
Melinda begitu sangat yakin sekali dengan keputusan nya, dia ingin mengganti nama Parfume Belinda menjadi Elisabeth Parfume.
"Keputusan ku sudah bulat, aku harus melakukan ini semua. Karena hanya ini yang bisa membuat aku tenang menjalankan kehidupan ini."
Melinda juga berniat untuk bertemu dengan orang tua nya untuk bisa membicarakan rencana nya ini.
"Apakah aku harus mengatakan nya sekarang, hanya ada Ayah dan Ibu saja. Biarkan ini menjadi kejutan untuk Elisabeth nanti."
Melinda mengeluarkan handphone nya, dia mencoba untuk menghubungi kedua orang tuanya.
*Hallo Ibu, siang ini aku ingin bertemu dengan Ayah dan Ibu di Restoran yang bisa kita datangi*
*Ada apa Melinda,? kamu tidak pernah seperti ini sebelumnya. Kenapa tidak kita bicarakan di rumah saja*
*Tidak bisa di rumah Buu, aku keluarga kita saja yang mendengar rencana ku ini*
__ADS_1
*Baiklah Melinda nanti Ibu akan menghubungi Ayah mu*
*Baiklah Bu, sampai ketemu di Restoran*
Melinda mengakhiri panggilan telephone nya dan dia pun mulai bersiap-siap untuk pergi, dia pun langsung menghampiri Febrian.
"Febrian, saya akan bertemu dengan keluarga saya tentang rencana ini. Kamu copot yaa foto-foto Putri Belinda ya setelah bersih baru kita ganti dengan yang baru."
Melinda lebih memilih untuk yang menunggu di Restoran, sedangkan Febrian dia begitu sangat berat sekali ketika menyuruh para pegawai untuk mencopot foto-foto cantik Putri Belinda.
"Kalian semua, kita akan mengganti foto Putri Belinda menjadi foto Elisabeth anak asuh ibu Melinda. Ibu Melinda akan mengganti Belinda Parfume menjadi Elisabeth Parfume."
"Sedih sekali mendengarnya, kenapa harus di gantikan nama nya. Padahal saya merasa Belinda Parfume itu selalu membawa keberuntungan."
Para pegawai sangat menyangkan keputusan Melinda, tapi mereka semua harus seorang pekerja yang harus menuruti perintah atasan nya.
__ADS_1
Mereka pun begitu sangat berhati-hati sekali bahkan mereka pun tidak mau sampai foto-foto tersebut rusak dan sobek. Mereka membawa foto-foto Putri Belinda ke ruangan loker mereka karena foto-foto ini terlalu cantik untuk di buang.
Ketika para pegawai yang merasa sangat sedih dengan keputusan Melinda, Melinda yang sudah sampai di Restoran dengan di ikuti oleh orang suruhan Ronny.
"Bu Melinda yang terlihat sangat serius sekali, dia seperti akan bertemu dengan orang yang penting."
Orang tersebut memilih duduk di belakang kursi Melinda, tetapi Melinda yang masih menunggu kedatangan orang tuanya.
"Lebih baik aku memesan minuman dulu untuk Ayah dan Ibu dan makanan juga karena ini sudah waktunya jam makan siang."
Melinda memilih memesan makanan yang banyak karena dia pun juga merasa sangat lapar sekali.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya ke dua orang tua Melinda pun datang dan Melinda begitu sangat bahagia sekali.
"Silahkan Ayah dan Ibu duduk, sebentar lagi makanan dan minuman akan segera datang."
__ADS_1
Ayah Melinda yang sudah mengetahui sebelumnya, dia pun merasa sangat kecewa sekali dengan keputusan Melinda. Karena Melinda yang baru saja menjadi ibu angkat dan belum tentu juga Elisabeth seperti keinginan Melinda.
Orang suruhan Ronny memperhatikan seperti nya yang sedang bersama dengan Melinda itu bukan tamu kantor nya melainkan adalah orang tua nya.