
Ronny yang begitu sangat emosional sekali dia pun meluapkan kekesalannya sampai membuat Rizal terdiam di saat Ronny emosional.
"Putri Belinda, di mana kamu sayaaaaang. Papa ingin bertemu dengan mu Nak. Papa ingin sekali bisa membahagiakan kamu dan menebus kesalahan Papa."
Rizal pun merasa sangat kasihan sekali melihat Ronny yang terus-menerus merasa bersalah.
"Ronny bagaimana besok kita pergi ke pantai asuhan, kamu bisa meluapkan rasa kasih sayang mu kepada anak-anak yang kekurangan kasih sayang."
Ronny seakan mengabaikan perkataan Rizal karena di pikiran Ronny hanya ada Putri Belinda dia tidak mau mengikuti jejak Melinda sampai mengadopsi anak karena dia tahu jika Putri Belinda yang masih hidup.
Suasana berbeda di panti asuhan, Merry tidak sengaja melihat pemberitaan di televisi. Dia pun duduk sambil memperhatikan acara televisi tersebut.
Merry melihat bukan foto dirinya melainkan foto Elisabeth, Merry begitu sangat terkejut sekali melihat nya. Ternyata Mama sudah tidak mau memakai foto-foto dirinya bahkan Merry pun begitu sangat terkejut sekali ketika nama Parfume yang berganti nama menjadi Elisabeth Parfume.
Merasa tidak kuasa meneruskan menonton televisi, Merry pun langsung berlari menuju ke kamar nya dia sampai mengunci pintu kamar nya.
"Jahat sekali Elisa sudah memiliki semuanya, ternyata Mama yang benar-benar sudah melupakan ku. Mama sekarang lebih menyayangi Elisabeth.
__ADS_1
"Merry kamu baik-baik saja kan,? Merry kenapa kamu menagis sangat kencang sekali."
Merry pun akhirnya membukakan pintu kamar nya, wajah begitu sangat merah sekali.
"Merry ada apa dengan kamu kenapa kamu sampai menangis seperti ini."
Joanna mengambil tissue dia menghapus air mata Merry.
"Aku merindukan ibu ku, aku ingin sekali bisa bertemu dengan ibu ku tapi aku tidak tahu bagaimana cara nya."
"Merry jangan sedih yaa, Merry jangan menangis. Nanti pasti akan ada keluarga yang mengadopsi Merry mereka pasti sayaaaaang Merry."
Merry pun langsung mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menahan air mata nya.
"Merry pasti melihat kebahagiaan Elisa, Elisa itu bukan anak yang baik tapi dia bisa mendapatkan keluarga yang baik apalagi kamu Merry yang sangat baik sekali."
Ketika Joana yang sedang mengobrol dengan Merry, tiba-tiba saja salah satu pengurus panti asuhan mengetuk pintu kamar Merry.
__ADS_1
"Merry sayaaaaang, ada yang ingin bertemu dengan kamu Nak."
Merry pun seketika dia langsung terkejut siap yang ingin bertemu dengan nya, Merry pun mengikuti apa yang di katakan oleh pengurus.
"Siapa yang ingin bertemu dengan ku,? tidak biasanya ada yang ingin bertemu dengan ku."
Merry pun membuka pintu dan masuk ke dalam Merry begitu sangat terkejut sekali ketika melihat wajah Rizal di hadapan nya.
Bibir Rizal pun tiba-tiba saja bergetar ketika dia melihat Merry, dia yang seperti ingin bicara tapi susah untuk mengeluarkan nya.
"Om jahat untuk apa kamu ke sini tidak puaskan kamu ingin membunuh ku,? sekarang apa yang akan kamu lakukan kepada ku."
Merry pun langsung menghindari Rizal dia memegang sesuatu di tangan nya, dan Rizal pun mencoba untuk menenangkan Merry.
"Merry, Om tidak menyangka bisa bertemu dengan kamu Nak. Kenapa kamu sampai bisa ada di pantai asuhan?. Apakah kamu di bawa ke pantai asuhan oleh orang itu, orang tua Melly korban yang meninggal sesungguhnya."
Merry memilih untuk diam dia masih menyimpan perasaan dendam terhadap Rizal.
__ADS_1