
Ketika Suster Diana yang belum bisa masuk ke dalam kamar Putri Belinda, Melinda yang sudah sampai di depan gedung merah tersebut.
Melinda turun dari mobil nya, dia pun berjalan menghampiri satpam yang sedang menjaga.
"Saya Melinda, istri dari Ronny saya ingin bertemu dengan suami saya."
Satpam tersebut pun langsung membukakan pintu gerbang untuk Melinda masuk.
"Silahkan masuk Bu Melinda."
Melinda pun berjalan menuju ke pintu utama tapi langkah kaki yang tiba-tiba saja berhenti di tempat kejadian kecelakaan tersebut.
Melinda merasakan bau yang tidak wajar ketika berada di tempat tersebut.
"Aroma menyengat ini akan menghapus keharuman aroma Parfume, Ronny benar-benar tidak manusiawi sekali."
Melinda pun merasakan yang tidak biasa ketika dia dia yang baru saja masuk ke lantai dasar.
__ADS_1
"Seperti bau darah segar yang sangat membuat ku mual sekali seperti Ingin muntah."
Melinda mempercepat jalannya menuju ke lantai dua, dia mencari suami di lantai dua tapi ternyata Melinda yang tidak menemukan suaminya.
"Berada di lantai mana dia,? apakah lantai ke tiga lantai paling atas."
Melinda pun menuju ke lantai tersebut dan dia mengetuk pintu, Ronny yang baru saja selesai mandi dia pun membuka pintu tersebut.
Ronny begitu sangat terkejut sekali ketika melihat kehadiran istri nya di hadapan nya.
"Melinda,? kamu yang sudah membaik sekarang? seperti nya kamu yang sudah merindukan ku yaa."
"Lepaskan pelukan erat ini, aku sudah tidak menginginkan nya."
Melinda mencoba untuk melepaskan pelukan erat dari Ronny karena dia yang sudah merasa sangat muak sekali dengan Ronny.
"Melinda, apa yang sudah terjadi dengan mu. Kamu membenci masih saja benci dengan ku hanya karena Putri Belinda? Putri Belinda mengalami kecelakaan yang tidak mungkin bisa kita cegah karena itu semua adalah takdir Putri Belinda yang harus meninggal di tempat tersebut."
__ADS_1
Melinda tersenyum tipis pada Ronny.
"Jika kamu tidak mengajak kita untuk pergi ke tempat aneh tersebut, mungkin Putri Belinda sekarang yang masih bersama dengan ku dia masih ada di dalam pelukan ku."
Melinda tidak kuasa menahan air mata nya yang membasahi kedua pipinya.
"Jadi kamu menyalakan aku atas meninggalnya Putri Belinda,? apakah kamu juga berpikir jika aku yang melakukan semuanya? aku adalah Papa kandung Putri Belinda tidak mungkin aku membunuh anak ku sendiri."
Ronny berbicara begitu sangat tegas sekali, tapi Melinda merasa tidak percaya dengan perkataan Ronny.
Ronny mencoba untuk menyakinkan Melinda jika dia bukan yang mencelakakan Putri Belinda, Ronny tidak mau masuk ke dalam penjara karena perbuatan nya itu.
Ronny mencoba untuk mendekatkan diri nya dengan Melinda dia memegang tangan Melinda.
"Melinda sampai kapan kamu terus saja seperti ini, kamu sampai despresi dan tidak bisa seperti dulu lagi untuk memajukan perusahaan kita berdua ini."
Melinda melepaskan genggaman erat tangan Ronny.
__ADS_1
"Memajukan perusahaan kita berdua,? bukan kamu yang mengambil semua bisnis kita menjadi bisnis kamu pribadi,? kamu sangat licik sekali Ronny. Kamu memanfaatkan aku di saat aku despresi kehilangan Putri Belinda sedangkan kamu dengan mudah nya Menganti nama Parfume dan menjual salah satu dari toko kita yang dulu."
Ronny seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan Melinda, Melinda yang sudah mengetahui semuanya.