
Ketika malam hari tiba suasana begitu sangat terasa suara teriakan-teriakan di atas gedung seperti banyak anak-anak yang sedang bermain tapi semuanya hanya di rasakan oleh Putri Belinda saja.
"Sayang, jika kamu ingin tidur bilang Papa yaa jangan sampai kamu tidur sendirian yaa."
Mata Putri Belinda tertuju pada jendela kamar nya terlihat sangat jelas sekali bentuk seperti bayangan hitam di balik gorden jendela kamar nya.
"Papa, ini kan masih jam 7 malam dan toko pun masih sangat ramai sekali lebih sekarang Papa turun saja ke lantai bawah biarkan aku sendirian di kamar sambil menonton televisi."
Ronny merasa tidak tega jika dia harus meninggalkan Putri Belinda sendirian di dalam kamar, Ronny merasa sangat hawatir sekali jika Putri Belinda yang sampai di ganggu oleh korban-korban yang meninggal di toko nya.
"Tidak sayaaaaang, kamu tidak boleh sendirian yaa. Papa akan menelephone Om Rizal yaa biar Om Rizal yang menemani kamu di sini."
Ronny menyalakan televisi dia memilih kartun kesukaan Putri Belinda di saat masih di rumah nya dulu dan Putri Belinda fokus pada televisi.
*Hallo Rizal bisakah kamu datang ke lantai tiga untuk menemani Putri Belinda, aku tidak mau Putri Belinda sendirian di kamar*
*Ronny cepatlah ke lantai dasar pengunjung sangat banyak sekali dan jika kamu ke lantai dasar maka aku bisa menemani Putri Belinda*
*Ahhhh yasudahlah aku akan berlari sekarang juga agar lebih cepat*
Ronny pun mengakhiri panggilan telephone nya dan dia melihat Putri Belinda yang sedang fokus pada kartun yang dia tonton.
"Putri Belinda sayaaaaang, pegang handphone Papa yaa. Sekarang Papa akan pergi ke lantai dasar dan Om Rizal akan ke sini. Jika sampai kamu merasa sesuatu yang aneh cepat hubungi Om Rizal yaa."
Putri Belinda menganggukkan kepalanya dan Ronny pun langsung berlari menuju ke lantai dasar sampai dia lupa untuk menutup pintu kamar nya.
Pintu kamar pun tertutup rapat sendiri dan membuat Putri Belinda merasa sangat terkejut sekali tiba-tiba saja hantu Merry ada di samping Putri Belinda.
"Astaga kamu kenapa membuat aku kaget."
Hantu Merry tersenyum manis kepada Putri Belinda, hantu Merry menyentuh tangan Putri Belinda dan Putri Belinda merasakan sentuhan yang sangat dingin sekali.
__ADS_1
"Tangan kamu seperti ice sangat dingin sekali, wajah mu sekarang tidak pucat lagi dan tidak hancur karena banyak darah yang keluar dari wajah kamu. Sekarang kamu kelihatan sangat cantik sekali."
Putri Belinda pun memegang tangan Merry.
"Merry ingin bermain bersama dengan mu, Merry ingin bermain-main bersama dengan mu."
Jendela kamar yang tiba-tiba saja terbuka dan angin berhembus kencang sekali.
"Tidak bisa, aku tidak bisa bermain bersama dengan mu. Aku tidak mungkin bisa bermain di atas gedung itu sangat berbahaya sekali, aku hanya bisa menemani mu seperti ini.".
Wajah hantu Merry kelihatan sangat sedih sekali tapi Putri Belinda mencoba untuk menjelaskan nya.
"Aku manusia dan kamu adalah hantu, jika kamu ingin selalu bermain dengan itu tandanya kamu menginginkan aku untuk tidak bernyawa lagi. Sedangkan sekarang aku yang baru saja memulai kebahagiaan ku bersama dengan Papa ku."
Hantu Merry pun tiba-tiba saja menghilang dan ternyata Om Rizal datang dia terlihat sangat kecapean sekali sehingga membuat Putri Belinda langsung memberikan minuman untuk Om Rizal.
"Silahkan minum om Rizal, kasihan pasti sangat capek sekali yaa."
"Terimakasih banyak yaa cantik."
Om Rizal melihat jendela kamar yang terbuka dia secepatnya langsung menutup nya.
"Kenapa bisa terbuka yaa, padahal ini sudah malam dan jendela ini tidak pernah di buka loh oleh Papa kamu."
Om Rizal merasa kebingungan dan Putri Belinda tidak tahu dia harus bicara apa kepada Om Rizal. Putri Belinda pun mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka.
"Om Rizal, kapan yaa aku bisa sekolah bersama dengan teman-teman. Aku sudah merasa bosan untuk diam saja di sini."
Om Rizal pun langsung menghampiri Putri Belinda.
"Nanti yaa sayang, Om akan bicarakan dengan Papa. Tapi Om Rizal mau tanya jika kamu mulai merasakan udara bebas bisa kemana-mana sesuka hati kamu, lalu bagaimana jika kamu bertemu dengan Mama Melinda apa yang akan kamu lakukan jika Mama Melinda mengajak kamu pulang kembali ke rumah nya dan meninggalkan Om Rizal dan Papa Ronny."
__ADS_1
Om Rizal yang tidak mau kehilangan Putri Belinda sampai dia harus bertanya seperti itu kepada Putri Belinda.
"Aku tidak akan pernah mau kembali bersama dengan Mama, karena sekarang Mama sudah mempunyai Elisabeth. Aku akan tetep bersama dengan Papa di sini sampai kapan pun."
Om Rizal merasa sangat terharu sekali ketika dia mendengar perkataan Putri Belinda.
"Om Rizal dan Papa Ronny mencoba untuk bisa membahagiakan Putri Belinda, karena Putri Belinda adalah harta yang paling berharga untuk kita berdua."
Putri Belinda pun memeluk erat Om Rizal dan hantu Merry menagis melihat nya, Merry yang di bunuh oleh kedua orang tuanya di bunuh seperti hewan dan di buang mayat nya begitu saja di sekitar gedung ini.
Merry yang begitu sangat benci sekali dengan Ronny dah Rizal karena berniat untuk membunuh Putri Belinda, Merry yang membantu Putri Belinda agar bisa bertahan hidup sampai sekarang.
Merry yang sangat marah kepada Ronny dan Rizal sehingga dia terusan-menerus meminta tumbal pegawai toko ini karena dia yang merasa marah dengan Ronny dan Rizal.
Putri Belinda yang melihat Merry dia tersenyum manis kepada Merry sampai akhirnya Merry pun pergi.
Putri Belinda melepaskan pelukan erat nya dan dia yang sudah merasa sangat mengantuk sekali.
"Aku ingin sekali tidur Om tapi aku merasa rindu sekali dengan buku cerita dongeng ku, buku merah yang dulu pernah aku beli bersama dengan Suster Diana."
Wajah Putri Belinda pun tiba-tiba langsung sedih dia pun berpikir jika buku tersebut pasti sudah tidak ada atau di buang oleh Mama nya.
"Bagaimana jika besok kita pergi ke toko buku yaa, kita beli buku yang banyak sekali. Dan Putri Belinda bisa mencari buku yang sama dengan buku yang Putri Belinda punya."
Om Rizal pun menyelimuti tubuh Putri Belinda.
"Tidur yang nyenyak yaa sayang, lampu tidak akan Om padam kan yaa karena Om akan membaca buku di sana. Sambil menemani Putri Belinda tidur."
Putri Belinda pun mulai memejamkan mata nya dia begitu sangat lelah sekali, ketika melihat Putri Belinda yang sudah tertidur Merry berada di samping Putri Belinda dia ingin menjaga Putri Belinda.
Di saat Putri Belinda yang sudah bisa beristirahat di sisi lain Elisabeth sibuk dengan kegiatan besok dia membuka lemari pakaian nya dan mencari baju mana yang cocok dengan dirinya.
__ADS_1
Suster Diana yang berniat untuk mengantarkan susu hangat untuk Elisabeth dia merasa sangat terkejut sekali ketika baju yang ada di dalam lemari di keluarkan semuanya oleh Elisabeth.