
Suster Diana membawa Melinda ke rumah sakit karena dia yang kadang menangis dan tertawa membuat Suster Diana merasa sangat hawatir sekali.
Kebetulan sekali ternyata Dokter Robby yang menangani Melinda yang merupakan mantan kekasih nya di masa lalu.
Melinda pun mulai di periksa karena dia yang selalu saja ingin mencari Putri Belinda, Melinda berteriak-teriak kencang jika sampai ada orang yang menghalangi nya.
"Semoga saja Bu Melinda bisa kembali sembuh seperti dulu, jangan sampai despresi berkelanjutan seperti ini kasihan sekali Bu Melinda."
Melihat kondisi Melinda, Suster Diana pun mencoba untuk menghubungi Ronny karena bagaimana pun juga merasa masih berstatus sebagai suami istri.
Ronny yang sangat sibuk sekali dengan rencana nya untuk membangun toko baru dia merasa sangat kesal sekali ketika Suster Diana yang menghubungi nya.
"Ada apa lagi dengan Melinda, Putri Belinda sudah tidak ada sekarang Melinda yang membuat ku naik darah."
Karena merasa handphone nya yang terus menerus berdering akhirnya Ronny pun menjawab panggilan telephone dari Suster Diana.
__ADS_1
*Hallo Suster Diana*
*Hallo Pak Ronny, maaf jika saya menggangu tapi saya merasa sudah tidak tega melihat kondisi Bu Melinda. Dia semakin tidak bisa mengatur emosi nya dia berteriak-teriak dan menangis kencang sambil memanggil nama Putri Belinda*
*Sekarang Melinda di mana*
*Sudah saya bawa ke Rumah Sakit dan sekarang sedang di tangani oleh Dokter Specialis Psikologi di Rumah Sakit Cemara*
*Baiklah saya akan segera ke sana*
Ronny pun langsung mengakhiri panggilan telephone nya karena bagaimana pun juga Melinda masih istri sah nya.
Ronny yang mengendarai mobil nya untuk sampai ke Rumah Sakit Cemara, dan sampai akhirnya Ronny pun sampai di Rumah Sakit tersebut dan mencari kamar Melinda.
Ronny melihat Suster Diana yang berada di luar ruangan dia pun mendengar jelas teriakan Melinda yang terus menerus memanggil nama Putri Belinda.
__ADS_1
"Apakah di rumah Melinda seperti ini,?"
Tanya Ronny kepada Suster Diana sambil memandangi istrinya dari balik kaca pintu.
"Sebelum nya ibu hanya berlari membawa obat-obatan milik Putri Belinda, tapi setelah mengingat jika Putri Belinda yang sudah tidak ada ibu pun berlari masuk ke dalam kamar di kunci tidak keluar berjam-jam dan setelah di dobrak ternyata ibu yang sudah seperti ini."
Ronny pun merasa tidak tega melihat kondisi Melinda, tapi jika dia mendekati Melinda dia pasti akan semakin histeris melihat nya.
"Kamu jaga Melinda seperti kamu menjaga Putri Belinda, karena jika aku bertemu dengan nya dia akan semakin histeris. Aku akan mengirim uang untuk gajih mu dan keperluan untuk Melinda."
Ronny mengeluarkan handphone nya dia mengirimkan uang 50 juta ke rekening Suster Diana.
"Aku sudah mengirimkan uang ke rekening mu, itu untuk keperluan Melinda jika habis hubungi aku."
Setelah mentransfer kan uang Ronny memilih untuk pergi begitu saja, dan Suster Diana merasa sangat kecewa sekali dengan sikap Ronny.
__ADS_1
"Kenapa dia seperti membuang istri nya begitu saja, begitu juga dengan kematian Putri Belinda. Aku merasa dia sebagai seorang Ayah yang tidak memiliki rasa simpati sama sekali."
Suster Diana pun terus saja memperhatikan Melinda, Suster Diana tidak mau jika Melinda sampai harus di masukkan ke rumah sakit jiwa.