
Melinda pulang ke rumah nya tapi dia tidak melihat Elisabeth di meja makan, begitu juga dengan kedua orang tuanya.
Melinda mencari Suster Diana dan ternyata Suster Diana yang berada di kamar Elisabeth.
Melinda begitu sangat panik sekali ketika dia melihat Elisabeth yang menangis.
"Elisabeth apa yang sebenarnya terjadi sayaaaaang, kenapa kamu menagis seperti ini?."
Suster Diana memilih untuk pergi karena takut Elisabeth menyangka dirinya yang akan berbicara tentang kehadiran Putri Belinda yang kembali.
Elisabeth pun langsung memeluk Mommy Melinda.
"Mommy aku seperti tidak mau sekolah besok, aku ingin pindah saja sekolah nya."
Mommy Melinda pun mulai mengingat jika tadi adalah hari anak perempuan yang di adopsi oleh Ibu nya sekolah.
"Apakah kamu bertemu dengan anak perempuan itu,? apakah dia membuat takut sayaaaaang? jika iya besok Mommy akan datang ke sekolah."
Elisabeth langsung melepaskan pelukan erat nya dan dia pun kelihatan begitu sangat ketakutan sekali sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak, Mommy tidak boleh datang ke sekolah. Jika Mommy sayang aku Mommy jangan pernah datang ke sekolah dan sebaiknya kita segera pindah sekolah dan pergi dari rumah ini."
Mommy Melinda merasa sangat penasaran sekali sebenarnya siapa anak perempuan yang di adopsi oleh Ibu nya dan kenapa anak perempuan tersebut membuat Elisabeth menjadi sangat ketakutan sekali.
__ADS_1
"Yasudah sekarang kita lupakan ya tentang di sekolah sekarang lebih baik kita makan malam bersama yaa."
Elisabeth memeluk kembali Mommy Melinda.
"Mommy jangan keluar dari kamar aku, aku ingin tetap bersama dengan Mommy di sini bersama dengan ku."
Elisabeth tidak mau Mommy Melinda yang sampai bertemu dengan Omah Regina dan menceritakan semuanya kepada Mommy Melinda.
"Tapi Mommy sangat lapar sekali sayaaaaang, ayolah kita makan bersama yaa."
Mommy Melinda memaksa Elisabeth untuk makan malam karena dia tidak mau Elisabeth sampai sakit.
Akhirnya Elisabeth pun mau mengikuti keinginan Mommy Melinda dia akhirnya keluar dari kamar dan melihat Omah dan Opah sudah menunggu mereka berdua di meja makan..
Elisabeth harus bisa menerima kenyataan jika Mommy Melinda yang akan mengetahui Putri Belinda yang masih hidup.
Mata Elisabeth yang kelihatan bengkak dan sangat merah sekali.
Mommy Melinda menyiapkan makanan untuk Elisabeth dia tidak melihat kehadiran Suster Diana.
"Suster Diana kemana yaa dia tumben sekali dia tidak ada di sini."
Elisabeth merasa jika Suster Diana yang sedang memikirkan Putri Belinda di dalam kamar nya.
__ADS_1
"Sudahlah tidak apa-apa Melinda mungkin Suster Diana ingin beristirahat di kamar nya. Sudah jangan di ganggu kasihan dia."
Mommy Melinda pun mengikuti apa kata Ibu nya dan mulai menanyakan tentang anak perempuan pilihan nya.
*Bagaimana dengan anak perempuan pilihan Ibu itu,? apakah dia merasa sangat nyaman sekolah di sana?."
Elisabeth mulai merasa sangat lemas sekali ketika Melinda yang mulai bertanya tentang Putri Belinda.
"Dia sepertinya nya sangat menyukai sekolah nya karena Ibu merasa dia akan menjadi anak yang pintar dan berprestasi di kelas."
Mommy Melinda pun hanya bisa tersenyum ketika mendengar perkataan Ibu nya dia juga langsung memegang tangan Elisabeth seperti memberikan semangat untuk Elisabeth.
"Ibu berharap besar jika Elisabeth mau menjadi sahabat terbaik nya, karena bagaimana pun juga kalian berdua yang akan menjadi saudara."
Omah Regina memandangi wajah Elisabeth yang terus menerus cemberut.
"Aku tidak akan pernah mau berteman dengan nya, aku sangat membencinya."
Elisabeth pun langsung berlari menuju ke kamar dan Regina melarang Melinda mengejar Elisabeth.
"Sudah biarkan saja dia pergi, dia harus bisa belajar menghargai sebuah kenyataan hidup."
Melinda merasa tidak mengerti dengan perkataan Ibunya.
__ADS_1
"Menghargai kenyataan hidup seperti apa Bu,? memang sebenarnya apa yang sudah terjadi dan ada apa dengan anak perempuan adopsi Ibu itu. Kenapa sampai membuat Elisabeth seperti ini."
Regina tetap pada pendiriannya dia tidak mau memberitahu Melinda yang sebenarnya terjadi.