Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 59.


__ADS_3

Melihat kepergian Melinda tidak membuat Ronny menghentikan nya, dia membiarkan Melinda pergi begitu saja.


Suster Diana pun menghampiri Melinda ketika Melinda keluar dari gedung tersebut.


"Aku merasa jika Ronny yang sudah membunuh Putri Belinda, walaupun aku yang tidak mempunyai bukti nya."


Melinda berbicara di hadapan Suster Diana dan Suster Diana pun hanya bisa terdiam saja dia tidak mau berbicara sedikit kata pun karena tidak mau membuat hati Melinda kesal.


Melinda memakai payung hitam nya dan dia membalikkan badannya melihat ke arah gedung tersebut.


"Akan ku buat gedung ini bangkrut, dan kamu Ronny akan menyesal aku akan meninggalkan mu."


Melinda melanjutkan perjalanan menuju ke rumah nya, dia yang tiba-tiba saja merasa pusing karena terik matahari yang sangat panas sekali.


"Bu Melinda, tidak apa-apa kan ? baik-baik saja kan ?."


Melinda memegang kepalanya dia menahan rasa pusing nya.


"Aku baik-baik saja aku hanya merasa mual ketika tadi sudah bertemu dengan Ronny."

__ADS_1


Melinda pun langsung berlari masuk ke dalam rumah nya, dia berlari menuju ke kamar nya.


"Bagaimana ini yaa, Bu Melinda seperti nya terjadi sesuatu dengan nya."


Suster Diana mengetuk pintu kamar Melinda dan ternyata pintu tersebut di kunci.


Suster Diana merasa sangat hawatir sekali ketika mengetahui kamar yang terkunci.


"Aku tidak mengerti apakah Bu Melinda sudah normal atau belum, dia kelihatan sangat emosional sekali tadi."


Suster Diana pun hanya menunggu di depan pintu kamar dia berjaga-jaga jika sampai Melinda berteriak-teriak.


Melinda tersebut sinis dia pun langsung mengiris jarinya dengan pisau tajam.


Melinda meneteskan darah segar nya di depan wajah foto suaminya tersebut, dan menuliskan dengan tinta merah di belakang foto nya.


*Darah harus di bayar dengan darah, kamu akan mendapatkan rasa yang sama. Kamu hanya perlu waktunya saja*


Melinda membungkus nya dengan kertas kado berwarna merah menyala dia begitu sangat puas sekali ketika sudah melakukan apa yang ada pikiran nya.

__ADS_1


"Aku akan mengancam mu selalu Ronny, karena aku yakin kamu yang membuat nyawa anak ku menghilang. Kamu harus membayar nya Ronny dalam bayang-bayang kesalahan mu."


Melinda pun memasukkan kiriman tersebut ke dalam lemari nya, dia tidak mau sampai ada yang mengetahui nya.


Melinda pun melihat tetesan darah yang masuk keluar dari jari nya dia tersenyum puas bahkan sampai tertawa kencang sekali.


Suster Diana yang mendengar suara Melinda yang sedang tertawa dia langsung panik dan meminta Melinda untuk membuka pintu kamar nya.


"Buuuuu, buka buuuuu. Saya mohon buka pintu kamar nya. Saya sangat hawatir sekali Buu."


Melinda mengabaikan ucapan Suster Diana dan Suster Diana pun langsung pergi untuk mendobrak kembali pintu kamar tersebut.


"Pak, tolong saya. Bu Melinda mengunci pintu kamar nya. Tolong dobrak kembali pintu kamar nya karena saya sangat hawatir sekali terdengar suara Bu Melinda yang sedang tertawa terbahak-bahak di dalam kamar."


Mereka pun langsung berlari menuju ke kamar tersebut, Suster Diana berharap yang terbaik untuk Melinda.


"Semoga tidak terjadi apa-apa di dalam kamar, Bu Melinda tidak melakukan hal yang menyeramkan."


Mereka terus berusaha untuk mendobrak pintu tersebut, dan akhirnya pintu tersebut pun terbuka juga.

__ADS_1


__ADS_2