
Ketika Suster Diana masuk ke dalam kamar Melinda, dia melihat Melinda yang sedang duduk di atas tempat tidur nya.
Suster Diana pun duduk di samping Melinda.
"Aku mendengar suara Ronny di televisi, dia ingin mengganti nama Parfume yang sudah aku perjuangkan. Aku tidak akan pernah membiarkan Ronny untuk menganti nama Parfume tersebut."
Melinda berdiri terlihat jelas sekali dia begitu sangat membenci suami nya tersebut.
"Ronny yang membunuh Putri Belinda, jika Putri Belinda tidak pergi bersama dengan Ronny maka dia akan selamat dan masih bersama dengan kita di rumah ini."
Suster Diana merasa jika Melinda yang mulai membaik dia begitu sangat bahagia sekali mendengar nya.
"Bu Melinda, besok kita akan pergi ke makam Putri Belinda. Apakah Ibu Melinda datang juga nanti pagi setelah itu kita baru datang untuk mendengarkan alasan Pak Ronny kenapa dia sampai menganti nama Parfume tersebut."
Melinda hanya terdiam sambil menganggukkan kepalanya dan melihat Melinda yang sudah membaik Suster Diana memilih untuk pergi dari kamar Melinda.
*** Keesokan harinya ***
Melinda yang sudah siap dia masih dengan pandangan mata yang kosong dia menunggu Suster Diana untuk pergi makam Putri Belinda.
"Ibu Melinda sudah siap, ayo kita segera pergi Buu."
Melinda dan Suster Diana pun pergi dan masuk ke dalam mobil nya. Suster Diana tidak melihat rasa khawatirnya kepada Melinda karena dia merasa jika Melinda yang sudah seperti dulu lagi.
__ADS_1
Mereka berdua melihat bangunan gedung yang dulu pernah di tunjukkan oleh Putri Belinda, bangunan gedung tua yang berwarna merah tersebut membuat Melinda terus saja memandangi bangunan gedung tersebut.
"Seperti nya gedung tersebut akan di pakai untuk bisnis, siapa yang membeli gedung tua tersebut. Berani sekali membeli gedung tua hanya untuk bisnis."
Melinda menyuruh supir untuk melanjutkan perjalanan nya, Suster Diana merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
Melinda yang sudah seperti dulu lagi dia tidak despresi kembali, akhirnya mereka berdua pun sampai dan Suster Diana memilih untuk membeli bunga mawar merah untuk Putri Belinda.
Melinda menuggu Suster Diana dan mereka pun berjalan menuju ke makam Putri Belinda, Melinda dan Suster Diana merasa sangat terkejut sekali ketika melihat sudah ada bunga-bunga di makam Putri Belinda.
"Siapa yang datang sebelum nya ke sini,? tidak mungkin Ronny yang datang ke sini."
Suster Diana pun merasa sangat binggung sekali dia pun tetap menaburkan bunga mawar merah sambil berdoa untuk Putri Belinda.
"Terimakasih sudah selalu datang ke mimpi Mama yaa sayang, dan membuat Mama sekarang menjadi lebih baik. Mama sayaaaaang kamu Putri Belinda dan Mama berjanji akan mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi dengan kasus kecelakaan mu ini."
Suster Diana dan Melinda tidak bisa berlama-lama mereka akhirnya bisa melepaskan rindu kepada Putri Belinda walaupun hanya sebentar saja.
"Mama dan Suster Diana pulang dulu yaa sayaaaaang."
Suster Diana pun tersenyum manis sambil menahan rasa sedih nya karena jika dia menangis di hadapan Melinda, Suster Diana takut Melinda yang kembali bersedih hati nya.
"Bye sayaaaaang."
__ADS_1
Mereka berdua pun berjalan menuju ke mobil tapi Melinda merasa sangat penasaran sekali siapa yang sebelumnya datang ke makam Putri Belinda.
Melinda menghampiri seorang lelaki tua yang bertugas untuk membersihkan pemakaman umum tersebut.
"Maaf Pak, saya boleh ingin bertanya sesuatu."
Lelaki tua tersebut memperhatikan wajah Melinda dan dia seperti mengenal wajah Melinda.
Lelaki tua itu pun menganggukkan kepalanya saja.
"Siapa yang sebelumnya datang ke makam anak saya yang berada di sana,? saya melihat sudah ada mawar putih di sana. Karena saya merasa selain saya tidak akan ada yang datang ke makam itu walaupun itu orang tua saya dia pasti akan memberitahu saya sebelumnya."
Lelaki tua itu terlihat seperti kebingungan sekali dan Suster Diana memperhatikan Lelaki tua tersebut.
"Bapak Ronny Bu yang datang ke sini sebelum ibu datang."
Suster Diana dan Melinda pun merasa sangat terkejut sekali dengan perkataan Lelaki tua tersebut.
"Maafkan saya yaa Pak, tapi saya tidak percaya dengan perkataan Bapak. Karena sebelumnya saya melihat Bapak Ronny yang sedang melakukan siaran langsung di televisi tidak mungkin kan secepatnya itu dan saya melihat bunga mawar putih nya pun masih sangat segar sekali belum layu karena sinar matahari."
Melinda pun mendengar perkataan Suster Diana sambil memandangi wajah Lelaki tua tersebut.
"Maaf Buu saya harus bersih-bersih kembali, saya tidak bisa berlama-lama mengobrol di sini."
__ADS_1
Lelaki tua tersebut pun langsung memilih untuk pergi.