
Di perjalanan menuju ke Bandara Melinda terus saja memikirkan Elisabeth, dia yang sudah sangat dekat sekali dengan anak adopsi nya itu.
"Berat sekali untuk aku meninggalkan Elisabeth, semoga dia baik-baik saja dan di sekolah pun dia tidak membuat masalah."
Melinda pun memandangi foto Elisabeth dia terus saja tersenyum sampai akhirnya dia tiba di Bandara.
Melinda melihat Febrian yang sudah menunggu nya dan membantu Melinda membawa koper nya. Febrian melihat wajah Melinda yang sedih, Melinda yang terus saja meneteskan air mata nya.
"Aku sedikit meninggalkan Elisabeth, aku juga tidak berpamitan dengan Putri Belinda. Padahal aku sekarang lebih merindukan Putri Belinda."
Tanpa di tanya oleh Febrian, Melinda langsung memberitahu kepada dengan dirinya.
"Yasudah lupa kan sejenak, kita masih bisa video call kan di sana. Sudah yaa jangan sedih seperti ini, Putri Belinda pasti tidak akan marah jika kamu tidak berpamitan dengan nya."
Mereka berdua pun mulai bersiap-siap untuk penerbangan dan Febrian memegang erat tangan Melinda.
"Aku akan selalu menjaga mu ketika berada di sana."
Melinda pun tersenyum dia yang seperti di lindungi oleh Febrian.
***
Di tempat yang lain Putri Belinda berada di dalam kamar nya dan dia membuka jendela kamar nya.
__ADS_1
"Hari ini Mama berangkat ke Bali dengan pesawat, aku ingin melihat Mama ahhh. Siapa tau ada pesawat dan kebetulan itu pesawat Mama."
Putri Belinda terus saja menunggu dan membuat Rizal pun masuk ke dalam kamar Putri Belinda.
"Sedang apa yaa Putri Belinda, membuka jendela kamar tidak biasanya di seperti itu."
Karena merasa hawatir Rizal pun langsung mendekati Putri Beli
"Kamu sedang apa sayang, membuka jendela sampai lebar seperti ini."
Tanpa sepengetahuan Rizal hantu Merry menjaga Putri Belinda.
"Aku ingin melihat Mama, kan Mama sore ini naik pesawat jadi jika nanti ada pesawat aku akan berteriak kencang."
"Apakah kamu ingin bertemu dengan Mama,? jika iya Om akan mempertemukan kamu dengan Mama."
Rizal tidak peduli jika nanti Ronny akan marah besar kepada nya, Rizal hanya peduli kebahagiaan Putri Belinda.
"Tidak aku tidak mau bertemu dengan Mama, aku tidak mau membuat Elisabeth sedih. Walaupun Elisabeth yang sering marah-marah kepada ku tanpa sebab tapi aku masih ingin menjaga hati Elisabeth."
Ronny tidak mengerti kenapa Putri Belinda begitu sangat baik sekali.
Dan tiba-tiba saja ada pesawat terbang, Putri Belinda langsung mengeluarkan kepala nya ke luar jendela sambil berteriak kencang.
__ADS_1
"Hati-hati Mama di sana, pulang dengan selamat yaa nanti. Aku cinta Mama."
Putri Belinda begitu sangat bersemangat sekali dia pun melambaikan tangan nya seakan Mama nya bisa melihat dirinya.
Rizal pun langsung menutup jendela tersebut karena merasa sangat berbahaya sekali, Rizal memeluk erat Putri Belinda.
"Om Rizal sayang kamu Nak, Om Rizal ingin selalu bersama dengan kamu."
Putri Belinda merasa bahagia ketika banyak yang sangat dengan nya.
"Terimakasih banyak Om Rizal, ini yang membuat aku tidak mau bertemu dengan Mama. Karena banyak yang sayang sama aku."
Om Rizal pun melepaskan pelukan erat nya dan dia mengajak Putri Belinda keluar dari kamar nya.
"Apakah kamu merasa bosan tidak di gedung ini sayang? apakah kamu ingin mencari Apartemen untuk kita bisa lebih nyaman lagi."
Putri Belinda melihat hantu Merry yang seperti memberikan tanda jangan pergi untuk meninggalkan dia.
"Tidak Om, aku ingin tetap tinggal di toko ini sampai kapan pun. Aku merasa nyaman tinggal di karena aku yang memiliki teman kecil yang baik."
Putri Belinda pun langsung berlari menuju ke lantai dasar dan Rizal seketika dia langsung terdiam ketika Putri Belinda mengatakan mempunyai teman kecil.
"Apakah anak perempuan yang membawa boneka Barbie itu menjadi teman baik Putri Belinda ya, sehingga merubah gedung misteri ini menjadi lebih cerah dan segar kelihatan nya."
__ADS_1
Rizal pun berlari menyusul Putri Belinda yang berlarian sendiri.