
Melinda merasa sangat kesal sekali ketika dia harus bertemu dengan suaminya, Melinda memilih untuk masuk ke dalam kamar ruangan dengan di temani Suster Diana.
"Febrian tolong kamu gantikan posisi ku yaa, aku sudah tidak sanggup lagi untuk berkata-kata di hadapan banyak wartawan."
Febrian pun langsung pergi dia mengikuti apa yang di perintahkan oleh Melinda, Regina dan suaminya pun memilih untuk mendampingi Febrian sedangkan Elisa dia yang sedang tersenyum manis di hadapan foto-foto nya.
"Kenapa Ronny seperti menyudutkan ku seperti ini, aku tidak pernah melupakan Putri Belinda. Aku melakukan hal ini agar aku bisa kembali seperti dulu membuka lembaran baru untuk ku."
Melinda menagis tersedu-sedu di ruangan nya.
"Sudahlah bu jangan di pikiran yaa, semuanya pasti akan berjalan seperti keinginan Ibu Melinda sekarang lebih baik ibu Melinda tenang yaa."
Melinda pun mencoba untuk bisa tenang tapi dia merasa tidak bisa dia ingin sekali memenuhi Ronny dan berbicara dengan nya dengan penuh emosional.
"Iya Suster Diana, aku berharap pada konsumen ku juga tidak terpengaruh oleh perkataan Ronny. Dia benar-benar sangat menyebalkan sekali."
Suster Diana sampai memberikan tissue kepada Melinda, Suster Diana yang sangat menginginkan Melinda bisa kuat dan seperti dulu.
"Lebih baik sekarang Ibu Melinda istrirahat saja dulu yaa, jangan memikirkan permasalahan ini. Ibu Melinda harus tenang yaa."
Suster Diana meninggalkan Melinda sendirian di dalam ruangannya agar Melinda bisa menenangkan pikiran nya.
__ADS_1
"Elisabeth, di mana yaa dia. Astaga aku sampai melupakan nya."
Suster Diana mencari Elisabeth, dia pun takut sekali jika Elisabeth sampai menghilang. Suster Diana pun akhirnya bisa bernafas lega ketika dia melihat Elisabeth yang sedang tersenyum sambil memandangi foto-foto nya.
"Suster Diana aku merasa sangat bahagia sekali bisa melihat foto-foto loh, ihhh bahagia sekali aku. Nanti aku akan mengajak Mommy Melinda untuk datang ke pantai asuhan untuk membagikan Parfume yang di beri nama Elisabeth Parfume."
Suster Diana melihat kesombongan Elisabeth yang sudah mulai terlihat tapi Suster Diana pun tidak bisa berkata-kata apa-apa karena semua nya itu adalah keinginan dari Melinda.
Regina menghampiri mereka berdua dan dia pun memandangi wajah Elisabeth dengan sangat tajam sekali membuat Elisabeth merasa takut dengan tatapan mata nya.
"Suster Diana, ajarkan anak ini sopan santun dalam berbicara. Tidak sepantasnya dia menjawab perkataan para wartawan seperti itu, dia harus bisa menjaga cara berkomunikasi yang baik. Lagi pula normal anak seusianya mereka lebih memilih untuk diam."
Suster Diana menundukkan kepalanya dan Regina pun memilih untuk pergi ke ruangan Melinda.
Elisabeth pun mulai merasa tidak betah berada di toko parfume, dia merasa sangat menyesal sekali lebih memilih untuk datang ke sini dari pada ke sekolah.
"Aku lebih baik sekolah saja, aku tidak mau lagi di suruh untuk datang ke toko Parfume ini sangat menyebalkan sekali."
Elisabeth pun memilih untuk duduk dia mengeluarkan handphone nya, Elisabeth lebih memilih untuk bermain handphone karena dia merasa apa yang dia lakukan selalu salah.
Regina yang datang ke ruangan Melinda dia melihat Melinda yang sedang membaringkan tubuh nya di sofa sambil memejamkan mata nya.
__ADS_1
"Kasihan sekali kamu Nak, tapi Ibu akan selalu mendukung bisnis mu ini."
Regina mendekati Melinda dia melihat Melinda yang sedang tertidur pulas.
"Kedatangan Ronny yang begitu sangat mengejutkan sekali, tapi perkataan Ronny yang sebenarnya sangat benar sekali. Kenapa Melinda harus mengulangi kesalahan yang pernah di lakukan oleh Ronny."
Regina memegang tangan Melinda dan membuat Melinda menjadi terbangun dari tidurnya.
"Ibu, sejak kapan ibu berada di sini Bu."
Melinda pun terbangun dan Regina memeluk erat tubuh Melinda.
"Kamu harus menjadi wanita yang kuat yaa, kamu jangan lemah yaa hadapi semua nya walaupun kamu sendirian."
Melinda pun menganggukkan kepalanya dan Regina melepaskan pelukan erat nya.
"Kamu harus bisa membuktikan jika bisnis mu ini bisa sukses, karena kamu yang sudah memilih untuk seperti ini."
Melinda pun langsung berdiri dari tempat duduk nya dia pun memandangi tulisan rencananya di buka yang sudah di buat.
"Semuanya sudah aku tuliskan di buku ini, aku akan semakin sukses dan maju walaupun aku seorang wanita tapi aku adalah wanita yang sangat tangguh sekali."
__ADS_1
Melinda memegang erat-erat buku tersebut, buku yang hanya dia saja yang mengetahui isi nya.