
Suster Diana menghampiri Melinda terlihat begitu sangat senang sekali ketika dirinya memegang boneka Barbie tersebut.
"Bu, ibu mendapatkan boneka Barbie itu di mana? boneka itu sangat kotor sekali."
Suster Diana berpura-pura tidak mengetahui nya.
"Tadi aku membuka pintu kamar Putri Belinda dan aku melihat Putri Belinda yang sedang bermain-main di dalam kamar tapi ketika aku menghampiri nya. Putri Belinda menghilang dan aku menemukan boneka Barbie ini di kamar mandi."
Melinda sampai mencium-cium boneka Barbie tersebut.
"Apakah ibu merasa jika Putri Belinda berada di dalam kamar itu,? dia sedang bermain dengan mainan-mainan yang ada di dalam kamar nya?."
Pertanyaan Suster Diana kepada Melinda karena dia juga merasa jika Putri Belinda berada di dalam kamar tersebut.
"Putri Belinda ada di dalam kamar nya, dan suatu saat dia pasti akan berbicara siapa yang membuatnya meniggal dunia."
Tatapan mata Melinda begitu sangat tajam sekali dan Suster Diana pun memberikan kembali obat untuk Melinda.
Beruntung nya Melinda yang langsung meminum obat tersebut tanpa harus ada drama terlebih dahulu.
Suster Diana menunggu kedatangan Dokter Robby, karena dia begitu ingin sekali berkonsultasi dengan nya juga dengan apa yang dia rasakan.
"Bu, lebih baik sekarang kita duduk di luar yaa. Di luar udara nya sangat segar sekali loh. Supaya ibu tidak merasa pusing diam di kamar terus-menerus."
__ADS_1
Melinda mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Diana, dia berjalan menuju ke luar rumah dengan boneka Barbie di tangan nya.
Mereka berdua pun duduk dan merasa udara segar di hadapan nya.
Suster Diana melihat ada mobil yang masuk ke dalam gerbang.
"Seperti nya itu Dokter Robby, dia datang ke sini."
Mendengar nama Robby, Melinda pun langsung fokus pada mobil hitam yang datang.
Tapi ternyata bukan Robby yang keluar dari mobil tersebut melainkan Ronny.
Melinda begitu sangat emosional sekali ketika dia melihat Ronny yang datang kembali ke rumah nya.
"Melinda bagaimana dengan kondisi mu sekarang,?."
Ronny melihat Melinda yang sedang memegang boneka Barbie yang sangat kotor dan kusam.
"Kenapa kamu memegang boneka Barbie yang seperti itu,? buang itu sangat kotor sekali."
Ketika Ronny yang hendak ingin merebut boneka Barbie tersebut dari tangan Melinda, Melinda mendorong tubuh Ronny dengan sekuat tenaga nya sampai membuat Ronny terjatuh.
"Ini adalah boneka Barbie milik Putri Belinda, jangan kamu menyentuh nya karena Putri Belinda akan marah besar kepada kamu."
__ADS_1
Ronny merasa jika Melinda yang sangat tinggi sekali berhalusinasi nya, Ronny langsung memanggil Suster Diana.
"Suster Diana kemarilah, apakah kamu sudah memberikan obat kepada Bu Melinda."
Suster Diana pun langsung menghampiri Ronny dan dia mendengar dengan jelas sekali teriakkan Ronny.
"Saya selalu memberikan obat untuk Bu Melinda setiap hari, dan sekarang saja juga sedang menghubungi Dokter Robby untuk datang ke sini."
Melinda memandangi wajah Ronny dan seketika dia langsung tertawa melihat wajah suaminya.
"Hahahaha dasar wajah pembunuh, berpura-pura baik di hadapan banyak orang lain."
Melinda memilih masuk ke dalam rumah nya dia mengabaikan suami nya begitu saja.
"Melinda kenapa dia semakin parah, jika terus-menerus seperti ini dia harus di masukkan ke rumah sakit jiwa."
Ronny pun memilih untuk pergi dari rumah nya dan Suster Diana pun langsung berlari menghampiri Melinda.
Melinda tersenyum bahagia sambil melihat wajah Barbie yang ada di tangan nya.
"Kamu akan terus bersama dengan ku yaa, aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Aku juga tidak akan membersihkan mu, kamu akan tetap seperti ini sedikit menyeramkan tapi aku sangat menyukai nya."
Melinda membawa boneka Barbie tersebut ke dalam kamar Putri Belinda dia kelihatan begitu sangat bahagia sekali.
__ADS_1