Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 85.


__ADS_3

Melinda terbangun dari tidurnya dia merasa sangat senang sekali berada di rumah nya kembali.


"Aku seperti tidak ingin pulang dari rumah ini, aku merasa sangat nyaman sekali berada di rumah ini."


Melinda keluar dari kamar nya dia melihat Suster Diana yang sedang menonton televisi, Melinda pun menghampiri Suster Diana.


"Kamu sedang melihat proses pemakaman Monica, pegawai Ronny yang mengalami kecelakaan tragis. Aku tidak menyangka jika Ronny yang hadir dalam proses pemakaman tersebut."


Suster Diana pun akhirnya memilih untuk memberitahu kepada Melinda.


"Bu, pada saat ibu tidur. Pak Ronny menelephone saya dia menanyakan ibu di mana dan saya tidak memberitahu nya."


Melinda merasa jika dirinya yang memang sudah tidak mau lagi bertemu dengan Ronny.


"Seperti nya kita sekalian tinggal di sana saja, kita lupakan rumah itu. Aku merasa sangat lelah sekali berada di rumah itu yang selalu saja di hantu oleh kecil perempuan."


Apa yang di rasakan oleh Suster Diana ternyata di rasakan juga oleh Melinda.

__ADS_1


"Tapi Bu, ijinkan saya mengambil buku merah yang berada di dalam kamar Putri Belinda. Karena buku merah tersebut adalah yang paling di cari oleh Putri Belinda."


Melinda pun hanya menganggukkan kepalanya saja dia pun berjalan menuju ke luar rumah nya.


Suster Diana mengikuti Melinda, mereka melihat orang tua Melinda yang senang berkebun di halaman rumah nya yang luas.


"Andai saja Putri Belinda masih hidup, dia pasti mereka sangat senang sekali melihat buah-buahan yang sangat banyak sekali seperti ini dan membuat dirinya bisa memetik sesuka hati nya."


Suster Diana pun merasa keindahan di rumah Melinda begitu sangat asri sekali tidak seperti di rumah itu, mereka merasakan hal-hal yang sangat menyeramkan hampir setiap hari.


Handphone Melinda berdering kencang dia pun langsung menjawab panggilan telephone masuk tersebut.


*Iya ada apa yaa*


*Ronny ingin menjual seluruh toko nya, dia ingin memiliki satu toko saja*


*Apa yang ada di pikiran nya, kenapa dia selalu saja ingin menjual sedangkan dia belum memiliki keuntungan dari toko yang baru*

__ADS_1


*Ada kabar Ronny yang akan merenovasi gedung tersebut dari berwarna merah menjadi putih, karena dia yang tidak mau mendapatkan kecelakaan yang selalu mengeluarkan darah berwarna merah*


*Aku yang akan membayar ke 6 gedung itu, jangan beritahu Ronny. Aku percaya semua kepada kamu, kamu jalankan bisnis tersebut dengan baik aku akan mentransfer uang nya sekarang juga*


*Baiklah Melinda*


Melinda mengakhiri panggilan telephone nya, dia pun akhirnya bisa mendapatkan kembali bisnis nya.


"Akhirnya aku yang bisa mendapatkan semuanya kembali, walaupun aku harus membayar nya. Kenapa Ronny begitu sangat bodoh sekali, untuk apa dia menjual hanya untuk merenovasi saja. Sudah tahu gedung itu tidak cocok untuk di buat bisnis."


Melinda pun menyiapkan uang nya untuk membeli ke 6 gedung tersebut.


"Melinda untuk apa kamu sampai harus membelinya, biarkan saja dia merasakan kegagalan dalam berbisnis."


Melinda pun menatap wajah Ayah nya.


"Aku seperti ini karena Putri Belinda, aku ingin mengembalikan Belinda Parfume. Dan aku memilih bagaimana perasaan nya ketika Belinda Parfume kembali seperti dulu lagi."

__ADS_1


Melinda sudah tidak mau lagi bersikap baik dengan Ronny, menurut Melinda suami nya itu adalah musuh dalam selimut yang sangat licik.


__ADS_2