Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 49.


__ADS_3

Ronny sampai di rumah nya sudah cukup lama dia tidak pulang ke rumah, Ronny berjalan menuju ke kamar Melinda dan di membuka pintu kamar tersebut dan ternyata Suster Diana sedang ada di samping Melinda.


"Apa yang terjadi dengan Melinda,? kenapa dia sampai bisa keluar rumah sedangkan dia itu mengalami despresi."


Ronny mendekati Melinda yang sedang tertidur pulas, Ronny memegang tangan Melinda yang terasa sangat dingin sekali.


"Ibu Melinda meminta saya untuk menemani nya untuk bertemu dengan Putri Belinda dan setelah itu Ibu Melinda meminta untuk berhenti di pembangunan gedung itu, dia berbicara dengan salah satu pegawai yang ada di sana saya tidak tahu mereka berdua membicarakan apa. Tapi tiba-tiba saja Bu Melinda berteriak histeris dan langsung tidak sadarkan diri."


Ronny merasa jika Melinda yang masih berhalusinasi dengan Putri Belinda.


"Kamu jaga baik-baik ibu yaa, saya akan sibuk untuk mengurusi proyek baru saya."


Ronny pun pergi begitu saja dan membuat Suster Diana merasa jika Ronny yang tidak peduli terhadap istrinya.


"Saya akan mentransfer kan uang untuk kebutuhan Melinda setiap bulan."


Ronny pun langsung pergi dari kamar tersebut dan kembang menuju ke kantor nya.


Suster Diana hanya bisa terdiam saja dia fokus pada Melinda, yang selalu saja gelisah di saat dia sedang tidur.


"Apa yang membuat Bu Melinda merasa ketakutan yaa, seperti nya dia sedang melihat sesuatu di gedung tua itu."

__ADS_1


Suster Diana memilih untuk tidur di sofa kamar Melinda karena dia tidak mau jika Melinda yang terbangun dan histeris kembali.


Suster Diana pun memejamkan mata nya dia merasa sangat capek sekali.


Di sebuah taman yang sangat indah sekali, Suster Diana melihat gadis yang dia lihat dari atas jendela kamar Putri Belinda.


Dia melambaikan tangan nya kepada Suster Diana dan Suster Diana pun menghampiri nya, Suster Diana melihat wajah anak itu yang sekilas seperti Putri Belinda tapi ternyata bukan Putri Belinda.


"Kamu siap,? kamu yang aku lihat waktu itu kan."


Suster Diana semakin mendekati dirinya dengan anak tersebut.


Suster Diana terus saja memperhatikan wajah anak perempuan tersebut dan tiba-tiba saja wajah nya mirip seperti Putri Belinda.


"Putri Belinda,? kamu Putri Belinda."


Suster Diana langsung memeluk erat tubuh mungil anak perempuan tersebut.


"Aku bukan Putri Belinda, aku tidak mau sendirian. Aku kedinginan dan aku juga kepanasan bisakah kamu menemukan aku."


Sosok gadis kecil tersebut pun tiba-tiba saja langsung menghilang begitu saja, dan membuat Suster Diana langsung mencari nya.

__ADS_1


"Putri Belinda, di mana kamu sayaaaaang. Kemarilah Nak, Suster Diana sangat merindukan kamu sayang."


Suster Diana terus saja mencari keberadaan anak perempuan tersebut yang dia yakini jika anak tersebut adalah Putri Belinda.


Sampai akhirnya Suster Diana melihat lorong yang gelap dan berujung dengan cahaya terang, Suster Diana pun mengikuti lorong tersebut dia terus saja berjalan dan dia melihat Putri Belinda yang sedang berlari-lari mengejar kupu-kupu.


"Putri Belinda sayaaaaang, kamu begitu sangat bahagia yaa sekarang."


Suster Diana sampai meneteskan air mata nya dia pun terbangun dari tidurnya dan melihat ada bunga mawar merah di tangan nya ketika dia terbangun dari tidurnya.


"Bunga mawar merah siapa ini yaa, sangat harum sekali seperti parfume."


Suster Diana melihat Melinda yang masih tertidur pulas dia pun memegang tangan Melinda yang sudah tidak dingin lagi.


"Semoga saja Bu Melinda kembali seperti semula lagi yaa, ketika dia bangun dari tidur nya."


Suster Diana bersiap-siap untuk mandi dan menyiapkan sarapan pagi untuk Melinda dia ingin ketika Melinda terbangun dari tidurnya dia sudah sarapan dan meminum obat nya.


Bunga mawar merah tersebut masih di genggaman oleh Suster Diana, sampai dia selesai mandi.


Dan tiba-tiba saja ketika Suster Diana mau menyiapkan sarapan dia mendengar kembali teriakan-teriakan dari kamar Melinda.

__ADS_1


__ADS_2