Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (107)


__ADS_3

Regina sampai di toko dia melihat apa yang dia inginkan sudah dilakukan oleh Febrian, dia pun di sambut oleh suaminya dan juga Febrian yang nantinya akan menjadi asisten pribadi Melinda.


"Semua yang kamu inginkan sudah kita penuhi besok kita akan membuka segera toko ini dengan nuansa yang baru dan cerita."


Regina fokus pada satu toko seterusnya akan dia lakukan sisanya.


"Terimakasih Febrian, kamu memang sangat luar biasa sekali."


Regina pun memilih foto Putri Belinda yang begitu sangat cantik sekali, di pajang di setiap ruangan.


"Ronny, kamu yang berniat untuk menganti nama Parfume ini. Tapi tidak akan pernah terjadi karena aku akan membuat nama Belinda Parfume semakin harum dan di sukai oleh berbagai umur."


Regina mengajak suami nya untuk pulang karena kondisi kesehatan Melinda yang menurun kembali, dia pun langsung masuk ke mobil suami nya dan menyimpan mobil nya di parkiran toko.


"Cepatlah, kondisi Melinda semakin memburuk. Aku sangat menghawatirkan kondisi Melindungi sekarang."

__ADS_1


Regina kelihatan sangat panik sekali dan Arief pun mencoba untuk menenangkan istri nya.


"Sudah yaa jangan seperti ini, kita yakin jika Melinda akan kembali seperti dulu lagi. Melinda itu sangat kuat dan tangguh sekali."


Di perjalanan Regina yang kelihatan tidak bisa tenang dia terus saja memikirkan Melinda.


Sampai akhirnya mereka berdua pun sampai di depan rumah nya, dan teriakan Melinda sampai begitu sangat terdengar sampai luar rumah.


"Astaga Melinda, kamu kenapa sih Nak."


Regina menangis ketika melihat kondisi Melinda yang sampai harus di seperti itu kan.


"Maafkan saya Ibu Regina, saya terpaksa melakukan ini semua karena Bu Melinda yang nekad membawa pisau dia akan membunuh Pak Ronny dengan teman yang seperti pada penglihatan Bu Melinda bahkan mereka berdua itu adalah orang yang membunuh Putri Belinda."


Regina pun menghampiri Melinda dengan penuh tangisan yang mengalir deras membasahi kedua pipinya.

__ADS_1


"Sayang, jangan seperti ini yaa. Kamu harus kembali sehat yaa Nak, kamu balas dengan kesuksesan kamu dan buat usaha Ronny menjadi jatuh bangkrut."


Regina melepaskan tali yang ada di kaki Melinda dan juga membuka tali yang ada di tangan serta yang menutupi mulut nya.


"Dengar sayaaaaang, kamu tidak usah membalas dendam dengan membunuh Ronny. Biarkan saja dia hidup dengan penderitaan yaa kita akan membuat Ronny hancur selama nya."


Regina memegang tangan Melinda dan Melinda pun mulai bisa terdiam, Regina memeluk erat tubuh Melinda yang begitu sangat lemas sekali.


"Besok Ibu dan Ayah akan membuka toko baru dengan memasang foto-foto Putri Belinda, dan kita akan membuat varian parfume dengan aroma buah-buahan seperti yang di sukai anak-anak dengan memakai gambar Putri Belinda yang memakai mahkota dan baju peri."


Melinda pun merasa jika dirinya kembali seperti semula ketika dia mendengar perkataan Regina.


"Aku Ingin ikut ke sana melihat peresmian toko baru, aku ingin melihat nya."


Melinda memohon kepada Ibu nya, tapi Regina yang belum bisa mengatakan iya atau tidak karena dirinya merasa jika Melinda yang masih sensitif perasaan nya.

__ADS_1


__ADS_2