
Suster Diana berlari sampai nafas nya sesak dia membuka kembali pintu kamar Putri Belinda tapi ternyata tidak ada siapapun di dalam kamar tersebut.
Suster Diana masuk ke dalam dia pun seketika menangis di dekat tempat tidur Putri Belinda, Suster Diana yang berharap jika Putri Belinda yang masih hidup dan kematian itu hanya mimpi buruk saja.
"Aku tidak tahu kenapa aku sampai harus seperti ini, aku sangat menginginkan sekali Putri Belinda ada di hadapan ku sekarang. Aku tidak ikhlas melihat kematian nya yang begitu sangat tragis sekali. Dia yang selama hidup harus selalu merasakan sakit dan kenapa juga dia harus meninggal dengan kondisi yang mengenaskan."
Suster Diana pun baru menyadari jika dia yang tidak melihat wajah terakhir Putri Belinda, Suster Diana pun melupakan kedatangan Dokter Robby dia memilih untuk diam di dalam kamar Putri Belinda.
Dokter Robby pun datang dan langsung di antarkan ke kamar Melinda, Ronny melihat Melinda yang sedang duduk di atas tempat tidur dengan memeluk guling dan pandangan mata yang kosong.
"Melinda, ini aku Robby. Aku datang untuk mengobrol dengan mu."
Melinda pun melirikan mata nya kepada Robby dia hanya terdiam dengan tatapan mata yang kosong.
"Melinda apa yang membuat kamu seperti ini,? apakah ini karena kepergian Putri Belinda? Putri Belinda yang sangat cantik dan baik sekali dia sekarang sudah menjadi peri di surga."
Melinda pun melirikan mata nya kepada Robby dengan tatapan mata yang sangat serius sekali.
"Siap yang membuat Putri meninggal,? dia harus di hukum."
__ADS_1
Robby yang mengetahui cerita tentang kematian Putri Belinda bahkan Putri Belinda yang mengalami kecelakaan di wahana permainan dan tidak ada cctv yang terekam.
"Apakah kamu yang tidak percaya jika kematian Putri Belinda itu bukan karena kecelakaan tapi sebuah pembunuhan berencana?, apakah kamu berpikir seperti itu Melinda?."
Melinda pun langsung menangis histeris di hadapan Robby, dia memegang tangan Robby.
"Putri Belinda berada di gedung tua itu, dia melompat dari ketinggian gedung dan dia mengeluarkan banyak darah."
Robby tidak mengerti dengan apa yang di ceritakan oleh Melinda, sebuah gedung tua.
"Sebuah gedung tua dia mana Melinda,? bisakah kamu memberitahu kepada ku."
Robby mulai menenangkan Melinda yang seperti sangat ketakutan sekali, dia pun sampai harus memeluk erat Melinda.
"Kamu harus tenang yaa Melinda, kamu harus bisa kendalikan emosi mu yaa."
Suster Diana yang lumayan lama di kamar Putri Belinda dia pun pergi dan masuk ke dalam kamar Melinda.
Suster Diana terkejut ketika Dokter Robby yang sudah datang dan Suster Diana pun langsung menghampiri nya.
__ADS_1
Dokter Robby melepaskan pelukan erat dan Melinda di peluk oleh Suster Diana.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Melinda, saya merasa dia seperti ini bukan karena kematian Putri Belinda saja."
Suster Diana pun mulai menceritakan semuanya kepada Dokter Robby.
"Suami nya mengambil alih semua bisnis Parfume bahkan menganti nama Parfume Belinda menjadi Parfume Romeo. Dan dia juga sekarang sedang membuat gedung baru yang ke 7 tanpa sepengetahuan Bu Melinda."
Dokter Robby merasa sangat emosional sekali dengan Ronny yang memanfaatkan kesempatan di saat Melinda sedang seperti ini.
"Di mana gedung tersebut,? Melinda mengalami halusinasi dari gedung tersebut."
Suster Diana pun memberitahukan alamat gedung tersebut dan Dokter Robby pun seketika langsung pergi dari kamar Melinda.
"Dokter Robby akan pergi ke gedung tua itu,? tapi ini kan sudah mulai menjelang malam. Waktu siang saja aku merasa sangat merinding sekali apalagi menjelang malam seperti ini."
Suster Diana pun membaringkan Melinda dan tangan nya yang masih menggenggam erat tangan Suster Diana.
"Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan Dokter Robby, jangan sampai dia menjadi korban dari gedung tua tersebut karena besok adalah hari peresmian pembukaan gedung tersebut untuk menjadi toko parfume."
__ADS_1
Suster Diana begitu sangat tidak nyaman sekali hari nya.