Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (133)


__ADS_3

Ferdian tidak sadar memegang tangan Melinda, sama Melinda merasa tenang.


"Terimakasih Ferdian kamu sudah menyelamatkan aku dari Ronny, seperti nya dia memang sengaja ingin membuat aku despresi. Dia memang sangat jahat dia adalah musuh ku."


Ferdian dan Melinda pun kembali ke ruangan nya, mereka berdua sangat profesional sekali dalam berkerja.


"Seperti nya Pak Ronny cemburu melihat saya dan ibu,? bagaimana menurut ibu apakah ini tidak akan berdampak pada rumah tangga ibu kedepannya?. Saya tidak mau di sebut sebagai retak nya hubungan rumah tangga orang lain."


Melinda menatap wajah Ferdian dengan sangat serius sekali.


"Aku tidak peduli jika Ronny sampai cemburu melihat kita berdua, menurut ku itu sangat bagus sekali. Karena sekarang sudah tidak ada lagi ikatan cinta antara aku dan Ronny ketika Putri Belinda sudah tiada."


Melinda pun kembali berkerja dan Ferdian hanya bisa terdiam saja mendengar perkataan Melinda.


"Kita ikuti saja permainan Ronny, jika dia melihat kita seperti mempunyai hubungan yasudah kita lakukan saja. Mungkin itu akan membuat Ronny pergi untuk selamanya dari kehidupan ku."


Ferdian pun tersenyum manis ketika mendengar perkataan Melinda, ketika Melinda mulai ingin serius dengan pekerjaan nya tiba-tiba saja handphone nya berdering kencang.

__ADS_1


Melinda langsung mengambil handphone nya dan melihat panggilan telephone siapa yang masuk.


"Ini seperti nomber telephone pantai asuhan, ada apa yaa mereka menelephone ku."


Wajah Melinda mulai sangat cemas sekali dia pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.


*Hallo Bu*


*Hallo Bu Melinda, maaf menganggu waktu berkerja nya. Tapi saya sudah tidak tahu harus bagaimana lagi, Elisa demam dia menangis dan terus saja memanggil nama Bu Melinda*


*Astaga, Elisa demam. Baiklah saya akan segera ke sana*


"Bu Melinda, ibu mau pergi ke mana? siapa itu Elisa?."


Ferdian tidak menginginkan Melinda pergi sendirian di saat sedang seperti ini.


"Elisa itu adalah anak pantai asuhan, aku melihat Elisa seperti aku melihat Putri Belinda. Jika penyakit despresi ku ini di nyatakan sembuh maka aku akan mengadopsi nya."

__ADS_1


Melinda terlihat sangat buru-buru sekali, dan Ferdian memegang tangan Melinda.


"Saya ikut yaa Buu, saya merasa hawatir jika ibu pergi sendirian. Saya bisa menjaga ibu karena saya bisa melakukan bela diri."


Seketika Melinda pun terdiam dia yang seperti mendapat perhatian yang sudah lama tidak di rasakan.


"Baiklah Febrian, kamu yang bawa mobil aku yaa."


Mereka berdua pun keluar dari ruangan dan sebelum pergi Melinda berpamitan dengan para pegawai nya.


"Saya dan Ferdian kita harus pergi ke pantai asuhan yaa, kita tidak akan lama meninggalkan toko ini. Saya mohon kalian semua nya tertib yaa jangan membuat permasalahan."


Para pegawai pun menggangukan kepalanya setelah mereka melihat Melinda pergi, salah satu pegawai mempertanyakan kepergian Melinda ke pantai asuhan.


"Untuk apa ya Bu Melinda pergi ke pantai asuhan,? apakah dia akan mengadopsi anak kembar untuk pengganti Putri Belinda."


Ucap salah satu pegawai yang melihat wajah kekhawatiran Melinda.

__ADS_1


"Mungkin saja iya, tapi aku merasa jika Putri Belinda itu tidak bisa di gantikan. Lebih baik Bu Melinda mengadopsi anak lelaki saja yaa."


Mereka semua seperti menyangkan jika Melinda sampai harus mengadopsi anak dari pantai asuhan, karena mereka semua tahu Melinda tidak mungkin mempunyai anak kembali dari suaminya.


__ADS_2