Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (187)


__ADS_3

Suster Diana yang membaca pesan dari Melinda dia merasa Melinda yang terlalu berlebih-lebihan dalam memikirkan mimpi nya.


"Apakah Bu Melinda merasa jika Putri Belinda itu jahat, sampai berani melakukan hal seperti itu kepada Elisabeth walaupun hanya dalam mimpi."


Suasana di dalam kelas ketika Elisabeth yang mencoba untuk memamerkan barang-barang mewah nya.


"Lihat nih tas dan sepatu ku yang baru, bagus kan. Mommy aku itu sangat baik sekali dia selalu memberikan apa yang aku inginkan."


Sikap sombong Elisabeth membuka teman-teman nya mereka tidak suka dengan dirinya.


"Mommy aku itu kan pengusaha yang sukses bahkan dia membuat nama produk Parfume dengan nama aku loh, hebat kan aku."


Elisabeth merasa jika dirinya itu adalah murid yang paling berkecukupan diantara teman-teman nya. Tapi tiba-tiba suasana menjadi berubah ketika ada salah murid yang mengetahui semuanya.


"Elisabeth bukan kah dulu itu nama nya Belinda Parfume yaa, bukan Elisabeth Parfume. Karena Putri Belinda itu adalah anak nya Ibu Melinda bukan kamu loh."


Elisabeth merasa sangat emosional sekali dia pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.


"Aku anak kandung Mommy Melinda, bukan Putri Belinda. Kamu jangan mengarang nya."


Semua murid-murid pun langsung fokus pada anak tersebut.


"Putri Belinda itu anak kandung Ibu Melinda, sedangkan kamu itu hanya anak adopsi Ibu Melinda."


Elisabeth pun langsung mendorong tubuh anak tersebut sampai terjatuh dan menangis dan Elisabeth tertawa melihat anak itu yang terjatuh sambil menangis kesakitan.


"Makanya di jaga yaa kalau bicara, aku akan bisa membuat mu lebih menyakitkan dari ini semua."


Salah satu murid pun langsung keluar kelas mencari ibu guru karena dia merasa apa yang di lakukan oleh Elisabeth itu sangat keterlaluan sekali.


"Buuuuuuu, Elisabeth mendorong Veronica sampai terjatuh ke lantai dan menangis."


Para guru-guru pun langsung menghampiri mereka berdua karena itu adalah waktu jam istirahat.

__ADS_1


"Astaga Veronica, apakah kamu baik-baik saja Nak."


Veronica terus-menerus menangis dan Elisabeth pun hanya bisa terdiam saja.


"Elisabeth mendorong aku Buu sampai aku terjatuh sangat sakit sekali Buu."


Guru tersebut pun langsung membawa ke dua anak tersebut dan memangil kedua orang tuanya. Suster Diana pun begitu sangat terkejut sekali ketika dia mengetahui Elisabeth yang berada di ruangan guru.


"Astaga apa yang di lakukan oleh nya, kenapa dia selalu saja membuat masalah."


Suster Diana pun berlari menuju ke ruangan guru dan melihat Elisabeth yang terdiam sedangkan temen nya menangis.


"Coba ceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian berdua, kenapa harus sampai bertengkar seperti ini."


Elisabeth yang merasa bersalah dia memilih untuk menundukkan kepalanya dan Suster Diana merasa jika ini adalah kesalahan Elisabeth.


"Aku hanya ingin membenarkan ucapan Elisabeth, jika anak kandung Ibu Melinda itu adalah Putri Belinda bukan dia. Karena aku pernah melihat Putri Belinda yang main ke sekolah ini tapi dia langsung mendorong ku sampai aku terjatuh ke lantai."


Suster Diana merasa sangat malu sekali dengan perlakuan Elisabeth di sekolah nya.


Elisabeth begitu sangat emosional sekali ketika dia mengatakan hal tersebut.


"Ibu guru dan Veronica, saya sebagai Suster nya Elisabeth ingin meminta maaf atas perilaku Elisabeth yang kurang menyenangkan. Saya merasa sangat malu sekali, dan akan mencoba mendidik Elisabeth menjadi anak yang lebih baik lagi."


Permintaan maaf Suster Diana membuat Veronica memaafkan apa yang sudah di lakukan Elisabeth kepada nya.


"Semoga Elisabeth menjadi lebih baik lagi yaa, dan tidak bersikap sombong lagi. Dan Elisabeth juga harus sadar diri jika dia itu hanya anak adopsi."


Veronica pun langsung pergi dan Elisabeth merasa tidak terima dengan perkataan Veronica.


"Aku ingin pulang sekarang juga, aku tidak mau sekolah di sini."


Elisabeth keluar dari ruangan guru dia menuju ke gerbang dan menunggu Suster Diana.

__ADS_1


"Bu, saya sangat malu sekali dengan sikap Elisabeth. Saya meminta izin untuk pulang yaa Buu, semoga saja Elisabeth bisa lebih baik lagi jika dia bertemu dengan Ibu Melinda."


Suster Diana masuk ke dalam kelas Elisabeth dia mengambil tas milik Elisabeth dan pergi ke luar sekolah. Suster Diana melihat Elisabeth yang sudah menunggu nya di depan gerbang.


"Ntah apa yang harus aku katakan kepada Bu Melinda, Elisabeth yang ingin keluar dari sekolah ini. Aku merasa bingung sekali bagaimana cara nya aku bisa mendidik Elisabeth dengan baik."


Suster Diana mencoba untuk menenangkan perasaan nya dia tidak boleh tampak emosi di hadapan Elisabeth.


"Ayo kita pulang Elisa, dan kita bicarakan setelah Mommy Melinda pulang kerja."


Suster Diana memegang erat tangan Elisabeth, wajah Elisabeth yang begitu sangat murung sekali.


"Mommy Melinda pasti akan marah besar kepada Veronica, karena perkataan Veronica yang membuat aku sakit hati seperti ini."


Suster Diana semakin merasa titik kesabaran nya sudah menghilang dia lebih memilih untuk diam dari pada melayani perkataan Elisabeth. Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil, Elisabeth masih merasa sangat kesal kepada Veronica.


"Aku akan meminta Mommy Melinda untuk bisa mencarikan aku sekolah yang lebih bagus dari sekolah ini, Sekolah yang tepat nya orang-orang kaya raya saja."


Suster Diana mengeluarkan handphone nya dia memilih untuk mengirimkan pesan kepada Melinda.


*Bu, maafkan saya yang menggangu waktu ibu bekerja tapi hari Elisabeth membuat permasalahan di sekolah nya*


Melinda yang sedang sibuk dia tidak menyadari handphone nya yang bergetar, dia fokus pada layar laptop di hadapan nya.


"Kenapa semenjak pergantian nama Parfume, pemasukan menjadi semakin menurun yaa. Apa yang terjadi padahal tidak ada yang berubah dengan varian dan aroma Parfume nya."


Melinda terus saja memikirkan nya, dia pun pergi ke tempat produksi parfume karena merasa penasaran dengan kualitas nya.


Melinda keluar dari kantor nya dia pun lupa membawa handphone nya, karena produksi parfume itu ada di belakang toko nya. Melinda masuk dan melihat proses dari awal sampai selesai tidak ada yang berubah sama sekali.


"Seperti nya kita harus membuat iklan di media sosial dan juga televisi yaa, agar lebih banyak lagi peminat nya."


Melinda pun memilih untuk kembali ke dalam ruangan nya dia merasa sangat lelah sekali dan Febrian pun masuk ke ruangan Melinda.

__ADS_1


"Bu Melinda, satu jam lagi kita akan melihat siaran langsung peresmian Romeo Parfume yang akan menganti dengan nama yang baru."


Melinda pun langsung mengambil handphone dan ternyata ada pesan masuk dari Suster Diana. Melinda membaca pesan tersebut dan dia merasa sangat terkejut sekali.


__ADS_2