
...~Keesokan harinya~...
Drama pagi-pagi di mulai dengan teriakan Elisa dari kamar nya, Suster Diana yang sedang membuatkan sarapan untuk Melinda dia mengabaikan teriakan tersebut.
Sedangkan Regina dan suami nya dia begitu sangat tidak nyaman sekali ketika Elisa yang sudah membuat orang di rumah merasa tidak nyaman.
Melinda yang kebetulan ada di dalam kamar nya dia pun segera masuk ke dalam kamar Elisa dengan wajah yang sangat panik sekali.
"Elisa ada apa kenapa kamu sampai berteriak-teriak seperti ini, Mommy begitu sangat hawatir sekali sayaaaaang."
Elisa berharap yang datang adalah Suster Diana tapi ternyata adalah Melinda.
"Kenapa bukan Suster Diana yang membangunkan aku Mom, dia harus mengurus aku kan Mom."
Suster Diana mendengar jelas perkataan Elisa dan dia pun masuk ke dalam kamar Elisa.
__ADS_1
"Lalu kenapa sampai harus berteriak-teriak seperti itu,? apakah kamu berteriak memanggil nama ku ? kamu bukan anak yang sakit kamu berada di pantai asuhan seharusnya kamu bisa mandiri."
Melinda merasa setuju dengan perkataan Suster Diana jika Elisa yang seharusnya mandiri karena tinggal di panti asuhan.
"Tapi aku kan princess, aku ingin merasakan di perlakukan khusus. Untuk apa aku di adopsi jika semua nya ku lakukan seperti di pantai asuhan."
Suster Diana pun terpaksa harus mengikuti apa yang di inginkan oleh Elisa, dia pun langsung menarik tangan Elisa ke kamar mandi.
"Lebih baik aku bawa Elisa ke toko saja hari ini, aku merasa dia yang bisa akrab bersama dengan Suster Diana."
Selesai menyiapkan semuanya, Melinda pun keluar dari kamar dan berjalan menuju ke meja makan. Kedua orang tua Melinda sudah menunggu nya dan meminta penjelasan dari Melinda.
"Kenapa anak itu sampai berteriak-teriak seperti itu,? Itu sangat menggangu sekali. Ibu dan Ayah tidak menyukai jika sikap nya seperti itu."
Melinda pun tidak bisa menjelaskan nya, dia hanya bisa terdiam saja dan memulai sarapan pagi nya.
__ADS_1
Elisa sudah selesai di dandani oleh Suster Diana, dia terlihat sangat cantik sekali seperti boneka dan Suster Diana mendorong kan kursi agar Elisa bisa dengan mudah duduk di kursi tersebut.
"Aku ingin di suapi yaa Suster Diana, Suster Diana jangan marah yaa. Karena tugas Suster Diana itu kan mengurus aku yaa kan Mommy."
Melinda pun hanya bisa tersenyum tipis dan Suster Diana tidak bisa menolak permintaan dari Elisa.
"Apakah kamu di pantai asuhan pun di suapin seperti ini,? kamu sudah besar loh sudah mau sekolah juga. Lebih baik kamu belajar untuk makan sendiri karena Suster Diana itu pagi-pagi dia harus menyiapkan makanan untuk Mommy kamu yaa, kamu anak yang sehat yang tidak harus selalu tergantung pada Suster Diana."
Setelah merasa puas Regina pun memilih untuk menghentikan sarapan pagi nya dia pergi untuk ke kantor tanpa berpamitan dengan Melinda.
Elisa merasa tidak terima ketika dia yang harus di bicarakan seperti itu, dia akan berbicara dengan Melinda.
"Elisa selesai sarapan lebih baik kamu ikut bersama dengan Mommy ke toko yaa, karena mungkin besok kamu yang sudah mulai masuk sekolah."
Elisa merasa sangat senang sekali ketika dia yang bisa melihat toko milik Melinda.
__ADS_1