
Melinda terdiam di dalam kamar nya dia melamun sambil memikirkan Putri Belinda, Melinda yang berniat untuk melaporkan kasus tersebut karena dia merasa ada yang janggal dengan kematian Putri Belinda.
Melinda yang terus-menerus melamun sambil melihat foto kebersamaan nya bersama dengan Melinda.
Melinda pun tiba-tiba langsung terkejut ketika melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 08:00 pagi.
Melinda langsung berlari keluar dari kamar nya dan menuju ke kamar Putri Belinda.
Suster Diana yang melihat Melinda dia yang begitu sangat terkejut sekali dan lari menghampiri Melinda.
Suster Diana melihat Melinda yang memegang plastik obat-obatan milik Belinda.
"Di mana Putri Belinda, sudah saatnya dia minum obat jangan sampai telat Suster Diana."
Wajah Melinda yang kelihatan sangat panik sekali dia seperti mencari keberadaan Putri Belinda.
"Bu, Putri Belinda kan sudah tidak ada. Putri Belinda sudah tidak perlu minum obat lagi dia sudah bahagia di surga."
__ADS_1
Melinda pun menjatuhkan plastik obat-obatan tersebut dan Melinda menangis sambil berjalan menuju ke kamar nya.
"Ini tidak bisa di biarkan, jika Ibu Melinda seperti ini terus kejiwaan nya nya akan terganggu."
Suster Diana mencoba untuk menghubungi nomer handphone Ronny, karena dia yang tidak tahu harus bagaimana lagi semua demi kesehatan Melinda.
Ronny yang sedang berada di kantor dia melihat panggilan telephone masuk dari Suster Diana.
"Ada apa lagi dia menelephone ku,? apakah terjadi sesuatu dengan Melinda."
Ronny pun langsung menjawab panggilan telephone dari Suster Diana.
*Maafkan saya yang menggangu waktu bekerja nya, tadi Bu Melinda yang tiba-tiba saja berlari dari kamar nya dengan membawa plastik obat-obatan milik Putri Belinda. Ibu Melinda menganggap jika Putri Belinda itu masih ada*
Ronny pun langsung berpikir jika kejiwaan Melinda yang mulai terganggu karena kematian Putri Belinda.
Tapi dia juga berpikir jika Melinda seperti itu maka Melinda yang tidak akan melaporkan dirinya ke kantor polisi.
__ADS_1
*Suster Diana, sekarang kamu bertugas untuk menjaga Melinda. Setelah Putri Belinda tidak ada kamu perhatikan Melinda jangan sampai di berbuat yang aneh-aneh apalagi sampai melukai fisik nya sendiri*
*Baiklah Pak saya akan menjaga Bu Melinda*
*Yasudah jangan telephone saya lagi yaa, karena sekarang saya sibuk untuk membeli gedung ke 7 untuk toko parfume terbaru*
Ronny pun langsung mengakhiri panggilan telephone nya, dia fokus pada ambisi nya.
"Sungguh keterlaluan sekali yaa, dia saat kita yang masih suara duka. Dia yang sudah berpikiran untuk bisnis nya saja."
Suster Diana pun langsung menghampiri kamar Melinda, tapi ternyata kamar tersebut yang terkunci rapat membuat Suster Diana merasa sangat terkejut sekali.
"Buuuu, bukaaaa pintu nya buuuuuuu. Jangan di kunci seperti ini saya sangat hawatir sekali dengan kondisi ibu di dalam kamar."
Suster Diana mencoba untuk terus-menerus mengetuk pintu kamar Melinda tapi Melinda mengabaikan nya.
Melinda yang duduk di atas kasur nya dengan tatapan mata yang kosong dia memegang foto kebersamaan bersama dengan Putri Belinda.
__ADS_1
"Kamu pergi Nak, kamu kenapa pergi Nak. Mama datang untuk membawa kan obat untuk kamu sayaaaaang. Sekarang Mama ada selalu di rumah untuk bisa menghabiskan waktu bersama dengan kamu."
Melinda terus saja memanggil nama Putri Belinda dengan suara yang bergetar.