ada apa yaa dia di tempat ini. Kenapa dia sampai mengetahui tempat ini."
Melinda pun langsung menghampiri Robby dan Robby merasa sangat terkejut sekali ketika melihat ada Melinda di samping nya.
"Melinda, kamu bisa ada di sini."
__ADS_1
Melinda tersenyum tapi Robby melihat jika Melinda yang seperti sudah menagis.
"Kamu kenapa menagis Melinda, apakah kamu mengingat kembali Putri Belinda. Dan kehadiran Putri Belinda tidak membuat kamu melupakan Putri Belinda secara perlahan?."
Melinda menggelengkan kepalanya sambil menghapus air mata nya.
"Putri Belinda dia tidak akan pernah bisa tergantikan, Elisabeth sangat jauh berbeda dengan Putri Belinda dan selalu membuat ku emosional sekali."
Melinda sampai menghasilkan nafas panjang dia kelihatan sangat lelah dan lemah.
Robby seperti melihat Melinda yang merasa menyesal yang apa yang sudah dia ambil keputusan untuk mengadopsi anak.
"Aku yang lagi-lagi mengabaikan perkataan orang tua ku, mereka berdua yang tidak setuju dengan adopsi ini. Mereka yang lebih memilih untuk aku mempunyai anak dari rahim ku sendiri."
Robby yang dari awal dia yang begitu sangat mencintai Melinda bahkan dia yang di jodohkan oleh orang tua Melinda tapi sampai sekarang Melinda yang masih saja mengabaikan Robby.
__ADS_1
"Sekarang semuanya sudah terlambat apalagi kamu yang sudah mendaftar secara negara mengadopsi Elisabeth, sekarang kamu yang harus lebih sabar lagi dengan Elisabeth. Aku yakin nanti Elisabeth yang akan menjadi berubah seperti yang kamu inginkan."
Melinda pun memilih untuk pergi dari tempat tersebut, dia yang harus kembali ke kantor nya.
"Sudahlah mulai sekarang jika aku mampu aku tidak boleh merasa terbebani dengan kehadiran Elisabeth, aku yang harus bisa tetap sabar apapun yang terjadi."
Ketika Melinda hendak pergi, Robby memegang tangan Melinda.
"Apakah sudah tidak ada lagi perasaan yang sama seperti dulu, apakah kamu tetep saja menginginkan pernikahan bersama dengan Ronny walaupun dia sampai membuat mu despresi?."
Melinda melepaskan genggaman tangan Robby.
"Maafkan aku Robby, sekarang aku yang tidak sedang memikirkan tentang pernikahan kembali atau pun sebuah perpisahan antara aku dan Ronny. Aku sekarang ingin sendiri dalam menjalankan kehidupan ku."
Melinda pun langsung pergi dia masuk ke dalam mobil nya, dan membuat Robby merasa jika Melinda yang belum bisa membuka pintu hati nya untuk nya.
__ADS_1