
Ferdian memperhatikan Melinda yang terus menerus menangis sampai akhirnya mereka pun sampai di Rumah Sakit Permata.
Elisa pun langsung bertemu dengan Dokter Specialis Anak Aliyaa, Elisa di tangani langsung.
"Bu, kenapa di sepanjang perjalanan menuju ke Rumah Sakit ibu menangis? dan ibu juga mengabaikan perkataan Elisa."
Melinda pun menghapus air mata nya, dia tidak menyadari hal tersebut.
"Ntahlah, aku tiba-tiba saja menangis ketika ada salah satu anak kecil perempuan dia terjatuh dia bernama Merry dan seketika aku mengingat Putri Belinda. Ketika Elisa mengatakan jika Merry itu memang tidak seperti anak-anak yang lain dia tidak lancar untuk berjalan."
Melinda pun semakin menagis di hadapan Febrian.
"Tapi tidak mungkin itu Merry itu adalah Putri Belinda, Putri Belinda yang sudah meninggal dunia."
Febrian mencoba untuk menenangkan perasaan Melinda.
"Sudah yaa Buu, di dunia ini pasti ada kesamaan dari wajah dan juga suara. Ibu yang terlalu merindukan Putri Belinda lebih baik nanti kita datang yaa ke makam Putri Belinda."
Melinda mulai merasakan kenyamanan berada di samping Febrian.
Setelah melakukan pemeriksaan Dokter Aliyaa pun keluar dari ruangan dan Melinda langsung menghampiri nya.
__ADS_1
"Bu Melinda, Elisa seperti nya harus di rawat yaa. Karena demam nya tinggi. Sekarang ibu bisa melihat Elisa kembali."
Melinda dan Febrian pun mereka berdua masuk ke dalam ruangan tersebut, mereka melihat Elisa yang sedang terbaring lemah tidak berdaya.
"Bagaimana Bu, Dokter tadi bilang jika Elisa harus di rawat beberapa hari. Sedangkan kita besok adalah hari yang sangat istimewa untuk memperkenalkan produk baru kita."
Melinda pun mulai merasa binggung, dia tidak mungkin tidak hadir karena ini adalah bisnis miliknya.
"Mungkin aku akan datang sampai acara tersebut selesai, setelah itu aku akan kembali ke Rumah Sakit. Aku akan menyuruh Suster Diana untuk menunggu menunggu Elisa karena nanti pun jika Elisa berhasil di adopsi dia akan lebih banyak waktu bersama dengan Suster Diana."
Mendengar suara Melinda membuat Elisa membuka mata nya dan dia pun tersenyum bahagia karena mendapatkan perhatian khusus dari Melinda.
Melinda pun mencium kening kening Elisa.
"Sama-sama sayaaaaang."
Mata Elisa melirik ke arah Febrian dia tersenyum manis kepada Febrian.
"Om ganteng ini suami mommy yaa."
Melinda begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Elisa.
__ADS_1
"Bukan sayaaaaang, ini adalah Om Ferdian dia adalah asisten pribadi Mommy di kantor. Dia sangat baik sekali selalu menjaga Mommy."
Ferdian pun langsung menghampiri Elisa.
"Hallo Elisa cantik, perkenalkan aku Om Ferdian."
Elisa merasa sangat senang sekali ketika dia yang sudah mulai dekat dengan orang-orang di sekitar Melinda.
"Elisa sayaang, besok pagi kamu di temani oleh Suster Diana yaa. Karena Mommy ada pekerjaan yang sangat penting sekali nanti setelah selesai Mommy akan kembali lagi bersama dengan kamu."
Elisa merasa tidak suka dengan Suster Diana, apalagi jika nanti dia di adopsi harus bersama dengan Suster Diana.
Tapi Elisa harus tetap bersikap baik di hadapan Melinda dia tidak boleh membuat Melinda kesal kepada nya.
"Baiklah Mommy aku akan bersama dengan Suster Diana besok."
Melinda melihat wajah Elisa yang seperti tidak senang ketika dia harus bersama dengan Suster Diana.
"Suster Diana itu baik loh sayaaaaang, dia sering membacakan cerita dongeng apa yang di lakukan oleh Suster Diana kepada Putri Belinda pasti dia juga akan memperlakukan sama kepada Elisabet juga."
Wajah Elisa hanya terdiam tanpa ada ekspresi sedikit pun.
__ADS_1