Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *230*


__ADS_3

Seketika Suster Diana langsung berteriak ketika melihat pakaian yang berantakan di lantai dan juga di atas tempat tidur.


Melinda dan juga Regina yang baru saja pulang dari toko merasa langsung terkejut mendengar teriakkan Suster Diana yang sebelumnya Suster Diana tidak pernah sampai seperti itu.


Seketika saja Melinda langsung berlari menuju ke kamar Elisabeth dan Elisabeth langsung menundukkan kepalanya karena dia takut di marahi oleh Melinda.


"Apalagi ulah nya anak perempuan itu, lebih baik aku lihat langsung saja."


Regina masuk ke dalam kamar dan dia seketika langsung terkejut.


"Apa yang sudah kamu lakukan Elisabeth, Astaga pakaian di lemari semuanya kamu keluar untuk apa????."


Nada suara Regina terdengar sangat keras sekali dia merasa kesal dengan Elisabeth.


"Sudah Bu, lebih baik ibu kembali ke kamar saja. Biar aku saja yang bicara dengan Elisabeth yaa Buu."


Suster Diana pun lebih memilih untuk berada di samping Melinda dan Regina pun memilih pergi karena dia lebih mengindari hipertensi.


Wajah Melinda yang kelihatan sangat lelah pun dia masih bisa tersenyum manis kepada Elisabeth dan bahkan sabar menghadapi sikap Elisabeth yang semakin hari semakin luar biasa.


"Kenapa kamu melakukan ini semua,? kamu tahu nanti pakaian kamu bisa kotor dan kasihan yang membereskan nya karena baju kamu ini sangat banyak sekali."


Suster Diana pun langsung memanggil beberapa pegawai untuk merapihkan kembali pakaian tersebut termasuk dirinya juga.


Melinda mengajak Elisabeth masuk ke dalam kamar nya agar dia bisa menjelaskan semuanya kepada dirinya.


"Aku ingat tampak cantik sempurna besok jadi aku mencoba untuk memilih baju yang akan aku pakai besok bersama dengan Mommy."


Mata Elisabeth terlihat berkaca-kaca dia kelihatan sangat ketakutan sekali.


"Sayang, baju sudah di siapkan yaa jadi kita berdua sudah tidak usah sibuk untuk mencari baju yaa. Kamu tidak harus seperti ini yaa."


Elisabeth menganggukkan kepalanya sambil menangis.


"Kenapa kamu menagis,? kamu takut dengan Mommy? jika kamu takut dengan Mommy kamu harus bisa bersikap baik dengan Mommy yaa sayang."

__ADS_1


Melinda memeluk erat Elisabeth dan dia pun menyuruh Elisabeth untuk tidur bersama dengan dirinya karena pasti kamar nya yang sedang di bereskan.


Elisabeth pun membaringkan tubuhnya dia menarik selimut dan juga memeluk guling.


Melinda menghela nafas panjang sambil memegang kepalanya, dia merasa sangat pusing sekali ketika penjualan yang semakin menurun dia berhasil dengan pembuatan iklan akan berdampak positif pada penjualan nya.


"Kenapa kamu seperti kelihatan sangat lemah sekali Melinda, sekarang perusahaan mu di bawah Suami mu. Aku merasa gagal menjalankan bisnis Parfume ini tapi aku tetap harus berjuang karena untuk untuk masa depan Elisabeth."


Melinda melihat Elisabeth yang sudah tertidur pulas dia pun memilih untuk keluar dari kamar nya, Melinda berniat untuk membuat Coffe di dapur.


Pada saat Melinda keluar dari kamar nya dia melihat Suster Diana yang baru saja selesai membereskan kamar Elisabeth bersama dengan pegawai yang lain nya.


Melinda pun langsung mengambil Suster Diana dan pegawai nya.


"Aku meminta maaf kepada kalian semua, menggangu waktu istirahat kalian semua."


Para pegawai pun tersenyum pada Melinda dan mereka langsung pergi. Hanya Suster Diana yang berada di samping nya.


"Suster Diana kesabaran ku semakin hari semakin di uji dan aku juga bagaimana sekarang, aku harus seperti apa lagi untuk bisa selalu bersabar seperti ini."


"Ibu harus kuat yaa Buu, ini semua sudah menjadi pilihan ibu. Ibu sudah memilih Elisabeth sebagai anak ibu jadi saya sampaikan yakin sekali jika ibu bisa menjadi ibu yang baik untuk Elisabeth."


Melinda pun sampai menangis di depan Suster Diana.


"Ntah mengapa sekarang aku seperti selalu saja membandingkan sikap Putri Belinda dengan Elisabeth. Sebenarnya ini tidak boleh karena mereka berdua itu sangat berbeda sekali."


Tangisan Melinda semakin kencang sehingga membuat Regina pun keluar dari kamar nya.


"Seperti ada suara yang menagis tapi siapa yaa."


Regina pun berjalan dan dia melihat Melinda yang sedang menangis di temani dengan Suster Diana.


"Melinda, kamu memilih untuk mengadopsi anak yang kamu pikirkan adalah bisa hidup bahagia karena berpikir bisa menggantikan posisi Putri Belinda tapi kenyataannya jika terus seperti ini despresi mu akan kembali datang."


Regina semakin ingin mengetahui informasi tentang anak perempuan cantik yang bersamaan dengan Rizal dia pun menyusul Febrian untuk mencari informasi mulai besok.

__ADS_1


"Semoga saja Febrian bisa memberikan informasi kepada ku besok di saat Melinda dan Elisabeth sibuk. Jika sampai anak pertama itu adalah benar Putri duyung maka aku yang akan keluar dari rumah ini untuk bisa mengurus nya."


Regina pun memilih untuk kembali ke dalam kamar nya dan Melinda melangkahkan obrolan nya dengan Suster Diana.


"Semenjak Parfume di gantikan nama nya, pendapatan mulai menurun tapi tidak terlalu besar dan sekarang pendapatan semakin menurun drastis dan aku merasa gagal dan aku pun harus bertanggung jawab atas semua yang sudah aku langsung."


Suster Diana hanya bisa mendengarkannya ternyata nama Putri Belinda itu lebih membawa keberuntungan, Suster Diana pun baru mengetahui jika toko milik Ronny yang mendadak ramai setelah mengganti nama Parfume menjadi Putri Belinda Parfume.


"Yasudahlah Bu, semuanya sudah terjadi kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi kan. Semuanya sudah jalan nyaa yaa. Sekarang lebih baik kita berpikir positif saja semoga kedepannya menjadi lebih baik lagi".


Melinda pun berterima kasih kepada Suster Diana yang sudah mau menjadi teman curhat nya, Suster Diana pun kembali ke kamar nya sedangkan Melinda dia memilih untuk membuka Coffe sebelum dia tidur.


Melinda memandangi foto-foto kebersamaan bersama dengan Putri Belinda.


"Mama sangat merindukan mu Nak, sudah lama Mamat mimpi indah bersama dengan mu."


Melinda terus saja memandangi foto Putri Belinda dan dia pun berniat untuk pergi ke makam Putri Belinda bersama dengan Elisabeth.


"Seperti nya aku memang harus pergi bersama dengan Elisabeth, mungkin mereka berdua memiliki harus di perkenalkan supaya aku tidak pernah lagi berpikir untuk membandingkan Putri Belinda dan juga Elisabeth."


Melinda menghabiskan Coffe nya dia sudah merasa membaik, Melinda pun kembali masuk ke kamar nya dan dia tersenyum manis melihat Elisabeth yang begitu sangat nyenyak.


"Kamu harus menjadi anak yang baik yaa, jangan selalu membuat Mommy ini emosional. Mungkin sekarang Mommy yang masih bisa sabar tapi nanti kedepannya Mommy tidak pernah tahu apakah kesabaran ini masih tetap ada."


Melinda pun menarik selimut nya dia mematikan lampu kamar nya dan memeluk Elisabeth.


Melinda seperti mendengar suara yang memanggil nya.


"Mama...Mama."


Melinda seperti melihat anak pertama yang sedang berlari dia yang seperti sedang ingin memeluk seorang.


Melinda pun terus saja memandangi anak perempuan tersebut tapi ternyata anak perempuan tersebut tidak memeluk nya dia memilih lelaki yang ada di samping nya.


Dan setelah Melinda memperhatikan nya ternyata lelaki tersebut adalah Ronny dan anak perusahaan tersebut Putri Belinda.

__ADS_1


__ADS_2