Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 24.


__ADS_3

Ketika Melinda yang sedang berada di rumah sakit untuk menemani Belinda.


Ronny dia bersama dengan Rizal, dia mencoba untuk meracuni pikiran Ronny demi ingin mendapatkan uang Ronny.


"Bagaimana Ronny, apakah kamu sudah memikirkan rencana ku ini. Jika kamu kehilangan Belinda kamu bisa mempunyai anak kembali yang sehat normal seperti anak kecil pada umumnya. Jika Belinda yang hanya bisa membebani keluarga mu saja lebih kamu buang saja dia."


Ronny berpikir lagi dia merasa tidak tega jika harus melakukan nya.


"Aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu kepada anak kandung ku sendiri, aku tidak mungkin melakukan."


Ronny hendak pergi dan menjauh dari Rizal.


"Kamu tidak akan melakukan nya, biarkan aku yang melakukan nya. Kamu tidak usah hawatir asalkan kamu bisa memberikan uang banyak maka semua nya akan beres."


Ronny kembali menghampiri Rizal dan dia pun mengatakan.


"Aku tidak mau kamu sampai melenyapkan nyawa anak ku, bagaimana caranya buat saja dia pergi berikan kepada orang lain untuk bisa mengurus nya."


Mendengar perkataan Ronny seperti nya dia setuju dengan jalan pemikiran nya.


"Baiklah jika itu yang kamu mau aku akan mencari seseorang yang bisa mengurus Belinda, aku tidak akan melenyapkan nyawa Belinda tapi aku ingin uang 200 juta."


Ronny begitu sangat terkejut sekali ketika Rizal yang meminta untuk sebanyak itu kepada nya.


"Apakah kamu tidak normal, 200 juta itu sangat banyak sekali Rizal."


Robby sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"200 juta itu akan kembali kepada mu dalam waktu yang cepat ketika kau tidak perlu lagi membiayai Belinda untuk pengobatan di rumah sakit dan mungkin 5 cabang toko mu itu akan bertambah menjadi 6 cabang dengan waktu yang sangat cerah sekali."


Ronny pun seketika dia langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari Rizal, Ronny berpikir jika Rizal yang hanya memberikan Belinda kepada orang lain bukan untuk membuat Belinda kehilanganmu nyawa nya dan suatu saat nanti dia pun bisa melihat Belinda kembali.


"Akan aku siapakah uang nya tapi ingat jangan sampai kau menyakiti sedikit pun anak ku yaa, aku hanya ingin kau memberikan anak kepada seseorang untuk mengurus nya."


Rizal pun menganggukkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum tipis kepada Ronny.

__ADS_1


Merasa sudah selesai pembicaraan nya mereka berdua pun pergi meninggalkan tempat tersebut.


Ronny berniat untuk pulang tapi salah satu pegawai nya menghampiri nya.


"Maaf Pak Ronny saya mendapatkan kabar dari Bu Melinda jika Belinda sedang di rumah sakit, Belinda yang tiba-tiba tidak sadarkan diri."


Ronny seperti tidak bisa berbicara lagi dia sampai memejamkan mata nya sebelum dia masuk ke dalam mobil nya.


"Terimakasih banyak atas informasinya, saya sekarang segera pergi ke rumah sakit."


Di perjalanan menuju ke rumah sakit, Ronny terpikir dengan rencana jahatnya bersama dengan Rizal.


"Yang penting aku tidak meminta Rizal untuk menyakiti nyawa Belinda, semoga saja ketika Belinda di rawat oleh orang lain dia bisa sembuh dari penyakit-penyakit nya."


Ronny pun akhirnya sampai di rumah sakit dia harus bisa menjaga ucapan nya bersama dengan Melinda jangan sampai mereka berdua ribut kembali di dalam rumah sakit.


Suster Diana melihat kedatangan Ronny dia pun meyakini jika akan ada pertengkaran besar di dalam ruangan tersebut.


Ronny melihat dari balik pintu kaca dia melihat Melinda yang sedang mengobrol dengan Belinda.


Ronny pun membuka pintu kamar tersebut, dan membuat Melinda dan Belinda merasa sangat terkejut sekali melihat kedatangan nya.


"Aku dengar Belinda yang tiba-tiba tidak sadarkan diri di bawa ke Rumah Sakit dan aku pun segera datang ke sini."


Walaupun melihat sikap nya yang perhatian kembali kepada Belinda tapi Melinda merasa tidak percaya lagi pada suaminya.


"Baguslah jika kamu masih mempunyai rasa peka terhadap Belinda, sini dekati Belinda jangan menjaga jarak seperti itu."


Ronny pun menghampiri Belinda dan Melinda mengambil buah-buahan untuk Belinda.


Ketika Ronny berada di dekat Belinda dia seperti seperti melihat wajah anak kecil yang penuh darah dan sampai hancur wajah nya.


Ronny seketika langsung menjauhi Belinda sampai dia terjatuh ke lantai.


Melihat suaminya yang tiba-tiba saja terjatuh, Melinda pun langsung menghampiri Belinda.

__ADS_1


"Apa yang sudah terjadi dengan Papa mu Nak, kenapa dia sampai terjatuh seperti itu."


Tangan Ronny sampai bergetar dan dia tidak berani menatap wajah Belinda, Ronny pun tiba-tiba saja langsung berlari pergi dari ruangan Belinda.


Melihat Ronny yang keluar dari ruangan Belinda dengan wajah yang seperti ketakutan, Suster Diana segera masuk ke dalam.


"Tadi Papa melihat wajah ku dan Papa seperti ketakutan sekali melihat wajah ku, kenapa ya dengan Papa."


Jika Melinda yang masih bisa tersenyum manis mendengar perkataan Belinda, tapi tidak dengan Suster Diana dia merasa sesuatu yang aneh terjadi pada diri Belinda.


"Seperti nya Papa itu banyak salah dengan kamu sayang jadi Papa ketakutan sekali seperti itu, sudah yaa biarkan saja yaa sayang."


Belinda pun memakan buah-buahan yang di berikan oleh Mama nya, dan Suster Diana memperhatikan wajah Belinda yang tidak seperti dulu terlihat jauh lebih segar.


"Bu, seperti nya saya ijin pulang yaa Buu. Saya merasa kurang enak badan nih Bu. Belinda sayang tidak apa-apa yaa bersama dengan Mama yaa. Besok Suster Diana kembali ke sini yaa."


Belinda pun membiarkan Suster Diana untuk pulang karena mengetahui jika Suster Diana yang merasakan mual pusing pada saat sebelum pulang ke rumah nya.


"Hati-hati yaa Suster Diana salam ku kepada si Merah."


Suster Diana begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar Belinda yang menitipkan salam untuk si Merah dan Suster Diana mengabaikan perkataan tersebut dia lebih memilih untuk segera pergi.


"Si Merah itu siapa sayang,? hewan peliharaan kamu di rumah tapi kamu kan tidak punya hewan peliharaan di rumah."


Belinda tersenyum manis di hadapan Mama nya.


"Si Merah itu buku kesayangan ku Mama, dia kasihan loh Mam si Merah itu selalu kesepian sekali seperti aku."


Melinda tidak menganggap serius perkataan Belinda dia berpikir jika Belinda dengan halusinasi nya pada buku cerita yang ada di dalam kamar nya.


"Ayoo sayang, sudah makan sekarang kamu bobo yaa sama Mama yaa sayang."


Melinda mengusap-usap kepala Belinda sampai akhirnya Belinda pun bisa tertidur pulas.


"Tidur yang nyenyak sayaaaaang, mimpi yang indah yaa. Semoga keajaiban datang kepada mu kamu sehat dan semua penyakit yang ada di dalam tubuh mu hilang kamu bisa sembuh seperti anak-anak seusia mu."

__ADS_1


Melinda mencium kening Belinda dengan doa-doa nya yang berharap menjadi nyata.


__ADS_2