
Merry berjalan menuju ke lantai tiga dan dia di pegang erat oleh Papa nya karena tidak mau sampai terjadi sesuatu dengan Merry.
Tapi tatapan mata Merry yang tertuju pada anak kecil berbaju merah yang melambaikan tangan nya kepada Merry. Seketika Merry pun mengingat jika dia yang sebenarnya bernama Merry.
"Papa dan Om Rizal, mulai sekarang kembali memanggil nama aku dengan Belinda yaa jangan Merry lagi karena nama itu sudah ada yang punya."
Tatapan mata Belinda yang terus saja memandangi ke bagian pojok ruangan, genggaman tangan nya begitu sangat erat sekali sehingga Ronny merasa curiga terhadap Belinda.
"Belinda, kamu baik-baik saja kan ? kamu tidak sedang melihat sesuatu yang membuat kamu ketakutan kan sayaaaaang."
Belinda tidak ingin membuat Papa nya hawatir karena tatapan nya seperti hanya ingin menyapa kepada dirinya.
"Aku baik-baik saja Papa, aku tidak apa-apa. Ayo kita lanjutkan berjalan nya."
Ronny berniat untuk melarang Putri Belinda keluar dari toko nya, dia yang tidak mau Melinda sampai mengetahui nya.
"Sayang, untuk sementara waktu kamu hanya bisa bermain-main di sekitar toko yaa sayang. Papa belum siap jika Mama kamu sampai mengerti nya yaa, Papa tidak mau kehilangan kamu."
__ADS_1
Ronny menatap wajah Putri Belinda, dia benar-benar tidak ingin kehilangan Putri Belinda kembali.
"Aku tidak akan pernah pergi Pap, aku akan selalu bersama dengan Papa. Mama sudah mempunyai Elisabeth Mama sudah tidak menginginkan kehadiran ku."
Ronny memeluk erat tubuh mungil Putri Belinda.
"Kamu jangan sedih yaa sayang, Papa akan selalu berusaha untuk membahagiakan kamu. Papa akan membuat kamu bangga bisa bersama dengan Papa."
Putri Belinda pun tersenyum sambil melepaskan pelukan erat dari Papa nya, dia juga mencium kening Papa nya.
"Aku sayang Papa, aku akan selalu sayang Papa selamanya."
"Yasudah yaa sekarang lebih baik kita lanjutkan perjalanan menuju ke ruangan untuk Belinda beristirahat."
Rizal yang lebih memilih untuk mengajak Putri Belinda, sedang kan Ronny dia harus fokus dengan pekerjaan di toko.
Rizal dan Ronny tidak akan pernah membiarkan Putri Belinda sendirian, bahkan mereka berdua berniat untuk tinggal di Apartemen jika Putri Belinda merasakan ketakutan.
__ADS_1
Putri Belinda dan Rizal pun berjalan menuju ke ruangan tersebut, Putri Belinda hanya bisa terdiam saja ketika dia yang banyak melihat sesuatu tapi mereka tersenyum kepada nya sehingga membuat Putri Belinda merasa tenang tidak ketakutan.
Rizal membukakan pintu dan Putri Belinda melihat anak kecil perempuan tersebut yang sudah ada di dalam ruangan tersebut seperti sedang menunggu kedatangan nya.
Putri Belinda yang tanpa sedikitpun merasa takut dia menghampiri anak kecil perempuan tersebut, wajah sangat cantik sekali tidak seperti sebelumnya yang pucat dan banyak darah.
"Om Rizal, jika ingin pergi ke bawah sampai silahkan saja. Aku di sini sendirian saja, aku ingin beristirahat."
Rizal terdiam dia tidak mau sesuatu terjadi dengan Putri Belinda.
"Tidak sayaaaaang, Om Rizal ingin di sini bersama dengan kamu yaa. Om tidak mau terjadi sesuatu dengan kamu."
Putri Belinda merasa jika Om Rizal yang sudah mengetahui keberadaan anak nya ini, tapi dia melihat nya seperti anak yang jahat.
"Aku baik-baik saja, aku kasihan kepada Papa dia pasti membutuhkan Om Rizal. Hari ini toko akan lebih ramai dari sebelumnya, cobalah lihat sebentar saja."
Rizal pun menghampiri layar yang memantau semu tempat di toko dia melihat toko yang begitu banyak sekali pelanggan yang datang dan Ronny kelihatan sangat kewalahan sekali.
__ADS_1
"Pergilah Om aku baik-baik saja, apa yang Om pikiran dia akan baik kepada ku."
Rizal akhirnya dia langsung keluar dari ruangan tersebut berlari menuju ke lantai dasar.