Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 93.


__ADS_3

Melinda terlihat begitu sangat senang sekali bisa bermain-main dengan Elisa, dan kedua orang tua Melinda pun merasakan.


"Melinda kelihatan nya dia sangat senang dengan anak itu perempuan itu ya, seperti nya anak perempuan itu mengingatkan Melinda kepada Putri Belinda."


Ntah mengapa Suster Diana yang merasa tidak suka dengan Elisa, dia tidak mau jika Melinda sampai mengadopsi Elisa.


Suara badut berteriak kencang waktu nya mendokan untuk Putri Belinda, semua pun begitu khusu mendoakan Putri Belinda tapi pandangan mata Suster Diana tertuju pada jendela kamar yang terbuka dia melihat ada satu anak yang berada di kamar.


"Maaf bu pantai, saya seperti melihat ada anak kecil perempuan di jendela. Kenapa dia tidak gabung bersama kita di sini."


Suster Diana menunjuk ke salah satu jendela.


"Oh iyaa Bu, itu nama nya Merry dia memang tidak suka bergaul dengan teman-teman nya. Dia seperti mempunyai trauma terhadap orang baru dia mempunyai masa lalu yang menyedihkan tapi dia tidak berani untuk bercerita."


Suster Diana merasa sangat menarik hati nya untuk memberikan bingkisan serta kado untuk Merry.


"Bu Melinda, boleh saya memberikan bingkisan dan hadiah langsung untuk Merry. Ntahlah saya merasa ingin sekali mengenal nya lebih jauh lagi."


Melinda pun memperbolehkan Suster Diana untuk memberikan bingkisan dan kado tersebut untuk Merry.


Suster Diana berjalan menuju ke kamar Merry dia mengetuk kamar Merry.


"Merry sayaaaaang, buka pintu nya Nak. Ini ada bingkisan dan kado untuk kamu sayang."

__ADS_1


Merry merasa sangat ketakutan sekali untuk membuka pintu kamar nya.


"Simpan saja di depan pintu, nanti pasti aku ambil."


Suster Diana mendengar suara Merry yang sangat bergetar sekali dan seperti sedang menahan rasa ketakutan.


"Merry tidak usah takut yaa sayaaaaang, Suster Diana baik sama kamu. Suster Diana yang ingin sekali berteman dengan kamu ya sayang, ayo buka yaa pintu kamar nya."


Merry akhirnya mau membukakan pintu kamar nya, Merry yang memiliki rambut yang panjang dia yang memakai topi dan juga masker hitam.


"Terimakasih banyak bingkisan dan kado nya."


Merry pun langsung menutup pintu kamar nya dan mengabaikan Suster Diana yang ada di hadapan.


Suster Diana yang merasa gagal untuk bisa mengobrol dengan Merry dia pun kembali ke taman tersebut.


Merry membuka masker wajah nya dia pun meneteskan air mata nya ketika dia yang tidak bisa bermain bersama dengan teman-teman nya.


Melihat Suster Diana yang seperti bingung ketika sudah bertemu dengan Merry, ibu panti pun menghampiri Suster Diana.


"Merry dia memang lebih suka menyendiri, dia lebih suka melukis. Kadang dia juga suka berteriak-teriak kencang dia bilang dia merasa sangat ketakutan sekali."


Suster Diana merasa jika Merry yang memiliki trauma berat dalam kehidupan nya.

__ADS_1


"Kenapa Merry bisa sampai ada di panti asuhan ini,? bisakah ibu panti menjelaskan nya."


Suster Diana semakin penasaran sekali dengan kehidupan Merry.


"Merry datang ke sini diantar oleh Om nya, Om nya bilang orang tua Merry yang sudah tidak mau mengurusi Merry karena Merry yang mereka anggap hanya membuat beban keluarga mereka. Akhirnya Merry pun di siksa seperti binatang dan karena Om nya yang merasa tidak tega dengan Merry akhirnya Merry di titipkan ke pantai asuhan."


Suster Diana pun merasa sangat kasihan sekali mendengar cerita tentang Merry.


"Seperti nya Merry yang seharusnya di adopsi oleh Bu Melinda, bukan Elisa yang seperti bukan anak yang baik seperti Merry."


Suster Diana merasa ingin sekali dekat dengan Merry, dia akan meluangkan waktu nya untuk bisa bersama dengan Merry.


Acara pun sudah selesai dan Suster Diana melihat Elies yang semakin dekat dengan Melinda.


"Mama Melinda pulang dulu yaa sayaaaaang, nanti setiap hari Minggu Mama Melinda pasti datang lagi ke sini dengan membelikan banyak hadiah dan kado untuk kalian berdua."


Semua anak-anak pun berteriak kencang bergembira mendengar ucapan Melinda, Melinda pun melambaikan tangan nya kepada mereka semua dan Merry yang sedang berada di depan jendela kamar nya pun melambaikan tangan nya kepada Melinda.


Merry tersenyum manis kepada Melinda, dia pun sampai meneteskan air mata nya melihat mereka semua harus pergi dari pantai asuhan.


Merry membuka hadiah apa yang dia terima dia membuka kado tersebut dengan penuh semangat dan ternyata dia mendapatkan kado tas kecil berwarna pink dengan bentuk love.


"Lucu sekali ini dan aku sangat menyukai nya."

__ADS_1


Merry memeluk tas tersebut dengan sangat erat sekali.


__ADS_2