Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (132)


__ADS_3

Ronny mencari cara bagaimana dia bisa menemukan Putri Belinda, tanpa sepengetahuan Melinda. Melinda yang hanya mengetahui jika Putri Belinda itu sudah meninggal.


"Rizal, cari Putri Belinda. Aku ingin mendapatkan nya, aku ingin Putri Belinda tinggal bersama dengan ku dan membuat Melinda semakin despresi."


Rizal tidak tahu harus mencari kemana Putri Belinda, dia takut jika Putri Belinda yang memang sudah tiada karena Putri Belinda yang harus selalu ke Dokter tiap bulan.


"Baiklah, aku akan mencari Putri Belinda walaupun aku tidak tahu harus mencari ke mana."


Rizal pun keluar dari ruangan Ronny dia yang sebenarnya sedang bingung harus mencari Putri Belinda di mana tapi karena dia tidak mau Ronny marah kepada nya akhirnya Rizal pun pergi dan mencoba untuk mencari.


"Melinda, kamu yang sudah menyakiti ku dan sekarang giliran aku yang menyakiti hati mu. Aku akan mengatakan bahwa aku yang membuat Putri Belinda meninggal dunia sehingga kondisi mu akan semakin tidak baik."


Rencana jahat Ronny kembali datang dia begitu sangat bersemangat sekali, Ronny yang menginginkan Melinda tidak bahagia.

__ADS_1


Ronny pun kembali fokus pada pekerjaan, dia melihat ke cctv melihat para pegawai nya yang sedang bekerja tapi tiba-tiba saja layar cctv itu mati dan terdengar suara teriakan dari lantai dasar.


Ronny langsung berlari menuju ke lantai bawah dia melihat wanita yang pernah dia lihat tergeletak di lantai penuh darah, dia berteriak kesakitan sambil memegang perut nya.


Ronny dengan sangat cepat langsung membawa wanita itu ke Rumah Sakit dengan ambulance, semua pegawai terlihat sangat pucat sekali dan kebetulan sedang tidak ada pengunjung yang datang.


"Apa sebenarnya yang terjadi kenapa dia sampai berteriak-teriak kesakitan seperti itu, ada yang bisa menjelaskan semuanya."


Ronny melihat para pegawai nya lebih memilih untuk menundukkan kepalanya seperti sangat ketakutan sekali.


Salah satu pegawai pun memberanikan diri untuk bercerita di hadapan Ronny.


"Sebelum nya Ratih bilang jika dia mimpi buruk semalam, dia yang di datangi oleh anak kecil berbaju merah dengan membawa pisau di tangan nya dia akan membunuh Ratih jika Ratih tidak mau bermain dengan nya. Anak kecil perempuan itu menginginkan Ratih untuk datang ke toko tepat jam 12 malam tapi di mimpi itu Ratih menolak nya."

__ADS_1


Pegawai wanita tersebut tidak kuasa menahan air mata yang jatuh di pipinya.


"Dan tadi ketika Ratih hendak pergi ke toilet dia melihat anak kecil tersebut sambil memegang pisau dan seketika saja Ratih merasa sangat di bagian perut berteriak-teriak sampai mengeluarkan darah dari mulut nya."


Cerita salah satu pegawai tersebut membuat pegawai yang lain merasa sangat takut sekali dan Ronny pun langsung berlari menuju ke toilet yang di pakai oleh Ratih.


Ronny membuka pintu toilet tersebut dan dia lantai toilet yang penuh dengan darah segar.


"Ini pasti bukan darah Ratih, dia hanya mengeluarkan darah dari mulut tidak mungkin sebanyak ini."


Ronny memilih untuk menyiram darah tersebut dan tiba-tiba saja pintu yang langsung tertutup rapat membuat Ronny merasa sangat terkejut sekali.


Ronny mencoba untuk membuka pintu tersebut tapi ternyata pintu yang seperti terkunci rapat dari luar.

__ADS_1


Ronny berusaha untuk berteriak-teriak tapi seperti tidak ada orang yang mendengarkan teriakkan nya.


__ADS_2