Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (125)


__ADS_3

Melinda menyambut pagi indah nya karena hari ini dia mulai beraktivitas kembali.


"Semua aku lakukan demi Elisa, aku harus bisa sembuh agar aku bisa segera mengadopsi Elisa karena aku sangat yakin sekali Elisa adalah penyemangat hidup ku."


Sudah rapi dan cantik Melinda pun duduk untuk menunggu sarapan pagi untuk nya, Melinda mendapatkan sarapan pagi khusus dari Suster Diana dia tidak makan sembarangan.


Suster Diana membawakan sarapan dan juga obat yang masih harus di konsumsi oleh Melinda.


"Apakah ibu yakin akan pergi ke kantor hari ini,? ibu perlu saya dampingi?."


Suster Diana yang begitu sangat menghawatirkan kondisi Melinda.


"Tidak perlu aku bisa sendirian, aku kuat dan aku pasti mengendalikan emosi ku. Karena di sana aku yang tidak melihat wajah Ronny."


Ke dua orang tua Melinda pun merasa percaya dengan kondisi Melinda yang sudah membaik.


"Yasudah yaa Melinda, Ibu dan Ayah pergi duluan yaa. kamu hati-hati dalam berkerja yaa."


Kedua orang tua Melinda pergi ke kantor nya masingmasing dan Melinda pun yang sudah selesai makan dia langsung meminum obat.


"Suster Diana, aku pergi dulu yaa. Kamu baik-baik rumah jika kamu merasa bosan kamu baca saja buku merah tersebut sampai selesai yaa."

__ADS_1


Melinda pun langsung berjalan menuju ke luar dia yang menggunakan supir pribadi karena belum berani mengendarai mobil sendiri.


Di perjalanan menuju ke toko nya Melinda mempersiapkan semuanya dia yang akan presensi tentang Parfume terbaru nya.


"Aku harus tampil sempurna, aku tidak boleh sampai mengecewakan banyak orang karena banyak karyawan ku yang membutuhkan uang untuk keluarga mereka."


Melinda merasa jika asisten pribadi nya Febrian dia adalah orang yang sangat hebat sekali.


Melinda pun akhirnya sampai di depan tokonya dia seketika tersenyum ketika melihat toko yang di buat cerita.



"Aku tidak menyangka jika toko ku bisa seperti ini, ini akan di minati oleh banyak anak-anak."



Melinda pun langsung menghampiri Febrian.


"Selamat pagi Febrian, aku sudah siap untuk mengadakan presentasi hari ini tentang produk Parfume terbaru toko kita."


Febrian begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Melinda yang akhirnya kembali ke kantor.

__ADS_1


"Luar biasa sekali Ibu Melinda, saya menunggu kedatangan ibu Melinda di sini dan saya yakin toko kita ini akan semakin sukses dan maju karena ada Ibu Melinda di sini."


Melinda pun hanya bisa tersenyum dan dia masuk ke dalam ruangan nya, Febrian memilih untuk menyiapkan untuk presentasi mereka hari ini.


Febrian terlihat sangat semangat sekali dia sampai tidak kuasa ingin secepatnya melakukan presentasi bersama dengan Melinda.


"Ketika seorang Ratu sudah datang, maka semuanya akan berubah."


Febrian memilih untuk masuk kembali ke ruangan Melinda dia ingin mendapatkan pendapat dari Melinda tentang pekerjaan nya


Febrian mengetuk pintu di saat Melinda yang baru saja duduk, dan Melinda pun teriak agar Febrian segera masuk ke dalam ruangan nya.


"Maaf ibu Melinda ini adalah hasil pekerjaan ku, Bu Melinda bisa melihat nya terlebih dahulu sebelum kita berdua melakukan presentasi bersama."


Melinda mengambil berkas-berkas tersebut dia begitu sangat teliti sekali membaca nya sehingga tidak ada sedikit pun cela kesalahan.


"Hasil pekerjaan mu sudah tidak di ragukan lagi Febrian, aku meminta kepada mu agar tidak menjadi musuh dalam selimut bersama dengan ku."


Febrian mengerti dengan apa yang di katakan oleh Melinda, dia yang seperti sedang membicarakan suaminya sendiri.


"Tidak akan Bu, saya tidak akan seperti itu kepada ibu Melinda saya berjanji akan selalu bersama dengan Ibu Melinda untuk melindungi ibu dari orang-orang yang mengecewakan hati ibu."

__ADS_1


Melinda pun langsung tersenyum manis kepada Febrian, tapi Melinda juga tidak memberikan kepercayaan lebih kepada asisten pribadi nya tersebut.


__ADS_2