Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (157)


__ADS_3

Melinda membuka pintu mobil nya dan dia kelihatan sangat gelisah sekali membuat Suster Diana merasa sangat hawatir.


"Pak, cepat jalankan mobil nya kita langsung ke rumah saja yaa."


Melinda langsung memberikan handphone baru tersebut untuk Elisa, dan Elisa begitu sangat bahagia sekali.


"Terimakasih banyak Mommy."


Melinda tidak menjawab perkataan dari Elisa, dia yang seperti sedang memikirkan jika Ronny akan merusak kebahagiaan nya.


Pikiran Melinda pun mulai negatif dia sampai tidak bisa mengendalikan emosi nya dan menangis histeris di dalam mobil seperti sedang ketakutan.


Elisa begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Melinda yang menagis tiba-tiba, dia sampai bergetar dan menutup mata nya.


"Pak, tolong di percepat yaa bawa mobil nya."


Suster Diana yang sudah tidak punya stok obat untuk Melinda, karena Dokter Robby merasa Melinda yang sudah membaik.

__ADS_1


"Apakah Bu Melinda bertemu dengan Pak Ronny, seperti nya dia mengatakan sesuatu kepada Bu Melinda."


Mereka pun akhirnya sampai di depan rumah mereka, Suster Diana meminta untuk supir membawa Elisa ke kamar nya. Sedangkan Suster Diana fokus pada Melinda.


Elisa pun langsung berlari sekuat tenaga nya dia masuk ke dalam kamar nya dan menutup rapat pintu kamar nya.


"Aku sangat takut sekali, bagaimana jika aku nanti di sakiti oleh Mommy Melinda."


Elisa memilih untuk mengurung diri di dalam kamar nya, dia tidak mau keluar jika Melinda sudah seperti semula.


Suster Diana pun dengan sangat terpaksa dia menghubungi Dokter Robby.


*Baiklah Suster Diana saya akan segera ke sana secepatnya*


"Bagaimana ini jika Melinda masih seperti ini, akan membuat Elisa merasa sangat ketakutan sekali. Baru beberapa hari Elisa menjadi anak asuh Melinda."


Dokter Robby pun langsung bersiap-siap menuju ke rumah Melinda, dia masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


"Seperti nya Ronny mengetahui jika Melinda yang sudah mengadopsi Elisa, mungkin ada rasa kesal dan marah di hati Ronny karena tidak ada persetujuan dari nya."


Di perjalanan Dokter Robby melihat Ronny, dia yang sedang bersama dengan tiga orang yang tidak di kenal nya.


"Untuk apa Ronny ada di sekitar rumah Melinda, apa yang akan dia perbuat dengan orang-orang itu yaa. Ini sangat mencurigakan sekali aku harus bisa melindungi Melinda."


Dokter Robby pun memilih untuk turun dari mobil nya dan dia menghampiri Ronny, Ronny yang tidak begitu kenal dengan Robby tapi Robby yang mengenal Ronny.


"Perkenalkan saya Robby, saya adalah Dokter Psikolog nya Melinda. Sekarang Melinda sedang mengalami ketakutan yang luar biasa sekali apakah sebelumnya kalian berdua sudah bertemu."


Dokter Robby yang begitu sangat berani sekali karena dia yang tidak mau jika Melinda tersiksa dengan batin nya.


"Yaa, kita sebelum bertemu tapi tidak ada perkataan yang menyakiti hati nya. Bukan kah dia seharusnya bahagia bersama dengan anak asuhnya."


Ronny pun memilih untuk pergi karena kehadiran Dokter Robby hanya membuat nya gagal untuk menjalankan rencana nya.


Dokter Robby hanya bisa terdiam saja dia yang semakin mencurigai Ronny.

__ADS_1


"Apakah ini masih terkait dengan persaingan bisnis mereka berdua."


Dokter Robby pun kembali masuk ke dalam mobil nya.


__ADS_2