
Belinda meminta tas yang berwarna pink, dan dia juga meminta untuk memasukkan buku Merah ke dalam tas nya.
"Kenapa buku Merah harus di bawa,? bukan ini untuk kita lanjutkan cerita nya nanti malam."
Belinda tetap memasukkan buku tersebut ke dalam tas pink nya.
"Aku ingin membawa nya ke mana-mana, karena aku sangat menyukai buku merah ini."
Suatu Diana pun mengikuti apa yang di katakan oleh Belinda, dan langsung mendudukkan Belinda di kursi roda nya.
Suster Diana mendorong sampai ke luar dan Melinda membantu Belinda untuk masuk ke dalam mobil nya.
"Mama kita sebenarnya mau pergi ke mana sih Mam, aku jadi penasaran Mam."
Melinda tidak menjawab pertanyaan dari Belinda dia hanya tersenyum tipis kepada putrinya tersebut.
"Kenapa tidak di jawab sih, aku kan jadi binggung dan bertanya-tanya."
Melinda pun akhirnya menjalankan mobilnya dan Belinda duduk bersama dengan Suster Diana.
Suster Diana merasa sangat senang sekali ketika melihat Belinda yang akhirnya bisa bersama dengan Mama nya.
Di perjalanan Belinda melihat suatu bangunan gedung tua yang sudah hampir rubuh.
"Mama coba lihat bangunan gedung yang berwarna merah itu, sangat tinggi sekali yaa Mam."
Melinda pun melirikan mata nya kepada gedung tua tersebut.
"Oh gedung yang dulu nya menjadi pusat permainan anak-anak sangat ramai sekali tapi ntah mengapa bangunan tersebut tiba-tiba saja tutup dan tidak terpakai kembali."
Belinda pun terus saja melihat bangunan gedung tua tersebut dia seperti merasakan sesuatu yang terjadi dengan nya.
"Kenapa aku tiba-tiba jadi takut yaa ketika melihat bangunan gedung tua tersebut, Suster Diana bangunan itu berwarna merah yaa."
__ADS_1
Suster Diana merasa jika kata-kata Belinda yang menjadi aneh ketika mempunyai buku bersampul merah tersebut.
"Sudah yaa jangan berpikiran yang tidak-tidak yaa, sekarang lebih baik kita fokus saja Mama Belinda mau membawa Belinda ke mana."
Melinda pun tersenyum dia tidak sabar ingin secepatnya sampai di tempat tersebut dan membuat Belinda merasa sangat senang sekali.
Akhirnya setelah perjalanan yang lumayan melelahkan sampai juga di tempat yang ingin di datangi.
Sebuah bangunan sekolah TK yang sangat mewah dan mewah sekali.
"Sayang, dulu Mama sekolah di sini loh. Dan sekarang Belinda bisa melihat bagaimana sih suasana sekolah itu seperti apa."
Melinda yang sebelumnya sudah menyiapkan semuanya nya, dia yang menelephone dan meminta ijin kepada pemilik sekolah tersebut agar Belinda bisa masuk ke sekolah.
Melinda juga menceritakan semuanya tentang Belinda terhadap pemilik sekolah tersebut tidak membuat nya begitu sangat terharu sekali mendengar cerita Belinda.
"Wah, senang sekali aku bisa sekolah. Akhirnya aku bisa melihat bagaimana yang namanya sekolah dan memiliki teman-teman yang banyak. Suster Diana aku senang sekali dan Mama terimakasih banyak Mama, aku sayang dan cinta Mama."
Melinda menurunkan Belinda dengan bantuan Suster Diana mereka pun di sambut hangat oleh guru tersebut.
"Hallo Belinda cantik selamat datang di sekolah sayaaaaang, banyak teman-teman yang menunggu kedatangan Belinda."
Wajah Belinda terlihat sangat ceria sekali dia begitu sangat bahagia sekali ketika bisa merasakan bertemu dengan teman-teman yang baru.
Belinda pun akhirnya masuk ke dalam kelas dan di sambut dengan keceriaan anak-anak yang ada di dalam kelas.
Mereka semua berteriak kencang menyambut kedatangan Belinda.
"SELAMAT DATANG BELINDA".
Belinda pun terlihat sangat senang sekali dia tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.
"Terimakasih banyak, aku belum pernah bertemu dengan teman yang sangat banyak seperti ini. Aku merasa sangat senang sekali."
__ADS_1
Suster Diana pun mendorongkan kursi roda tersebut agar Belinda bisa dekat dengan teman-teman nya.
"Belinda kamu Sakit yaa, apakah kamu tidak bisa berjalan kasihan sekali."
Ucap salah satu murid perempuan yang melihat Belinda duduk di kursi roda.
"Iya aku sakit sudah sejak aku bayi, aku seperti menghabiskan hari-hariku di rumah sakit. Aku bisa berjalan tapi tidak bisa seperti kamu yang bisa berlari-lari jika aku kecapean maka dada ku sangat sesak sekali."
Gadis kecil itu merasa sangat kasihan melihat kondisi Belinda.
"Mama aku bilang jika kita sakit dan mau meminum obat maka kita akan sembuh, cepat sembuh yaa Belinda aku tunggu kamu di sekolah ini kita bisa bermain bersama."
Ucapan gadis kecil itu membuat Suster Diana merasa sangat terharu sekali dan Suster Diana pun langsung menghampiri Belinda.
"Dengarkan, semua penyakit pasti akan ada obatnya. Belinda harus terus semangat yaa sayang untuk bisa sembuh lihat banyak yang menunggu Belinda untuk bisa sekolah."
Belinda pun tersenyum sambil memandangi wajah Suster Diana.
"Terimakasih banyak Suster Diana yang sudah menjaga ku selama ini, aku tidak tahu harus memberikan apa untuk Suster Diana."
Suster Diana pun memeluk erat Belinda dan Melinda yang melihat nya tersenyum manis.
"Begitu sangat kuat sekali ikatan cinta Belinda bersama dengan Suster nya, saya menitipkan Belinda semenjak dia berusia satu tahun dia sudah bersama dengan Suster Diana. Suster Diana pula yang mengantarkan Belinda di Rumah Sakit untuk terapi dan pemeriksaan, saya sangat kasihan sekali ketika melihat Belinda yang harus menkonsumsi obat-obatan setiap hari. Dia juga harus menjaga aktivitas nya saya sangat sedih sekali sebagai seorang ibu."
Tangisan Melinda pecah di hadapan semua guru yang ada nya.
"Ibu Melinda harus sabar ketika di berikan anak yang begitu sangat istimewa sekali seperti Belinda, kasih sayang ibu Melinda yang akan membuat Belinda bangkit dari penyakit saya sangat yakin sekali jika Belinda bisa sehat seperti anak-anak seusianya. Belinda akan menikmati masa-masa indah nya."
Melinda pun menganggukkan kepalanya sambil masih menangis.
"Terimakasih ibu guru semuanya yang mau mempersilahkan anak saya untuk bisa merasakan suasana sekolah seperti apa, saya sangat berterima kasih sekali."
Melinda pun langsung menghampiri Belinda untuk mengajaknya pulang.
__ADS_1