Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 42.


__ADS_3

Ronny benar-benar tidak peduli dengan kondisi Melinda dia memilih untuk membeli gedung selanjutnya tanpa sepengetahuan Melinda untuk Gedung ke 7 yang akan dia pakai untuk toko penjualan Parfume nya.


Ronny pun berencana untuk menganti nama Parfume tidak lagi memakai Putri Belinda Parfume.


Ronny memberanikan uang yang ada di tabungan untuk membeli gedung tersebut, dia seperti di hipnotis dan percaya 100% tanpa harus mengetahui bagaimana tempat yang akan dia jadikan toko ke 7 nya.


"Aku sekarang yang menguasainya keuangan, jika Melinda despresi maka aku semakin bisa menguasai 7 toko Belinda Parfume."


Senyuman manis Ronny dengan sejuta impian nya, dia ingin yang menguasai semua kerja keras yang dia lakukan dengan Melinda.


Dalam satu bulan toko tersebut akan beres dan Ronny hanya tinggal menerima beres saja.


"Maafkan aku Melinda, tapi merasa sudah tidak ada lagi perasaan kepada mu lagi. Apalagi jika sampai kamu yang mengalami despresi. Semakin malu aku mengakui nya."

__ADS_1


Ronny sudah beres bertanda tangan untuk uang dan perjanjian, Ronny di sarankan untuk melihat proses pembuatan bangunan tersebut mereka akan memberitahu Ronny ketika bangunan gedung tersebut sudah beres.


Dan ternyata gedung yang akan di pakai untuk bisnis Parfume nya itu adalah gedung tua yang terkenal angker.


Gedung tua berwarna merah yang pernah di lihat oleh Putri Belinda selama masih hidup, Gedung tersebut sering sekali banyak yang melihat sosok anak kecil yang sering berlarian di depan gedung tersebut.


Tapi itu di sebut seperti mitos karena banyak yang percaya ada juga yang tidak, pembangunan kembali gedung tersebut di minum besok dan Ronny hanya menerima hasil nya saja


Suster Diana pun mencoba untuk membuka pintu kamar Melinda, dia yang sudah menunggu sampai berjam-jam tapi pintu tersebut yang tidak juga terbuka.


Akhirnya pintu tersebut pun bisa terbuka dan membuat Suster Diana merasa bisa bernafas lega, dia pun begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Melinda yang sedang duduk sambil memeluk foto Putri Belinda dia tersenyum dalam tangisan.


"Aku tidak bisa lagi membiarkan Bu Melinda seperti ini, dia harus di bawa ke rumah sakit."

__ADS_1


Suster Diana pun mencoba untuk memegang tangan Melinda, dan Melinda pun merasa sangat terkejut sekali dengan sentuhan tangan tersebut.


"Di mana Putri Belinda,? apakah kamu yang membunuh Putri Belinda? hah kamu yang membunuh anak ku."


Melinda mendorong tubuh Suster Diana sampai dia terjatuh ke lantai, dan Suster Diana pun langsung di bantu oleh para pegawai yang ada di sana.


"Saya Suster Diana, saya yang mengurus Putri Belinda dari bayi tidak mungkin saya sampai membunuh Putri Belinda saya sangat sayang sekali kepada Putri Belinda."


Melinda pun seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan Suster Diana, dia pun mulai berlari ke luar dari kamar nya.


Suster Diana pun mengejar Melinda yang ternyata dia masuk ke dalam kamar Putri Belinda.


"Putri Belinda, Sayaaaaang Mama datang Nak. Ayo main dengan Mama sayaaaaang jangan selalu mengumpat seperti ini sayaaaaang."

__ADS_1


Melinda pun mencoba untuk mencari Putri Belinda di kamar nya, dia sampaikan mengacak-acak tempat tidur Putri Belinda.


Suster Diana hanya bisa menagis melihat kondisi Melinda sekarang.


__ADS_2