Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *238*


__ADS_3

Melinda di perjalanan menuju ke kantor nya, dia melewati toko parfume milik Ronny. Melinda seketika dia ingin masuk ke dalam toko tersebut tapi itu tidak mungkin terjadi Ronny bisa memperlakukan Melinda di depan banyak orang.


"Sudahlah Melinda, sekarang lebih baik kamu fokus saja pada bisnis mu tidak perlu memikirkan bisnis orang lain. Anggap saja dia orang lain karena dia yang sudah tidak lagi ada di hati mu."


Melinda seketika dia seperti ingin berpisah dengan suaminya tersebut, karena dia sudah tidak ingin lagi berurusan dengan Ronny.


"Aku akan membicarakan hal ini dengan Ronny, aku tidak mau lagi jika hubungan dengan Ronny. Agar semua merasa jelas jika aku yang tidak mempunyai hubungan dengan Ronny."


Melinda merasa sudah ingin mengakhirinya rumah tangga nya dengan Ronny dan akhirnya Melinda pun sampai di toko nya. Toko yang sangat sepi sekali dengan pengunjung.


"Semoga nanti setelah iklan sudah di siarkan di televisi mereka jadi ingin membeli lagi ke toko ini."


Melinda turun dari mobil dan dia pun masuk ke dalam toko nya, Melinda masuk ke dalam ruangan tapi dia melihat Asisten pribadi nya yang sedang melamun.


"Apa yang terjadi dengan Febrian, kenapa dia sampai melamun seperti itu yaa. Astaga apakah dia sedang memikirkan tentang toko ini."


Melinda pun memilih menghampiri Febrian dia benar-benar merasa sangat kasihan sekali melihat Febrian, dan Febrian pun terkejut ketika melihat Melinda masuk ke dalam ruangan nya.


"Ibu Melinda, silahkan duduk Bu."


Melinda pun duduk saling berhadapan dengan Febrian.


"Kamu kenapa Febrian,? aku melihat kamu yang seperti sedang melamun. Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang?."


Febrian tidak mungkin mengatakan jika dirinya yang sedang memikirkan Putri Belinda yang masih hidup karena dia dilarang oleh Ibu Regina.


"Apakah kamu yang sedang memikirkan tentang toko Parfume ini,? kamu tidak usah hawatir yaa Febrian. Aku juga tidak akan pernah diam untuk toko ini yaa, aku juga pasti aku terus berusaha untuk bisa mensukseskan toko ini."

__ADS_1


Febrian pun merasa tenang karena Melinda yang mempunyai pikiran seperti itu kepada dirinya.


"Iya Bu, saya juga berharap setelah ibu yang sudah melakukan iklan dan pemotretan bisa berdampak positif pada toko kita ini."


Melinda pun tersenyum dan dia merasa jika dia ingin mencurahkan isi hati kepada Febrian karena dia sudah tidak ada lagi yang bisa mendengarkan perkataan nya selain Febrian.


"Febrian aku berniat untuk menyelesaikan rumah tangga ku bersama dengan Ronny, aku ingin bercerai dengan nya. Aku sudah tidak mau lagi punya hubungan dengan Ronny karena sekarang hubungan ku dengan Ronny memang sudah tidak baik lagi."


Melinda menghela nafas panjang dan dia juga mulai menceritakan lagi apa yang sekarang ada di pikiran nya.


"Aku juga melihat Ibu ku yang semakin hari tidak ada rasa peduli dan sayang dengan Elisabeth, Ibu ku selalu saja berpikiran negatif terhadap Elisabeth padahal seharusnya Ibu bisa menerima kehadiran Elisabeth apalagi Ibu yang belum pernah melihat Putri Belinda."


Febrian merasa tidak tega melihat Melinda yang sampai meneteskan air mata, andai dia mengetahui jika Putri Belinda yang masih hidup dan itu yang membuat Regina tidak menyukai Elisabeth.


"Aku pun berniat untuk membeli rumah, aku tidak mau tinggal bersama dengan Ayah dan Ibu karena keduanya yang sama-sama membenci Elisabeth."


"Febrian maafkan aku yaa, aku yang bercerita masalah pribadi terhadap kamu yaa. Karena aku tidak tahu harus bicarakan dengan siapa lagi Suster Diana pun dia tidak suka dengan Elisabeth."


Febrian mencoba untuk menenangkan perasaan Febrian.


"Ibu Melinda harus kuat dan sabar yaa, kalau menurut saya jika Ibu Melinda mau mengakhiri hubungan rumah tangga Ibu Melinda lebih baik di bicarakan secara baik-baik saja. Jangan sampai ada rasa emosi apalagi Ibu Melinda sampai menyesal berpisah dengan Pak Ronny."


Febrian sebenarnya dia tidak mau jika Melinda berpisah dengan Ronny karena jika mereka berdua bisa bersama kembali mereka bisa sama-sama membesar Putri Belinda.


Febrian merasa tidak tega jika Putri Belinda harus kehilanganmu rasa kasih sayang dari Ibu nya.


"Menyesal untuk apa,? bahkan aku merasa jika kematian Putri Belinda itu karena Ronny dan Rizal. Mereka berdua yang membuat Putri Belinda meninggal dunia hanya aku yang tidak mempunyai bukti nya."

__ADS_1


Melinda yang masih merasa yakin jika meninggal nya Putri Belinda itu karena perbuatan Rizal dan Ronny.


"Kenapa Ibu Melinda sampai mempunyai pikiran seperti itu,? kenapa Ibu Melinda bilang jika ke dua lelaki tersebut yang membuat Putri Belinda meninggal dunia."


Febrian merasa sangat penasaran sekali dan juga ingin tahu apa alasan Melinda bisa mengatakan hal tersebut karena tidak mungkin seorang ayah ingin membunuh anak kandung nya sendiri.


"Karena Ronny sebelumnya dia merasa sangat keberatan ketika Putri Belinda yang harus selalu pergi ke Rumah Sakit karena biaya yang sangat tinggi dan Ronny merasa jika penghasilan tiap bulan habis untuk Putri Belinda. Padahal semuanya memang untuk Putri Belinda."


Febrian pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Melinda, tapi kenyataannya sekarang Ronny yang bisa bersama dengan Putri Belinda. Lelaki yang di benci oleh ibu nya adalah lelaki yang tidak pernah lupa dengan Putri Belinda bahkan dia yang membuat Putri Belinda masih hidup di dunia ini.


"Yasudah Bu Melinda, sekarang jika keinginan Bu Melinda ingin berpisah silahkan Bu Melinda lakukan saja keinginan tersebut tapi kalau menurut saya lebih baik Bu Melinda berpikir kembali untuk melakukan semuanya."


Melinda merasa sangat nyaman sekali pikirannya menjadi lebih tenang ketika dia yang sudah menceritakan semuanya kepada Febrian.


"Terimakasih banyak yaa Febrian, kamu sangat baik sekali. Aku tidak tahu harus berkata apa kepada mu selain terimakasih."


Melinda pun langsung memeluk erat tubuh Febrian dan membuat Febrian merasa sangat gugup sekali ketika Melinda melakukan hal tersebut.


Febrian tidak mau sampai mempunyai perasaan yang berlebih-lebihan kepada Melinda karena dia yang hanya ingin sebagai asisten pribadi nya saja.


Melinda melepaskan pelukan erat nya dan dia menatap wajah tampan Asisten pribadi nya tersebut.


"Aku ingin sekali bisa dinner bersama dengan mu,? bagaimana apakah kamu setuju keinginan ku."


Febrian benar-benar merasa sangat gugup sekali ketika Melinda yang menatap wajah nya dengan jarak yang sangat dekat sekali.


Febrian hanya bisa mengangguk kepalanya di hadapan Melinda dan membuat Melinda tersenyum manis kepada Febrian hingga akhirnya Melinda pun pergi meninggalkan Febrian di ruangan nya.

__ADS_1


__ADS_2