Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (197)


__ADS_3

Suster Diana terbangun dari tidurnya, dia pun merasa jika mimpi nya itu sangat nyata sekali dia merasa sudah memeluk Putri Belinda.


"Mimpi yang indah sekali dan terasa sangat nyata, apa mungkin Putri Belinda memang masih hidup."


Suster Diana mulai merasakan halusinasi nya kembali dan dia pun memilih untuk langsung mandi karena hari ini Elisabeth yang harus sekolah.


Elisabeth masih duduk di atas tempat tidur dia yang merasa sangat malas sekali untuk pergi ke sekolah.


"Aku tidak mau sekolah, jika masih sekolah di sana. Aku ingin sekolah yang lebih mewah dari pada sekolah itu."


Suster Diana masuk ke dalam kamar Elisabeth dia menggelengkan kepalanya ketika Elisabeth yang belum mandi.


"Kenapa kamu masih memakai baju tidur, ayo segera mandi. Jangan sampai kamu telat masuk ke sekolah kamu harus meminta maaf kepada Verona hari ini agar tidak ada lagi pertengkaran di antara kalian berdua."


Elisabeth mengabaikan perkataan Suster Diana, dia lebih sering mengambil handphone nya. Elisabeth benar-benar tidak menghargai Suster Diana.

__ADS_1


"Kamu benar-benar membuat ku marah."


Suster Diana keluar dari kamar Elisabeth, dia berjalan menuju ke ruangan maka di sana yang sudah ada Melinda dan kedua orang tuanya yang sudah pulang semalam.


"Bu Melinda, Elisabeth mengabaikan perkataan saya. Dia lebih memilih memainkan handphone nya dari pada mendengar perkataan saya yang menyuruh nya untuk segera mandi dan bersiap-siap untuk sekolah."


Regina langsung menyelesaikan makanan nya, dia memilih untuk langsung pergi ke kantor begitu juga dengan suami nya yang mengikuti istrinya.


"Elisabeth kenapa kamu membuat Mama mu ini selalu emosional sih Nak."


Melinda pun langsung pergi ke kamar Elisabeth dia mencoba untuk mengendalikan emosi nya, Melinda membuka pintu kamar dan dia melihat Elisabeth yang sedang memainkan handphone.


Melinda menghampiri Elisabeth, tapi Elisabeth yang lebih memilih diam saja dia fokus pada handphone nya.


Karena merasa sangat emosional, Melinda pun akhirnya mengambil handphone Elisabeth. Dan Elisabeth pun langsung menangis histeris.

__ADS_1


"Aku tidak mau sekolah, aku ingin pindah sekolah. Aku tidak mau sekolah di sana lagi, mereka seperti itu aku tidak suka."


Elisabeth terus saja menangis histeris dan Suster Diana pun langsung berlari menuju ke kamar Elisabeth.


"Kamu ingin pindah sekolah di mana Elisabeth, jika sikap kamu yang seperti itu maka semua teman pun akan bersikap seperti itu kepada kamu."


Melinda memeluk erat tubuh Elisabeth.


"Mommy, mohon jangan membuat Mommy emosional. Cepat pergi ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk sekolah, Mommy menunggu kamu di luar."


Melinda melepaskan pelukan erat nya dia pun lebih memilih untuk menunggu di luar sedangkan Suster Diana menghampiri Elisabeth.


"Ayo cepat jangan sampai Mommy Melinda marah-marahnya."


Dengan sangat terpaksa Elisabeth pun langsung masuk ke kamar mandi dan Suster Diana menyiapkan segaram dan segala persiapan sekolah.

__ADS_1


"Kenapa semakin hari semakin menguji sekali kesabaran ku dan juga Ibu Melinda, Bu Regina dan Pak Arief mereka sudah tidak menyukai Elisabeth, semoga Elisabeth bisa berubah sikap nya.


Selesai mandi Elisabeth pun langsung memakai seragam sekolah dan keluar dari kamar nya, wajah Elisabeth terlihat sangat tidak bersemangat untuk pergi ke sekolah.


__ADS_2