
Melinda baru terbangun dari tidurnya dia melihat Elisa yang sudah ada di samping nya, Melinda pun bergegas untuk membersihkan tubuh nya karena dia harus pergi ke kantor.
"Aku merasa sudah membaik hari ini dan aku akan memulai nya, aku tidak akan lagi terpengaruh oleh Ronny. Aku harus kuat karena ada Elisabeth yang harus aku perjuangkan."
Melinda pun mulai bersiap-siap dia pun bercermin dan melihat penampilan nya di cermin.
Melinda benar-benar ingin sekali bisa mengubah kehidupan nya.
"Aku yang sudah memilih Elisa dia yang akan menjadi penerus perusahaan ku, aku harus bisa memandang sebagai Elisa yang keras kepala dan mempunyai keinginan yang besar dalam menginginkan sesuatu. Aku harus bisa mendidik Elisa menjadi anak yang kuat dan cerdas."
Melinda membuang obat-obatan yang di berikan oleh Dokter Robby, dia melakukan nya karena dia yang ingin bangkit dari despresi nya. Melinda harus menerima kenyataan kehilangan Putri Belinda dan kehadiran Elisabeth untuk nya.
__ADS_1
Melinda keluar dari kamar nya dia pun berjalan menuju ke mobil mewah nya, Melinda berniat untuk pergi ke makam Putri Belinda.
"Mama sangat merindukan mu Nak, Maafkan Mama yang harus bisa meluapkan rasa kasih sayang Mama kepada Elisabeth. Kamu tetap anak Mama dan Elisabeth tidak pernah menjadi pengganti mu sayaaaaang dia hadir untuk bisa membuat Mama tetap bertahan hidup dalam kenyataan yang sangat pahit ini."
Melinda menyalakan mesin mobil nya, dia menuju ke tempat pemakaman umum. Melinda pun membawakan boneka kecil untuk dia simpan di dekat batu nisan.
Di perjalanan bayangan Putri Belinda terus saja menghantui Melinda, hati Melinda yang selalu mengatakan jika Putri Belinda yang masih hidup.
Melinda tersenyum manis ketika dia sampai di makam Putri Belinda, dia menyimpan bucket bunga dan boneka kecil.
"Hallo sayaaaaang, sudah hampir dua bulan kamu meninggalkan Mama. Mama despresi karena kehilangan mu sayaaaaang, tapi mulai sekarang ijinkan Mama untuk membuka hati Mama untuk Elisabeth. Mama ingin merawat nya seperti anak Mama sendiri, Mama tidak ada berniat untuk tidak lagi menganggap mu sebagai anak Mama. Mama tetep sayang kamu Putri Belinda dan semoga kita berdua bisa bertemu di surga nanti."
Melinda membelai batu nisan dia pun mencium nya sambil mendoakan yang terbaik untuk Putri Belinda.
__ADS_1
"Mama pergi yaa sayang, Semoga kamu selalu bahagia yaa sayang karena sekarang kamu tidak akan merasakan sakit seperti dulu dan kamu bisa berlari-lari seperti keinginan dulu."
Melinda dengan berat hati dia pun langsung meninggalkan tempat pemakaman umum tersebut, dan tanpa sepengetahuan Melinda ada seseorang yang memperhatikan Melinda.
Orang suruhan Ronny dia yang selalu mengikuti kemana pun Melinda pergi demi untuk mendapatkan informasi yang bisa dia sampaikan kepada Ronny.
*Bu Melinda dia sudah pergi dari makam Putri Belinda, dia seperti nya sudah merelakan Putri Belinda dan akan fokus pada anak adopsi nya*
Membaca pesan tersebut Ronny pun langsung tersenyum dan Rizal memperhatikan Ronny.
"Baguslah jika Melinda yang lebih fokus pada anak adopsi nya, dan jika sampai aku bisa menemukan kembali Putri Belinda aku akan membuat Putri Belinda benci terhadap Melinda dan itu penderita terberat untuk Melinda."
Ronny semakin bersemangat untuk bisa menemukan Putri Belinda.
__ADS_1