Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (162)


__ADS_3

Suster Diana membawa Elisa masuk ke dalam kamar nya, dan dia melihat tatapan mata Elisa yang sedih.


"Di sini kamu bisa mendapatkan apapun yang kamu inginkan, tapi itu tidak semudah yang kamu pikirkan. Ayo cepat istirahat besok adalah hari pertama kamu untuk sekolah."


Suster Diana mengantikan pakaian Elisa karena Elisa yang tidak nyaman memakai dress dia yang lebih suka memakai kaos kasual untuk sehari-hari.


Suster Diana menarik selimut dan dia pun menarik lampu kamar dan segera pergi dari kamar Elisa.


Suster Diana melihat kembali kondisi Melinda yang masih bersama dengan Dokter Robby, Suster Diana pun mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


"Melinda kamu yang telah memilih anak itu, Elisabet dari pantai asuhan. Dia datang ke sini atas pilihan kamu dia sekarang adalah anak mu Melinda. Jika kamu terus saja mencari Putri Belinda kasihan Elisa yang tidak seperti kamu anggap selama ini."


Melinda pun seketika dia langsung terdiam dan Dokter Robby berpamitan untuk pergi.


"Aku pergi dulu, aku menginginkan kamu yang kuat kembali seperti dulu. Sudah jangan lagi kamu mengingatkan tentang Putri Belinda lagi biarkan Putri Belinda tenang di surga sana."


Dokter Robby pun keluar dari kamar Melinda dan Suster Diana pun terdiam.

__ADS_1


"Sayangilah Elisa seperti dulu kamu menyayangi Putri Belinda, walaupun aku mengetahui sikap Elisa yang berbanding terbalik dengan Putri Belinda. Tapi kembali lagi dia Elisabet bukan Putri Belinda."


Suster Diana pun hanya bisa menganggukkan kepalanya dan Dokter Robby pun pergi begitu saja.


Melinda berjalan menuju ke pintu kamar nya dia terus saja berjalan menuju ke kamar Elisa, Melinda membuka pintu kamar nya dan menyalakan lampu kamar.


Melinda menangis di hadapan Elisa, yang sudah tertidur nyenyak.


"Maafkan mommy yang selalu saja menginginkan kamu seperti Putri Belinda, mulai sekarang Mommy akan belajar untuk melupakan Putri Belinda mengikhlaskan kepergian nya."


"Selamat tidur sayang, semoga mimpi indah yaa sayaaaaang."


Suster Diana pun langsung menutup rapat pintu kamar Elisa karena Melinda yang akan memilih untuk tidur bersama dengan Elisa.


Melinda tidur di samping Elisa dia memeluk erat Elisa seperti yang dia lakukan di saat hari terakhir bersama dengan Putri Belinda.


Melinda mematikan lampu kamar nya, Melinda yang seperti merasakan kebahagiaan bersama dengan Elisa.

__ADS_1


Ketika Melinda yang mencoba untuk membuka lembaran baru untuk kehidupan nya, Ronny dia menghawatirkan nyawa salah satu pegawai nya.


"Apakah pegawai wanita itu bisa bertahan hidup sampai waktu nya jam pulang, aku tidak mendengar suara apapun."


Ronny keluar dari ruangan dan sekaligus kamar untuk nya, dia melihat di kaca jendela bayangan hitam yang menyerupai bentuk wanita.


"Tidak jangan selalu kamu mengambil nyawa pegawai ku, mereka tidak bersalah apa-apa."


Bayangkan hitam tersebut pun menghilang begitu saja dan di jendela kamar terlukis kata-kata.


*Aku ingin memiliki banyak teman, untuk menemani ku bermain di malam hari*


Tulisan tersebut pun tiba-tiba langsung menghilang.


"Sudah banyak nyawa yang sudah kamu ambil, apakah masih tidak cukup. Aku ingin toko ku ini menjadi toko yang sukses dan maju. Sudah cukup selalu memakan korban jiwa saja."


Ronny langsung keluar dari kamar dia berlari menuju ke lantai bawah untuk melihat kondisi pegawai wanita tersebut.

__ADS_1


__ADS_2