
Melinda dan Elisabeth akhirnya sampai di rumah dan Regina merasa sangat lega sekali karena mereka pulang dengan selamat.
"Ntah mengapa Ibu sangat menghawatirkan mu, istrirahat saja dulu yaa biarkan ibu yang membereskan barang-barang yang akan kamu bawa."
Regina sama sekali dia tidak menyapa Elisabeth dan Elisabeth pun langsung mencari Suster Diana.
"Mom aku mau mencari Suster Diana yaa ke dapur dia pasti sedang menyiapkan makanan untuk aku."
Elisabeth pun langsung berjalan menuju ke dapur sedangkan Melinda dia ingin beristirahat sebentar saja dia ingin lebih segar dalam perjalanan yang cukup jauh.
Elisabeth melihat Suster Diana yang sedang membuat cemilan untuk Elisabeth dan Elisabeth tiba-tiba saja memeluk Suster Diana dari belakang.
Tidak seperti biasa Elisabeth melakukan hal tersebut, Suster Diana pun langsung membalikkan badannya dan memandangi wajah Elisabeth.
"Kamu kenapa,? apakah kamu sedang sakit?."
Suster Diana memegang kening Elisabeth yang normal tidak demam.
"Apakah tadi Suster Diana pergi untuk bertemu dengan Putri Belinda,? bersama dengan Omah."
Pertanyaan Elisabeth membuat Suster Diana merasa bingung untuk menjawab nya, karena jika dia menjawab jujur maka Elisabeth pasti akan marah dengan nya
"Kenapa Suster Diana diam,? itu benarkan ?."
Suster Diana memandangi wajah Elisabeth yang terlihat sangat sedih sekali.
"Apakah Suster Diana akan meninggalkan aku dan memilih untuk bersama dengan Putri Belinda."
Mata Elisabeth terlihat berkaca-kaca dan membuat Suster Diana merasa tidak tega melihat nya.
"Kamu jangan mempunyai pikiran seperti itu yaa, sekarang kamu sudah hidup bahagia di sini kamu yang sudah memiliki Mommy Melinda jadi jangan pernah ada rasa ketakutan yang lain karena kamu yang sudah masuk ke rumah ini itu tandanya kehidupan ku akan selalu bahagia dan terjamin."
Suster Diana pun kembali fokus membuat cemilan untuk Elisabeth, Elisabeth pun memilih untuk menunggu di dapur saja.
Regina masuk ke dalam kamar Melinda dan dia melihat Melinda yang sangat kelelahan sekali.
Regina pun diam-diam dia memasukkan baju-baju dan perlengkapan Melinda ke dalam koper nya.
"Bahagia selalu anak ku, maafkan Ibu yang harus berbohong kepada kamu. Menyembunyikan hal yang sebenarnya terjadi jika anak perempuan itu masih hidup di dunia ini."
__ADS_1
Regina merasa sangat kasihan sekali melihat kondisi Melinda yang harus mencintai anak orang lain bukan padahal anak nya masih hidup.
Melinda pun terbangun dari tidurnya dia melihat Ibu nya yang sedang menyiapkan barang-barang untuk nya.
"Astaga Bu, biarkan aku saja yang menyiapkan nya."
Melinda langsung terbangun dari tidurnya dia membantu ibu nya.
"Apa yang akan kamu lakukan setelah pulang dari Bali nanti,? apakah kamu akan menyelesaikan permasalah rumah tangga mu dengan Ronny."
Melinda pun seketika dia langsung terdiam ketika Ibu nya menayakan hal tersebut karena memang mereka berdua yang tidak mungkin bisa bersama kembali karena Ronny yang mengetahui dirinya yang sedang mempunyai hubungan spesial dengan Febrian.
"Aku akan menyiapkan berkas-berkas perceraian karena sudah tidak mungkin aku bersama dengan Ronny, apalagi Putri Belinda yang sudah tidak ada dan sekarang aku yang memiliki Elisabeth. Dia tidak mungkin mau menerima kehadiran Elisabeth."
Setelah selesai menyiapkan barang-barang semuanya, Melinda pun langsung bersiap-siap untuk mandi.
"Bu, aku mandi dulu yaa. Setelah itu aku akan langsung pergi ke bandara karena Febrian yang sudah menunggu aku di sana."
Regina pun keluar dari kamar Melinda dia menunggu Melinda di ruang tamu.
Regina melihat Suster Diana dan Elisabeth yang sedang membuat cemilan.
"Aku melihat Suster Diana dia yang bisa menerima kehadiran Elisabeth dengan sangat baik sekali, aku merasa mereka berdua sudah tidak bisa di pisahkan."
"Aku akan membelikan Apartemen untuk Putri Belinda tinggal bersama dengan Ronny, tapi tidak mungkin juga aku memberikan Suster untuk Putri Belinda karena setatus Ronny yang menyendiri seperti itu."
Melinda pun keluar dari kamar nya dengan membawa koper untuk pergi, Elisabeth langsung berlari menghampiri Melinda yang akan pergi meninggalkan nya.
Elisabeth memeluk erat Mommy Melinda.
"Mommy hati-hati yaa, aku pasti akan selalu merindukanmu Mommy."
Elisabeth menangis dia yang seperti tidak mau Mommy Melinda pergi.
"Jangan menangis sayaaaaang, Mom tidak akan lama. Mommy akan kembali yaa, baik-baik bersama dengan Omah Regina dan Suster Diana yaa sayang."
Mommy Melinda mencium kening Elisabeth, dan Suster Diana pun langsung menghampiri mereka berdua.
Suster Diana memegang erat tangan Putri Belinda, untuk mempersilahkan Melinda pergi.
__ADS_1
Melinda pun langsung menghampiri Ibu nya untuk berpamitan.
"Hati-hati yaa sayang, semoga Febrian bisa menjaga mu yaa sayang."
Melinda pun tersenyum manis kepada ibu nya dia merasa berat meninggalkan Elisabeth tapi apa yang di lakukan Melinda demi untuk masa depan Elisabeth.
Melinda masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan nya kepada keluarga nya.
Elisabeth pun langsung memeluk Suster Diana dia menagis dalam pelukan Suster Diana.
"Sudah jangan menagis yaa, cuma tiga hari saja. Lebih baik kita doakan supaya Mommy kembali dengan selamat yaa."
Suster Diana pun kembali mengajak Elisabeth ke dapur, melihat Melinda yang sudah pergi ini saatnya Regina pun video call bersama dengan Putri Belinda.
"Ronny sudah memberikan nomor handphone Putri Belinda, handphonenya yang sudah bisa di pakai.
Elisabeth mendengar perkataan Omah Regina yang membelikan handphone kepada Putri Belinda.
Elisabeth pun langsung berpikir jika handphone Putri Belinda itu pasti sangat mahal sekali di atas harga handphone nya.
"Kalau Mommy pulang nanti aku ingin meminta handphone yang baru yang lebih mahal dari handphone ini."
Elisabeth mulai merasa kesal dia pun langsung berlari menuju ke kamar nya.
"Kenapa anak itu selalu saja seperti ini yaa, merasa sirik dengan apa yang di dapatkan oleh Putri Belinda. Dia masih saja tidak memahami posisi nya di dalam rumah ini."
Karena merasa kesal dengan sikap Elisabeth yang tidak berubah, Suster Diana pun langsung menghampiri Elisabeth ke dalam kamar nya.
Regina pun merasa kaget ketika melihat Suster Diana yang sampai berlari-lari.
"Kenapa lagi dengan anak itu baru saja Melinda pergi dia sudah membuat permasalahan."
Regina tidak jadi video call dengan Putri Belinda dia memilih masuk ke dalam kamar nya saja.
Suster Diana membuka pintu kamar dia melihat Elisabeth yang sedang menangis karena Putri Belinda yang di belikan handphone oleh Omah Regina.
"Kenapa kamu harus menagis seperti ini,? Putri Belinda itu adalah cucu dari Omah Regina. Pantas saja jika dia berikan fasilitas yang mewah bahkan rumah ini saja mungkin akan menjadi milik Putri Belinda."
Suster Diana ingin membuat Elisabeth sadar dengan dirinya.
__ADS_1
"Kamu jangan banyak meminta dengan Mommy Melinda, kasihan dia. Dia berjuang sendiri hanya untuk kamu Elisabeth."
Di berikan penjelasan dari Suster Diana tidak membuat Elisabeth berubah dia malah semakin benci dengan Putri Belinda.