
Melihat Elisabeth yang sudah siap untuk sekolah, Melinda pun memilih mobil yang berbeda karena dia yang harus langsung ke kantor.
"Suster Diana, nanti jam istirahat aku akan datang ke sekolah Elisabeth untuk membicarakan tentang Elisabeth. Sekarang kalian berdua pergi dengan mobil yang berbeda yaa karena sangat sibuk sekali di kantor."
Suster Diana pun langsung masuk ke dalam mobil bersama dengan Elisabeth, dia yang tidak mau Elisabeth sampai telat masuk ke sekolah. Di perjalanan menuju ke sekolah Elisabeth hanya terdiam saja dia tidak mau bicara sama sekali sampai akhirnya dia pun sampai di sekolah dan langsung berlari menuju ke dalam kelas.
"Semoga saja hari ini tidak terjadi sesuatu kembali, Elisabeth menjadi anak yang baik di kelas."
Suster Diana menunggu Elisabeth di luar dan ketika Elisabeth masuk ke dalam kelas, dia melihat Veronica yang memandangi Elisabeth dengan sangat sinis sekali.
"Ku pikir kamu akan pergi dari sekolah ini dan mencari sekolah yang baru, kamu benar-benar tidak mempunyai perasaan terhadap Ibu Melinda."
Elisabeth memilih untuk diam dia tidak menjawab apapun yang di katakan oleh Veronica karena dia tidak mau membuat Melinda merasa sangat kecewa dengan nya.
Veronica pun merasa ada yang aneh dengan Elisabeth yang tidak seperti biasa, dia pun merasa jika Elisabeth yang sudah berubah menjadi lebih baik.
"Baiklah, mungkin kamu sekarang sudah tidak mau lagi seperti dulu. Ini sangat bagus sekali semoga kamu menjadi lebih baik lagi."
Jam pelajaran pun di mulai, Elisabeth yang hanya diam saja dia tidak mau berbicara bahkan Elisabeth pun mengabaikan pelajaran dia yang hanya diam saja di kelas, sampai waktu nya jam istirahat pun Elisabeth memilih untuk diam di dalam kelas.
"Elisabeth, kenapa dari awal mulai pelajaran kamu diam saja seperti ini,? apa yang sudah terjadi dengan kamu Elisabeth. Kamu tidak seperti biasanya, seperti ini."
Ibu guru pun menghampiri Elisabeth dan Elisabeth pun mulai mau berbicara dengan ibu guru.
"Aku sudah tidak mau sekolah di sini, tapi Mommy ku menyuruh aku untuk tetap sekolah di sini. Aku merasa sangat tidak nyaman sekali, aku sadar diri jika aku ini adalah anak adopsi tapi tidak harus di bicarakan seperti itu. Aku sangat sedih sekali."
Elisabeth menangis di hadapan ibu guru, dan dia pun ingin sekali bisa mendapatkan teman-teman yang baik.
__ADS_1
"Aku tidak suka Veronica, aku ingin pergi dari sekolah ini. Veronica dia memang orang kaya tapi tidak seharusnya dia sampai berbicara seperti itu kepada ku."
Elisabeth ingin Veronika yang bersalah yang di anggap salah, sehingga Elisabeth ingin sekali Veronica yang meminta maaf kepada.
"Jika Veronica tidak jahat dengan ku, aku masih ingin sekolah di sini, tapi jika Veronica masih seperti ini aku lebih baik pergi."
Merasa sangat hawatir sekali dengan Elisabeth, membuat Suster Diana memilih untuk mencari Elisabeth di dalam kelas nya dan Suster Diana melihat Elisabeth yang sedang menangis di hadapan guru nya.
"Bermain drama apalagi yaa Elisabeth, dia benar-benar sangat pintar mengambil simpatik banyak orang."
Suster Diana terus saja memandangi Elisabeth sampai akhir nya jam istirahat pun berakhir dan semua murid-murid masuk ke dalam kelas nya, Ketika melihat Veronica ibu guru pun langsung menarik tangan Veronica.
"Veronica sayaaaaang, mulai sekarang dengan siapa pun kamu harus bisa menjaga ucapan kamu yaa sayang. Elisabeth memang anak adopsi tapi tidak usah kamu langsung mengatakan nya seperti itu kepada nya, itu membuat hati Elisabeth merasa sangat sedih sekali."
Elisabeth pun langsung tersenyum kepada Veronica dan membuat Veronica merasa sangat kesal kepada Elisabeth.
"Sekarang kamu minta maaf yaa kepada Elisabeth dengan perkataan mu kemarin sampai membuat Elisabeth sedih."
"Aku minta maaf yaa Elisabeth."
Veronica pun seketika langsung pergi dia langsung duduk di kursi nya, teman-teman yang ada di dalam kelas merasa sangat kesal sekali dengan sikap Elisabeth.
"Aku tidak mau berteman dengan Elisabeth, dia sangat licik sekali yaa."
Ucap salah satu teman berbicara dengan Veronica, tapi Veronica memilih untuk diam saja karena dia yang tidak mau di salahkan
"Kalau seperti ini aku tidak akan keluar dari sekolah ini karena yang salah sudah meminta maaf."
__ADS_1
Elisabeth pun kembali duduk di kursi dan Suster Diana merasa sangat kesal sekali dengan sikap Elisabeth. Suster Diana menunggu bell pulang dia pun tidak lupa untuk memberitahu Melinda.
*Bu Melinda, lebih baik tidak usah datang ke sekolah. Karena Veronica yang sudah meminta maaf kepada Elisabeth dan Elisabeth tidak jadi keluar dari sekolah ini*
Melinda yang membaca pesan dari Suster Diana dia merasa sangat terkejut sekali.
"Kenapa jadi Veronica yang harus meminta kepada Elisabeth, sedangkan Elisabeth yang bersalah dia sampai mendorong Veronica terjatuh ke lantai. Apa yang sebenarnya terjadi."
Ferdian melihat wajah Melinda yang seperti sedang mempunyai permasalahan, Febrian merasa semenjak Melinda mengadopsi Elisabeth dia yang sering merasa Melinda banyak permasalahan.
"Aku akan tetap datang ke sekolah, dan harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi."
Melinda kembali pergi dari toko nya, dia pun bertemu dengan Febrian.
"Febrian aku ke sekolah dulu yaa, ada sedikit masalah di sekolah nya Elisabeth."
Febrian hanya bisa terdiam saja padahal sekarang kondisi toko sedang tidak baik-baik saja, pembeli Parfume yang semakin menurun drastis tidak seperti biasanya.
Febrian pun berjalan menuju ke tempat kasir dan dia melihat sudah berapa botol Parfume yang sudah terjual.
"Pak Febrian, saya merasa semenjak kita Menganti nama Parfume. Penjualan kita semakin menurun para konsumen yang lebih merasa peka dengan Putri Belinda Parfume milik Pak Ronny. Mereka kebanyakan berbicara negatif terhadap Elisabeth Parfume, mereka bilang jika Bu Melinda lebih memilih nama anak lain dari pada anak kandung nya."
Febrian sudah merasakan dampak nya dari sebelumnya, dia pasti merasa penjualan yang akan menurun setelah pergantian nama.
"Saya akan mencoba untuk membicarakan hal ini dengan Ibu Melinda, karena jika di biarkan maka toko ini akan segera bangkrut."
Febrian pun memilih untuk kembali ke ruangan dia terus saja memandangi wajah Elisabeth.
__ADS_1
"Wajah yang tidak seperti anak pada umumnya, wajah yang penuh dengan kekuasaan. Aku sangat yakin sekali, jika Elisabeth akan menguasai semua harta kekayaan milik Bu Melinda, di saat nanti dia besar dia akan menjadi seorang wanita yang sangat sombong sekali."
Febrian menyimpan kembali foto tersebut.