Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 56.


__ADS_3

Melinda begitu sangat dendam kepada Ronny, dia memang tidak mempunyai bukti tapi dia merasa jika Ronny yang membuat Putri Belinda meninggal dunia.


Melinda selalu melirikan mata nya pada benda tajam di pikiran adalah dia harus membalas kan dendam nya karena sangat merasa tidak ikhlas dengan kehilangan Putri Belinda.


Suster Diana pun mencoba untuk berbicara pelan-pelan dengan Melinda.


"Bu, lebih baik ibu istrirahat yaa. Ibu harus bisa mengendalikan emosi ibu agar ibu tidak perlu di ikat seperti ini karena ibu yang selalu berontak saja."


Melinda mulai bisa diam dan melemaskan tubuh nya, Suster Diana pun membuka ikatan pada tangan Melinda.


"Ibu istirahat yaa, tenangkan pikiran ibu selalu yaa."


Melinda pun mencoba untuk memejamkan mata nya dan Suster Diana mencoba untuk memejamkan mata nya.


Melihat Melinda yang sudah beristirahat, Suster Diana mematikan lampu kamar nya dan dia pun menutup rapat pintu kamar Melinda.

__ADS_1


"Semoga saja tidak ada teriakan lagi, aku merasa sangat lelah sekali."


Suster Diana memilih untuk tidur di kamar Putri Belinda, dia membuka lamar tersebut dan aroma Parfume Putri Belinda pun mulai menyebar.


"Mungkin kah ini adalah pertanda jika kamu yang ada di kamar ini,? sungguh aku sangat merindukan mu sayaaaaang."


Suster Diana menyalakan lampu kamar nya, dia pun berjalan menuju ke kasur dan tiba-tiba saja buku merah itu terjatuh dengan membuka halaman nya sendiri.


"Aku yang sudah tidak melakukan keinginan Putri Belinda, aku sudah tidak pernah lagi membaca buku merah ini karena untuk apalagi aku membaca nya karena Putri Belinda yang sudah tidak ada."


*Aku merasa sendiri, aku tidak mempunyai teman. Aku ingin mempunyai teman bermain di saat malam hari.*


Suster Diana langsung menutup kembali buku tersebut dan menyimpan nya.


"Dia benar-benar sendirian, dia ingin memiliki teman. Astaga kenapa aku merasa merinding sekali membaca nya yang pasti aku tidak mau menjadi teman nya."

__ADS_1


Suster Diana pun menarik selimut tebal nya dan dia mematikan lampu kamar nya, angin kencang tiba-tiba saja seperti masuk ke dalam kamar.


Gorden seperti melayang dan sampai jendela kamar pun terlihat, Suster Diana melihat ada sosok anak kecil perempuan di depan jendela dengan tangan mungil yang menempel di kaca jendela.


Tangan tersebut penuh dengan darah sehingga tangan mungil itu terlihat sangat jelas sekali, wajah sosok perempuan itu tidak terlihat sehingga Suster Diana tidak mengetahui siapa sosok anak kecil perempuan yang berbaju merah tersebut.


Suster Diana pun memaksa dirinya untuk memejamkan mata nya walaupun bayangan perempuan kecil tersebut terus saja memandangi wajah nya


"Aku mohon pergi lah, sekarang aku yang sudah bisa melihat wajah mu. Aku mohon pergilah karena aku sangat lelah sekali ingin beristirahat."


Suster Diana yang masih merasa penasaran dia pun membuka kembali mata nya dan melihat sosok anak kecil perempuan itu sudah tidak ada.


Tapi tangan mungil berwarna merah itu tetap masih ada, Suster Diana pun merasa sangat tenang sekali akhirnya dia bisa tertidur pulas tanpa harus melihat hal mistis seperti tadi.


Suster Diana memandangi terus buku merah tersebut, Suster Diana merasa jika apa yang dia baca seperti berkaitan dengan sosok anak kecil perempuan.

__ADS_1


__ADS_2