
Melinda yang sudah fokus pada pekerjaannya tapi pikiran tetep pada Ibu nya.
"Siapa anak perempuan yang di asuh oleh Ibu yaa, sampai di masukkan ke sekolah yang sama dengan Elisabeth."
Jam sudah menunjukkan waktu nya istrirahat dan Febrian pun masuk ke ruangan Melinda.
"Kamu sedang memikirkan apa sampai wajah mu serius seperti itu?."
Febrian duduk di samping Melinda dan Melinda mulai menceritakan semuanya kepada Febrian.
"Hari ini Ibu yang tiba-tiba dia bilang mempunyai anak kecil perempuan yang mungkin seumuran dengan Elisabeth dan dia sekarang di daftarkan di satu sekolah dengan Elisabeth. Untuk apa ???. Sedangkan hubungan Ibu dengan Elisabeth pun sangat tidak baik."
Febrian merasa jika Melinda yang belum mengetahui jika anak perempuan yang di maksud nya itu adalah Putri kandungan sendiri Putri Belinda.
"Yaudah tidak harus kamu pikirkan, itu sudah keinginan Ibu kamu. Mungkin attitude anak perempuan itu jauh lebih baik dari Elisabeth sehingga membuat Ibu Regina simpatik."
Melinda pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Febrian yang terasa sakit tapi memang kenyataannya seperti itu.
__ADS_1
"Tapi aku merasa sangat penasaran sekali seperti apa anak perempuan itu dan seperti nya besok aku akan pergi ke sekolah tanpa sepengetahuan mereka semuanya."
Febrian pun langsung tersenyum dan dia merasa jika hari esok itu adalah hari kebahagiaan untuk Melinda yang bisa bertemu dengan Putri Belinda.
"Yasudahlah datang jangan lupa bawa bucket makanan yang cantik dan juga hadiah yang banyak agar anak perempuan itu merasa sangat senang sekali menerima nya."
Melinda pun menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak akan itu hanya akan membuat Elisabeth menjadi sedih dan mungkin dia tidak akan mau bertanya kepada ku, sekarang tugas ku selain menjadi seorang ibu juga menjaga perasaan Elisabeth."
Melinda yang merasa sangat lapar dia pun langsung keluar dari ruangan dan menuju ke kantin. Sedangkan Febrian dia yang masih terdiam di ruangan Melinda.
Febrian pun keluar dari ruangan Melinda dia menuju ke kantin dan memilih untuk menemani Melinda.
Melinda pun tersenyum manis kepada Febrian yang memilih untuk satu meja bersama dengan nya.
"Febrian aku ingin sekali menyelesaikan rumah tangga ku bersama dengan Ronny, aku ingin sekali bisa melakukan sidang perceraian dengan nya."
__ADS_1
Febrian merasa sangat senang mendengar nya itu tandanya ada kesempatan dirinya untuk menjadi Papa baru Putri Belinda.
"Aku merasa sangat sakit sekali ketika aku kehilangan Putri Belinda dan akui merasa Putri Belinda meninggal karena Ronny tapi aku tidak punya bukti nya dan aku sangat yakin sekali."
Pikiran negatif Melinda terhadap Ronny akan terjawab besok ketika dia melihat Putri Belinda.
"Jangan pernah selalu mengatakan hal tersebut karena kamu tidak mempunyai bukti yang kuat, Ronny itu adalah Ayah kandung Putri Belinda dan dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu."
Melinda tetep aja tidak bisa menghilangkannya pikiran negatif nya terhadap Ronny dia tetep aja merasa jika Ronny itu adalah seorang pembunuh berdarah dingin.
"Ya, aku mungkin memang belum mempunyai bukti apapun tapi suatu saat nanti aku pasti akan memasukkan Ronny ke dalam penjara karena dendam ku kepada nya sangat kuat sekali."
Febrian pun hanya bisa terdiam saja ketika Melinda yang sudah membenci suami nya dia akan selalu berpikiran negatif terhadap suaminya.
"Yasudah lebih baik sekarang kamu makan yang banyak karena hari esok pasti akan jauh lebih menyenangkan dengan hari ini."
Febrian secara tidak langsung dia ingin memberitahukan kepada Melinda jika besok dia akan mendapatkan kebahagiaan.
__ADS_1
"Apa yang akan terjadi dengan hari esok,? kenapa kamu tersenyum seperti itu. Besok adalah hari ulang tahun kamu ? jadi kamu merasa jika hari esok itu begitu sangat bahagia sekali yaa."
Febrian menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.