Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (104)


__ADS_3

Regina pun akhirnya bisa membawa Elisa dan Merry melihat Elisa yang masuk ke dalam mobil mewah.


"Elisa pergi ke mana yaa,? dia pergi bersama dengan siapa yaa."


Merry pun merasa jika Elisa yang mungkin sudah di adopsi oleh orang kaya seperti yang dia bicarakan tadi.


Merry pun memeluk hadiah yang di berikan oleh Suster Diana untuk nya, Merry pun memilih untuk membatin tubuh nya di atas tempat tidur.


Ketika Merry yang sedang sedih berbeda dengan Elisa yang menikmati kebersamaan bersama dengan Regina.


"Elisa sekarang kamu bisa panggil Omah yaa sayang, jangan ibu nya mommy Melinda yaa."


Elisa semakin yakin jika dia yang akan menjadi bagian dari keluarga Regina.


"Sebelum kita ke rumah omah, bagaimana jika kita pergi untuk membeli mainan sayang."


Mobil berhenti di tempat banyak nya mainan anak-anak dan Elisa pun begitu sangat bahagia sekali.


Regina memegang tangan mungil Elisa, dia yang begitu sangat bahagia sekali karena belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.

__ADS_1


Regina pun begitu sangat bahagia karena dia belum pernah mengajak Putri Belinda seperti ini.


"Andai saja kamu masih ada sayang, begitu sangat bahagia nya Omah. Omah akan menyerahkan sepenuhnya harta kekayaan Omah untuk kamu saya."


Ucap Regina di dalam hati nya sambil memandangi wajah Elisa.


Elisa di bebaskan untuk memilih mainan yang di inginkan, Elisa begitu sangat bahagia sekali dia benar-benar mengambil banyak mainan.


"Aku hanya banyak mengambil mainan yang harganya mahal, biar bisa aku pamerkan ke anak-anak termasuk Merry dia yang tidak mungkin ada orang kaya yang mau mengadopsi Merry dia memang putih tapi dia sangat kurus sekali."


Setelah merasa puas membeli mainan, Regina membawa Elisa untuk makan.


Regina membawa Elisa ke restoran yang sangat mahal sekali sehingga mereka berdua bisa menikmati makanan sepuasnya.


"Aku belum pernah makan di tempat seperti ini Omah, aku sangat bahagia sekali Omah."


Makan yang di pesan datang, Regina benar-benar memanjakan Elisa.


"Makan yang banyak yaa sayang, Omah ingin sekali kelihatan kuat dan sehat yaa."

__ADS_1


Elisa dengan semangat dia memakan semua makanan yang di hidangkan, sampai Elisa merasa sangat kenyang sekali.


"Ternyata yaa Omah untuk makanan dan juga maina nya, aku dan bahagia sekali. Andai saja aku bisa merasakan makanan seperti ini setiap hari."


Setelah melihat Elisa, Regina semakin yakin dengan rencana untuk bisa mengadopsi Elisa.


Regina harus menunggu sampai Melinda sembuh dari depresi nya dan sembuh total agar bisa segera mengadopsi Elisa.


Melihat Elisa yang sudah merasa sangat puas, Regina pun akhirnya membawa Elisa untuk melanjutkan makan nya untuk pergi ke rumah nya.


"Ayo sayang sekarang kita pergi yaa, biarkan nanti mainan yang sudah kamu pesan di bawa oleh supir dan di simpan di bagasi mobil."


Ketika Regina memegang tangan Elisa dan berjalan menuju ke mobil nya tapi tiba-tiba saja langkah kaki Elisa yang berhenti.


"Ada apa sayang, kenapa kamu diam seperti ini sayaaaaang."


Elisa merasa malu sekali ketika dia ingin meminta sesuatu dengan Regina tapi Elisa yang mulai untuk memberanikan diri untuk bicara.


"Aku ingin pakaian yang mahal tas dan sepatu juga, aku ingin bisa berpenampilan cantik di depan Mommy Melinda."

__ADS_1


Regina langsung terdiam karena dia yang hanya di berikan waktu sebentar oleh pihak panti asuhan.


__ADS_2