
Melinda sampai di toko nya dia melihat toko yang semakin sepi tidak seperti biasanya, Melinda mulai merasa tidak bersemangat.
"Febrian, bagaimana ini yaa. Kenapa pendapatan kita yang semakin berkurang membuat aku merasa tidak bersemangat untuk memandangi nya."
Melinda terlihat sangat tidak bersemangat dia pun langsung berjalan menuju ke ruangan dan Febrian mengikuti Melinda, dia hawatir terjadi sesuatu dengan Melinda.
"Bu Melinda, baik-baik saja kan? saya akan membuatkan teh manis hangat yaa, agar Bu Melinda menjadi sedikit lebih tenang."
Melinda hanya menganggukkan kepalanya dan Febrian membuatkan minuman tersebut, Melinda menatapi layar laptop nya dia melihat berapa pengeluaran perhari botol Parfume.
Febrian pun datang dia pun menyimpan teh manis hangat tersebut.
"Tadi aku melewati toko milik suami ku, dan toko tersebut begitu sangat ramai tidak biasanya. Apakah mungkin karena dia memakai nama Putri Belinda yang membawa keberuntungan."
Melinda meminum teh hangat tersebut.
"Dan aku juga melihat Rizal bersama dengan anak perempuan aku merasa itu adalah Merry, mungkin kah Ronny pun berniat untuk mengadopsi Merry."
__ADS_1
Febrian melihat Melinda yang seperti memiliki banyak sekali beban di kehidupan nya.
"Jika mungkin nama Putri Belinda itu membawa keberuntungan yaa karena itu adalah nama anak kandungnya."
Seketika Melinda pun langsung menendangi wajah Febrian, dan Febrian pun merasa jika ucapan nya membuat Melinda tersinggung.
"Maafkan saya Bu Melinda, jika ucapan saya seperti menyinggung perasaan ibu Melinda. Saya lebih memilih untuk pergi saja."
Febrian pun langsung pergi dia yang merasa salah dalam berkata-kata.
"Lalu bagaimana dengan aku, padahal aku juga adalah ibu kandung Putri Belinda tapi aku yang lebih memilih untuk memakai nama Elisabeth yang bukan anak ku. Apakah itu yang di maksud dengan perkataan Febrian kepada ku."
"Bagaimana yaa, aku merasa binggung sekali. Aku harus berbuat apa agar toko bisa seperti dulu kembali. Aku tidak sampai mengurangi jumlah karyawan ku."
Melinda terus saja berpikir dia sampai merasa sangat pusing sekali, Melinda yang tidak fokus pada pekerjaan tapi dia terus saja memikirkan Merry dan foto anak kecil yang ada di makam Putri Belinda.
Melinda membawa foto tersebut dia pun terus saja memandangi foto itu.
__ADS_1
"Seperti nya anak perempuan ini seumuran dengan Putri Belinda, dan dia juga wafat di hari yang sama dengan Putri Belinda. Kenapa bisa sama seperti ini yaa."
Melinda menyimpan kembali foto tersebut dia pun mencoba untuk menghubungi Nomer handphone Suster Diana.
"Aku ingin sekali mengetahui bagaimana Elisabeth di sekolah nya, semoga dia baik-baik saja."
Suster Diana yang sedang berada di dalam mobil menuju ke rumah dia langsung menjawab panggilan telephone dari Melinda.
*Hallo Bu Melinda*
*Suster Diana bagaimana dengan Elisa di sekolah dan sekarang dia sedang apa*
*Sejauh ini baik-baik saja, Elisa mencoba untuk baik dengan Veronica tapi sepertinya Veronica yang belum bisa percaya dengan Elisa*
*Seperti nya Veronica yang merasa sangat trauma dengan sikap Elisa, semoga saja Veronica bisa bersahabat baik dengan Elisa*
*Sekarang kita menuju ke rumah, tapi Elisa yang tertidur pulas di dalam mobil*
__ADS_1
*Yasudah kalau begitu kalian hati-hati yaa, sampai ketemu nanti di jam makan malam*
Melinda mengakhiri panggilan telephone nya.