
Ketika Rizal sedang bersama dengan Putri Belinda tiba-tiba saja handphone nya berdering kencang sekali dan Rizal melihat ternyata panggilan telephone dari Ronny.
Rizal pun seketika dia langsung melihat wajah Putri Belinda, Rizal membesarkan volume nya.
*Rizal, kamu sedang berada di mana*
*Panti asuhan ada apa Ronny*
*Aku memiliki rencana sesuatu yang ingin aku lakukan sekarang juga*
*Rencana apa bicarakan saja lewat telephone ini*
*Aku ingin mengganti nama Parfume ku, tidak lagi memakai nama Romeo Parfume. Aku ingin memakai nama Putri Belinda Parfume*
*Baguslah setidaknya kamu adalah orang tua yang masih ingat dengan anak mu*
*Ya, cepatlah kembali ke toko aku tunggu sekarang juga*
*Baiklah aku berangkat sekarang juga*
__ADS_1
Rizal mengakhiri panggilan telephone nya dan Putri Belinda mendengar jelas pembicaraan mereka berdua.
"Papa ingin memakai nama ku dengan sangat lengkap sekali,? apakah itu tandanya Papa yang sudah tidak lagi mempunyai perasaan marah kepada ku sekarang."
Rizal menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Putri Belinda.
"Tidak sayaaaaang, Papa sayang kamu."
Putri Belinda pun terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Sayang, Om pergi dulu yaa. Nanti hari minggu om kembali yaa. Om ingin mengajak kamu jalan-jalan yaa sayang."
"Hati-hati yaa sayang, sabar kamu pasti akan jauh lebih bahagia ketika kamu bersama dengan Papa kamu."
Rizal pun pergi dan Putri Belinda yang lebih memilih untuk diam, Putri Belinda membayangkan betapa bahagianya Elisa sekarang.
"Apakah Elisa sekarang sedang ada di kamar ku yaa, dia sedang bermain dengan mainan-mainan ku dan setiap tidur Suster Diana membaca dongeng untuk nya."
Putri Belinda pun memilih untuk kembali ke kamar nya tapi dia melihat Joana, Putri Belinda pun memilih untuk menghampiri Joanna.
__ADS_1
"Merry siapa lelaki itu apakah dia akan berencana untuk bisa mengadopsi mu,? aku merasa dia begitu sangat akrab dengan mu."
Putri Belinda lebih memilih untuk jujur kepada Joanna, karena dia merasa jika Joana yang tidak akan pernah bicara dengan siapa pun.
"Aku ingin sekali bercerita dengan mu Joanna karena aku percaya kamu anak yang baik, sebenarnya aku masih memiliki Papa dan yang tadi itu adalah Om aku, aku merasa sangat bahagia sekali walaupun aku yang masih merasa nyaman untuk tinggal di panti asuhan ini."
Joanna pun sangat terkejut sekali ketika mengetahui jika Merry yang masih memiliki orang tua.
"Jika kamu masih mempunyai orang tua lalu kenapa kamu bisa berada di panti asuhan dan aku melihat juga Om kamu itu seperti nya dari keluarga yang berkecukupan."
Putri Belinda tidak mungkin menceritakan semuanya kepada Joanna karena Joana pasti tidak akan percaya dengan cerita dirinya. Mereka berdua pun mendengar suar yang memangil nama mereka berdua karena sudah waktunya jam makan siang.
"Ayo Joanna waktu nya makan siang, aku sudah sangat kelaparan sekali."
Putri Belinda menarik tangan Joana mereka berdua pun langsung masuk ke ruangan dan duduk untuk menikmati makanan. Putri Belinda merasa sangat bersyukur sekali dia yang bisa makan bersama dengan teman-teman nya walaupun mungkin jika dia masih bersama dengan keluarga makanan dia di masakan khusus oleh Suster Diana.
"Hey temen-temen aku melihat Elisa di televisi loh, wah hebat sekali yaa dia bisa mempunyai Mama yang baik dan banyak uang. Sekarang kehidupan Elisa seperti seorang princess yaa."
Putri Belinda pun tersenyum tipis ketika mendengar teman-teman nya yang sedang membicarakan tentang kehidupan megah Elisabeth.
__ADS_1