
Keesokan harinya, Elisabeth sudah rapih dia mengetahui jika hari ini adalah dia memberikan bekal sekolah untuk semua teman-teman nya. Elisabeth tersenyum manis karena akhirnya dia bisa membalaskan dendam nya kepada Veronica.
Tanpa di bangunkan Suster Diana, Elissa sudah keluar dari kamar nya dengan baju seragam yang rapih.
"Elisa, kamu sudah rapih. Baguslah kita tunggu di depan dan ketika pesanan sudah datang kita langsung pergi ke sekolah yaa."
Elisa pun mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Diana, dia menunggu dan Suster Diana memperhatikan Elisa yang terus menerus tersenyum membuat Suster Diana merasa curiga.
"Apakah dia sedang merencanakan sesuatu, kenapa kelihatan sangat senang sekali dan membuat aku merasa curiga."
Suster Diana terdiam di belakang Elisa dan Melinda melihat Suster Diana dan Elisa yang sudah ada di luar rumah.
"Elisa sudah bangun ternyata ohhh, dia begitu sangat bersemangat sekali yaa."
Akhirnya yang mengantar pesanan untuk bekal pun datang, Elisa pun begitu bersemangat sekali ketika dia memasukkan ke dalam bagasi mobil nya.
Suster Diana membantu Elisa dan dia kelihatan sangat semangat sekali.
"Sudah selesai semuanya, waktu untuk berpamitan dengan Mommy untuk pergi ke sekolah."
Elisa menghampiri Melinda dia pun mencium tangan Mommy Melinda.
"Aku berangkat sekolah dulu yaa Mommy."
Mommy Melinda mencium kening Elisa.
"Iyaa sayaaaaang, jadi anak yang pintar yaa sayaaaaang."
Setelah berpamitan Elisa pun langsung berlari masuk ke dalam mobil dan Suster Diana menutup pintu mobil.
"Suster Diana, aku senang sekali bisa Mela ini semua. Aku bisa berbagi kebahagiaan dengan Teman-teman di sekolah, nanti juga bagaimana jika kita melakukan ini semua di panti asuhan. Itu pasti sangat menyenangkan sekali kan Suster Diana."
Suster Diana tersenyum dia pun menghilang rasa curiga nya terhadap Elisabeth.
"Iya kita yang harus berbagi dengan orang-orang yang kita sayangi, jauh lebih baik lagi jika kita membagikan nya ke anak-anak jalanan mereka jauh lebih membutuhkan."
Elisabeth pun seketika dia langsung berpikir jika memang dia harus melakukan itu semua karena besok dia yang akan melakukan pemotretan dan juga syuting iklan produk Parfume nya.
__ADS_1
"Iya aku harus baik yaa karena nanti aku akan terkenal dan masuk televisi, wahhhh bahagia nya aku sekarang."
Mereka berdua pun akhirnya sampai di gerbang sekolah, Elisabeth langsung masuk ke dalam kelas dan pembagian bekal nya akan di berikan pada saat jam istirahat.
Suster Diana menghampiri guru yang akan mengajar.
"Selain pagi Bu, saya berniat untuk memberikan bekal untuk anak-anak nanti di jam istirahat. Ini merupakan ide dari Elisabeth."
Guru tersebut pun merasa jika Elisabeth yang semakin lebih baik.
"Baiklah, terimakasih banyak yaa. Anak-anak pasti senang."
Setelah menyampaikan semuanya, suster Diana langsung pergi dan ibu guru masuk ke dalam kelas. Suster Diana tidak memikirkan apapun dia hanya berpikir positif jika Elisabeth yang sudah berubah menjadi lebih baik lagi.
"Besok aku akan pergi ke panti asuhan, aku ingin sekali bertemu dengan Merry. Ini adalah kesempatan ku untuk bisa bertemu dengan Merry di saat Elisabeth dan Ibu Melinda yang sedang melakukan pemotretan dan juga membuat iklan."
Suster Diana merasa tidak sabar menunggu hari esok, dia akan membuatkan makan untuk Merry.
Dan akhirnya berbunyi bell istrirahat, semua murid pun di suruh diam di tempat duduk masing-masing dan datang bekal yang bentuk karakter yang di sukai anak-anak.
"Anak-anak semuanya, hari ini kita akan mendapatkan kiriman bekal untuk makan siang kita dari Mommy nya Elisabeth. Jadi sekarang kalian bisa makan bersama-sama yaa."
Veronica merasa tidak mau memakan makanan dari Elisabeth karena dia yang begitu sangat membenci Elisabeth.
Semua murid pun mendapatkan makanan masing-masing, dan Veronica membuka dia melihat makanan yang di bentuk seperti hewan.
Elisabeth terus saja memperhatikan Veronica apakah dia mau memakannya dia yang begitu sangat menunggu.
Veronica pun akhirnya mulai mencoba makanan tersebut dia hanya menggigit sedikit saja seketika bibir pun merasa sangat gatal sekali dan Veronica langsung melemparkan makanan tersebut.
"Ahhhhhh, gatal sekali bibir ku dan wajah ku terasa sangat gatal sekali."
Ibu guru pun langsung menghampiri Veronica seketika wajah nya berubah menjadi merah dan dia pun terus menggaruk-garuk wajah nya.
"Seperti nya kamu alergi Veronica, ayo kita ke ruangan klinik."
Suster Diana yang sedang duduk bersantai dia pun begitu sangat terkejut sekali ketika Veronica di bawa ke klinik.
__ADS_1
"Ada apa yaa dengan Veronica, kenapa dia sampai di bawa ke klinik."
Semua murid yang ada di kelas pun langsung mengembalikan makanan tersebut ke meja Elisabeth.
"Elisabeth, aku tidak mau makan. Walaupun aku tidak alergi seafood tapi aku tidak mau memakan nya."
Sahabat baik Veronica mengembalikan makanan nya, dan semuanya pun mengikuti hal tersebut sehingga di meja Elisabeth penuh dengan bekal makanan.
"Elisabeth, seperti kamu sengaja yaa membuat bekal dari seafood supaya Veronica menjadi alergi. Kamu jahat sekali Elisabeth."
Elisabeth pun merasa tidak terima dengan perkataan teman-teman kepada nya.
"Tidak aku tidak bermaksud seperti itu yaa, aku tidak pernah tahu jika Veronica itu alergi seafood. Aku juga tidak pernah dekat dengan Veronica, aku melakukan ini semua untuk kalian semua bukan untuk Veronica."
Ibu guru pun berlari masuk ke kelas karena mendengar suara keributan dari luar.
"Sudah-sudah anak kembali ke tempat duduk kalian masing-masing yaa."
Elisabeth pun tiba-tiba saja menangis ketika melihat ibu guru, dia ingin mendapatkan simpati dari guru.
"Buuu, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku tidak ingin membuat alergi Veronica kambuh karena aku tidak pernah tahu jika Veronica itu mempunyai alergi seafood."
Elisabeth menangis tersedu-sedu dan membuat ibu guru merasa sangat kasihan sekali kepada.
"Kenapa kalian menyimpan bekal nya di meja Elisabeth, kalian harus menghargai pemberian orang lain. Ayo sekarang ambil kembali makanan kalian dan cepat makan yaa, jika yang mempunyai alergi terhadap seafood kalian boleh tidak memakannya."
Semua murid-murid merasa sangat kesal sekali terhadap Elisabeth, dia yang selalu saja mendapatkan simpatik dari guru.
Elisabeth pun menghapus air mata nya, dia pun menikmati makanan tersebut bersama dengan teman-teman nya.
Melihat murid yang sudah tenang ibu guru pun keluar melihat kondisi Veronica, dan ternyata Veronica yang lebih memilih untuk pulang melakukan pengobatan di rumah sakit.
Suster Diana pun merasa sangat bersalah sekali.
"Astaga, kenapa harus jadi seperti ini. Apakah ini adalah termasuk rencana jahat nya Elisabeth. Apakah apa yang sebelumnya aku takutkan sekarang terjadi seperti ini."
Suster Diana memilih untuk memberikan informasi kepada Melinda.
__ADS_1
*Bu Melinda, bekal sudah di bagikan di saat jam istirahat tapi ternyata Veronica yang alergi seafood membuat nya merasa gatal di seluruh wajah nya*
Membaca pesan dari Suster Diana, membuat Melinda seketika merasa binggung harus bagaimana lagi. Ketika ide Elisabeth yang berniat baik tapi ternyata menjadi seperti ini.