
Melinda yang tidak mengetahui tentang rencana kejahatan suami nya, dia pun memilih untuk pergi ke kamar Belinda.
Melinda masuk ke dalam kamar tersebut dan memegang tangan mungil Belinda.
"Putri Belinda sayaaaaang, mulai sekarang Mama akan ada bersama dengan kamu yaa Nak. Mama tidak ada lagi berkerja yaa sayang, Mama akan memilih untuk bisa bersama dengan kamu setiap hari."
Belinda merasa sangat senang sekali ketika mendengar perkataan dari Mama nya.
"Mama akan bersama dengan ku sekarang,? Mama tidak akan meninggalkan aku berhari-hari lagi hanya untuk pekerjaan Mama lagi serius Mama serius tidak bohong?"
Melinda pun menganggukkan kepalanya berkali-kali dan Belinda pun langsung memeluk erat tubuh Mama nya.
"Terimakasih banyak Mama, aku sayang sekali Mama."
Di saat mereka sedang berbahagia ada kejahatan di balik itu semua yang ingin memisahkan mereka berdua.
Suster Diana merasa sangat terharu sekali mendengar nya, dia sampai meneteskan air mata nya.
"Akhirnya Belinda bisa merasakan kasih sayang yang sempurna dari orang tua nya."
Suster Diana memilih untuk keluar dari kamar tersebut dia ingin menyimpan makanan untuk Belinda karena waktu nya untuk meminum obat.
Belinda terus saja memeluk erat tubuh Mama nya.
__ADS_1
"Kamu harus semangat untuk sembuh yaa sayaaaaang, karena sekarang Mama yang selalu ada di samping kamu."
Belinda merasa sangat bahagia sekali ketika berada di pelukan Mama nya, dan Suster Diana pun datang dengan membawa makanan dan obat-obatan untuk Belinda.
Wajah Belinda berubah menjadi sedih ketika melihat obat yang semakin bertambah banyak.
"Kenapa sayaaaaang, kenapa sedih seperti itu sayaaaaang."
Melinda memandangi wajah Belinda yang sangat sedih.
"Sampai kapan aku harus selalu minum obat seperti ini, aku sudah bosen dengan obat-obatan itu Mama. Sekarang seperti nya obat nya yang bertambah banyak."
Suster Diana pun menghampiri Belinda dan menyimpan obat tersebut di meja sedangkan makanan dia berikan kepada Melinda.
Melinda menyuapi Belinda dengan penuh kasih sayang.
"Ayo sayang makan yang banyak yaa sayaaaaang."
Belinda mengikuti apa yang di katakan oleh Mama nya, dia makan dengan sangat lahap sekali sehingga membuat Melinda senang melihat nya.
Selesai makan yang banyak, Suster Diana pun membawakan obat-obatan untuk di minum obat Belinda.
"Ayo sayang di minum yaa vitamin dan obat nya, semoga ini obat dan vitamin yang terakhir bisa di konsumsi oleh Putri Belinda."
__ADS_1
Putri Belinda mengikuti apa yang di katakan oleh Mama nya, dia pun meminum semua obat yang di diresepkan oleh Dokter.
Setelah minum obat, Putri Belinda pun di baringkan di tempat tidur nya untuk beristirahat.
"Sekarang Putri Belinda tidur yaa sayaaaaang, setelah bangun nanti kita main bersama dengan Mama yaa sayang."
Melinda pun menemani Putri Belinda tidur dan Suster Diana menyingkirkan buku merah yang berada di sebelah Putri Belinda.
"Suster Diana, aku ingin tidur bersama dengan Suster Diana."
Melinda pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Putri Belinda.
"Mama lebih baik istrirahat saja yaa, aku ingin tidur bersama dengan Suster Diana. Aku tidak mau Mama sakit karena Mama yang semalam menjaga ku di rumah sakit."
Melinda pun mengikuti apa yang di katakan oleh Putri Belinda, dia pun pergi dari kamar tersebut dan membiarkan Putri Belinda bersama dengan Suster Diana.
"Terimakasih banyak sayang atas perhatian nya, Mama istrirahat dulu yaa."
Melinda tidak bisa membohongiku perasaan nya dia memang merasa sangat capek sekali.
Melinda pun berjalan menuju ke kamar nya, dia merasa badan nya yang sedikit pegal-pegal.
"Aku merasa sangat beruntung sekali mempunyai anak seperti kamu Putri Belinda, aku tidak peduli dengan ucapan para netizen di media sosial tentang kamu nak. Karena Mama tidak pernah maju memiliki mu."
__ADS_1
Melinda pun membaringkan tubuhnya di atas kasur yang empuk dan nyaman.