Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (100)


__ADS_3

Semua mata tertuju pada mereka berdua, dan Ronny pun mencoba untuk menarik tangan Rizal satpam yang melihat pun dia mengetahui jika itu adalah tempat Monica meninggal dunia.


Akhirnya Rizal pun berhasil berjalan seperti biasa, Rizal mengusap keringat yang membasahi wajah nya.


"Ronny aku ingin bicara dengan mu tapi tidak di dalam gedung, kita bicara di dalam mobil aja."


Ronny pun mengetahui apa yang ingin di bicarakan oleh Rizal mereka berdua pun masuk ke dalam mobil.


"Ronny, apa yang sebenarnya terjadi apa penyebab dari kematian Monica itu. Apakah dia tidak seutuhnya meningal karena tertabrak mobil."


Ronny pun terdiam dia berpikir apakah harus jujur atau tidak kepada Rizal, memilih wajah Ronny yang gelisah Rizal semakin yakin jika ada sesuatu di balik kejadian ini semua nya.


"Apakah kamu melecehkan nya Ronny,? sehingga membuat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya?."

__ADS_1


Rizal semakin penasaran sekali mendengar cerita dari Ronny.


"Tidak, Monica di ganggu oleh arwah gadis perempuan yang selalu ada di gedung ini. Monica melihat nya yang sedang membawa pisau menghampiri nya itu membuat Monica merasa sangat ketakutan sekali."


Rizal semakin tidak habis pikir kenapa Ronny yang masih mau melanjutkan usaha di gedung yang berhantu seperti ini, dia benar-benar tidak mengerti apa yang di pikiran oleh Ronny.


"Aku memberikan uang kepada Monica, agar dia keluar dari pekerjaan dan tidak banyak bicara dengan orang-orang yang banyak bertanya kepada dirinya. Karena Monica yang begitu sangat histeris sekali sehingga banyak para pegawai yang menganggap jika Monica yang mengalami kesurupan."


"Kamu tetep ingin memiliki gedung ini,? sedangkan kamu sudah mengetahui jika gedung begitu sangat membahayakan nyawa manusia. Dan apakah sosok anak kecil perempuan yang memegang pisau itu adalah Putri Belinda dalam membalaskan dendam nya kepada mu Ronny?."


Rizal mencoba untuk membuat Ronny ketakutan agar Ronny memilih untuk menjual gedung nya tersebut dan membeli gedung yang lebih layak untuk di buatkan usaha.


"Putri Belinda tidak akan dendam kepada ku, karena bukan aku yang membuatnya meniggal dunia."

__ADS_1


Selesai dengan pembicaraan nya Ronny pun memilih untuk keluar dari mobil dan kembali masuk ke gedung, Rizal jika tidak memikirkan uang yang bisa dia dapat dari Ronny dia sebenarnya tidak mau berkerja sama dengan Ronny.


"Baiklah Rizal, kamu yang harus bisa berteman dengan arwah-arwah yang ada di sini. Bahkan mungkin saja suatu saat nanti kamu yang menjadi korban selanjutnya sebelum Ronny yang tiada."


Rizal memberanikan diri untuk keluar dari mobil dan berjalan menuju ke pintu masuk, Rizal berjalan menuju ke tempat Parfume dan di saat Rizal hendak ingin menghirup aroma Parfume tersebut dia merasa jika aroma Parfume tersebut itu seperti bau darah segar.


Rizal pun sampai tidak kuat merasa mual yang luar biasa, dia menyimpan kembali botol Parfume tersebut dan langsung berlari ke kamar mandi.


Rizal sampai muntah-muntah dia tidak kuat dengan aroma Parfume tersebut, Rizal di buat benar-benar tidak bisa menerima dengan kenyataan yang ada di dalam gedung ini.


"Sampai kapan aku harus bertahan di sini, aku seperti berhalusinasi tetapi ini merupakan kenyataan yang terjadi."


Rizal sampai membasuh wajah nya berkali-kali.

__ADS_1


__ADS_2