
Keesokan harinya Elisa begitu sangat tidak sabar ingin secepatnya mengetahui apa yang akan di berikan oleh Melinda, dia bahkan sudah mandi dan memilih pakaian sendiri karena tahu tidak akan masuk sekolah.
Suster Diana membuka pintu kamar Elisa dia sudah melihat Elisa yang sangat cantik sekali.
"Elisa kamu tidak memakai baju seragam sekolah,? kenapa kamu memakai baju seperti ini ? memangnya kamu mau pergi ke mana?."
Suster Diana berpura-pura tidak tahu di hadapan Elisa dia yang tidak ingin ikut campur permasalahan ini.
"Karena sekarang Mommy akan mengajak aku untuk pergi ke toko nya dan Mommy juga akan memberikan aku sesuatu."
Suster Diana hanya tersenyum tipis dia pun langsung membawa Elisa ke luar kamar dan ternyata mereka semua nya sudah siap.
"Suster Diana dan Elisa ayo sayang kita berangkat sekarang yaa jangan sampai telat."
Teriak Melinda dan membuat Elisa langsung berlari kencang menghampiri nya.
"Ayo Mommy aku sudah tidak sabar sekali sebenarnya apa yang akan Mommy berikan untuk aku."
__ADS_1
Regina dan Arief memilih untuk berjalan ke luar mereka yang tidak mau melihat Elisa, Melinda pun langsung menarik tangan Elisa untuk segera masuk ke dalam mobil nya.
Suasana yang sangat ramai sekali membuat seseorang suruhan Ronny langsung mengirimkan pesan kepada Ronny.
*Pak Ronny, di depan toko istri bapak sangat ramai sekali seperti nya hari akan ada sesuatu acara*
Membaca pesan dari tersebut Ronny merasa yakin jika hari ini Melinda akan mengumumkan pergantian nama Parfume nya.
"Rizal bersiaplah sekarang kita pergi ke toko Parfume milik Melinda seperti nya sekarang adalah waktunya kita menjatuhkan Melinda di depan banyak wartawan."
Rizal begitu sangat bersemangat sekali dia pun langsung pergi bersama dengan Ronny.
Ronny mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali sehingga di saat Ronny sampai dia belum melihat kedatangan Melinda.
Ronny dan Rizal pun memakai masker kaca mata hitam hingga topi dia tidak mau sampai orang tahu kehadiran mereka.
Seketika hati Ronny merasa sangat sesak ketika dia melihat wajah anak perempuan lain yang di pakaikan baju putih serta mahkota di kepala nya.
__ADS_1
"Elisabeth Parfume, sakit hati aku membaca nya."
Rizal mencoba untuk menenangkan Ronny karena acara yang belum di mulai.
"Jangan sampai terbawa emosi, ini acara nya belum di mulai."
Ronny pun mengatur nafas nya dan akhirnya yang di tunggu-tunggu pun datang, Melinda bersama dengan keluarga dan Elisabeth.
Ketika turun dari mobil Elisabeth begitu sangat terkejut sekali ketika melihat foto nya yang begitu sangat besar karena dia yang belum bisa baca Elisabeth hanya bisa berteriak gembira.
Para wartawan pun langsung menyoroti Melinda dan Elisabeth bahkan pada wartawan membandingkan wajah Elisabeth dengan Putri Belinda.
"Lebih cantik Putri Belinda kulit putih mulus seperti salju, sebenarnya siapa anak kecil perempuan ini sampai bisa mengantikan posisi Putri Belinda."
Perkataan salah satu yang hadir begitu sangat jelas sekali terdengar bahkan Elisabeth pun langsung terbawa emosi.
"Putri Belinda itu sudah meninggal dunia, walaupun dia putih bersih pun tapi dia sudah tidak ada lagi. Sekarang aku Elisabeth anak asuh Mommy Melinda."
__ADS_1
Melihat sikap Elisabeth yang bahkan berani menjawab perkataan orang lain membuat orang-orang yang datang langsung tidak menyukai Elisabeth.