Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 97.


__ADS_3

Melinda yang terus saja berteriak-teriak sambil memanggil nama Putri Belinda dan akhirnya Dokter Robby pun datang.


Melinda yang langsung di tangani oleh Dokter Robby, dia pun langsung menghampiri Dokter Robby.


"Dia yang membunuh Putri Belinda, mereka berdua membunuh Putri Belinda. Kedua tangan mereka membawa pisau yang sudah di penuhi oleh darah, kamu percaya kan Robby dengan perkataan ku ini."


Robby merasa ada orang tertentu yang membuat Melinda menjadi seperti ini, dia sangat menggangu Melinda.


"Iya Melinda, Aku percaya dengan apa yang kamu ceritakan. Sekarang kamu istirahat yaa dan minum obat ini agar kondisi kamu semakin membaik."


Robby memberikan obat penenang untuk Melinda, dia pun merasa Melinda yang sudah sangat kelelahan sekali.


Robby pun keluar dari kamar Melinda dan menghampiri Ibu Melinda.


"Bu, tolong gantikan baju Melinda. Baju yang sangat basah karena keringat."


Ibu Melinda pun masuk ke dalam dan Dokter Robby menghampiri Suster Diana.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Melinda,? kemarin dia baik-baik saja kenapa sekarang Melinda kembali despresi?."


Suster Diana pun mulai menceritakan semuanya.


"Seharusnya Bu Melinda sekarang pergi ke toko nya, 6 toko yang sudah di jual oleh Pak Ronny tanpa sepengetahuan nya Bu Melinda yang membelinya tapi Bu Melinda yang ingin melihat pembukaan toko parfume milik suaminya di sana ada Pak Ronny dan Pak Rizal. Pak Rizal adalah orang yang waktu mengajak kita sekuarga untuk datang ke tempat yang mengakibatkan Putri Belinda meninggal."


Dokter Robby pun berpikiran negatif terhadap mereka tapi tidak memiliki bukti yang kuat.


"Melinda jangan sampai keluar rumah dulu yaa, hindari orang yang membuat Melinda panik. Biarkan Melinda menjadi lebih baik dahulu."


"Saya pergi dulu yaa, coba kamu ajak ngobrol Melinda tapi dengan pelan-pelan saja yaa."


Dokter Robby pergi dan Suster Diana masuk ke dalam kamar Melinda.


Ibu Melinda menangis melihat kondisi Melinda yang seperti ini.


"Bagaimana jika kondisi Melinda yang semakin parah tidak ada kemajuan, Ibu tidak mau jika Melinda yang harus di rawat di Rumah Sakit Kejiwaan, ibu tidak tega melihat nya."

__ADS_1


Melinda tidur sangat gelisah dia yang selalu saja memanggil Putri Belinda.


"Saya yakin sebagai Suster yang mengurus Putri Belinda begitu sangat kehilangan sekali ketika Putri Belinda yang harus pergi untuk selamanya. Apalagi Ibu Melinda yang mengandung dan melahirkan Putri Belinda."


Suster Diana mengambil tas pink yang selalu di bawa oleh Putri Belinda, dia memegang kan tas tersebut agar Melinda bisa memeluknya.


"Mama rindu sayaaaaang, ayolah pulang sayaaaaang. Mama menunggu kedatangan mu sayaaaaang."


Melinda yang memejamkan mata nya sambil berbicara dengan tetesan air mata nya.


"Putri Belinda, pasti akan kembali kepada kita. Sekarang kita doakan yang terbaik untuk Putri Belinda yaa Buu."


Suster Diana memegang erat tangan Melinda dan Ibu nya pun memilih untuk pergi dia yang tidak kuasa melihat Melinda yang menginginkan Putri Belinda untuk kembali.


"Seperti nya memang benar, Melinda harus mengadopsi anak perempuan yang seumuran dengan Putri Belinda agar dia bisa melampiaskan kasih sayang nya kepada anak perempuan tersebut."


Ibu Melinda pun menutup rapat pintu kamar Melinda.

__ADS_1


__ADS_2