Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 21.


__ADS_3

~Keesokan harinya ~


Foto pernikahan Melinda dan Ronny tiba-tiba saja terjatuh padahal foto tersebut di tempel sangat kuat sekali.


Melinda pun melihat Foto pernikahan yang sampai terbelah dua.


"Kenapa bisa sampai terbelah dua seperti ini yaa, foto ku dan Ronny terpisah terbelah dua seperti ini."


Melinda memanggil pelayan nya untuk membersihkan pecah kaca-kaca yang berhamburan di lantai.


"Jika sudah selesai langsung bawa saja foto dan bingkai nya ke gudang yaa karena foto sudah sobek seperti itu tidak bisa lagi untuk di pakai."


Melinda memilih untuk pergi ke kamar Belinda untuk mengantikan baju di sana, ketika Melinda membuka pintu kamar Belinda.


Terlihat sangat cantik sekali Belinda yang memakai gaun berwarna merah dan duduk di kursi roda.


"Ayo Mama kita berangkat aku sudah siap loh."


Melinda pun langsung menghampiri Belinda dia mencubit pipi Belinda.


"Cantik sekali sayang sebentar yaa Mama ganti baju dulu karena tadi di kamar Mama, Foto pernikahan Mama dan Papa jatuh dan pecahan kaca sampai berhamburan akhirnya Mama memilih untuk ganti baju di kamar Belinda boleh sayaaaaang?."


Belinda menggangukan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Mama nya.


"Boleh sekali Mama, aku dan Suster Diana menunggu Mama di meja makan yaa. Karena aku yang harus sarapan pagi karena harus minum vitamin dari Dokter."


Suster Diana pun langsung mendorong kursi roda untuk menuju ke ruangan makan.


"Belinda sayang, semoga keajaiban ada pada dirimu Nak."


Melinda pun langsung mengganti baju nya dia melihat buku bersampul merah yang ada di pinggir bantal Belinda.

__ADS_1


"Buku apa itu yaa, apakah itu salah satu buku yang di belikan oleh Suster Diana untuk Belinda. Tapi kenapa buku itu tidak lucu yaa kelihatan nya sangat seram sekali."


Melinda yang hendak melihat buku tersebut langsung merasa terkejut ketika tiba-tiba saja sisir Belinda yang terjatuh ke lantai.


"Astaga, aku terkejut sekali ternyata sisir Belinda yang terjatuh aku pikir apa."


Melinda pun mempercepat memakai baju nya dan selesai itu dia langsung menghubungi suaminya.


Robby begitu sangat terkejut sekali ketika handphonenya nya yang berdering kencang sekali dia baru saja terbangun dari tidurnya bersama dua wanita penghibur di pinggir nya.


"Melinda telephone bagaimana ini, aku sedang bersama dengan wanita lain."


Robby pun memilih untuk pergi ke kamar mandi untuk bisa menjawab panggilan telephone dari Melinda.


*Hallo Mama ada apa*


*Semalam kamu tidak pulang ke rumah kamu tidur dengan siapa,? pagi-pagi foto pernikahan kita berdua tiba-tiba saja terjatuh dan menjadi dua apakah itu perdana terjadi penghianat cinta kita*


*Melinda kamu jangan berpikiran negatif terhadap ku, aku tidur di toko parfume kita yaa kamu jangan berpikiran negatif seperti ini*


*Yasudahlah aku malas untuk membahas nya, karena aku tahu jika sampai kamu berbohong atau mengganti ku maka kamu akan mendapatkan balasan nya*


*Iya Melinda aku mengerti aku tidak akan pernah berniat cinta kepada mu*


*Sekarang aku dan Belinda agar segera pergi untuk menghadiri acara Parfume kita, kamu yang sudah ada di toko itu tandanya aku Belinda akan berangkat sekarang juga*


Melinda mengakhiri panggilan telephone nya, dan Ronny merasa sangat panik sekali dia yang belum bersiap-siap untuk pergi ke sana.


Ronny pun dia segera mandi dan memakai jas nya, dia melemparkan banyak uang kepada wanita-wanita yang menemaninya tidur malam itu.


"Aku membayar kalian lebih jangan pernah membahas aku yang pernah tidur bersama dengan kalian yaa, jangan sampai istri ku mengetahui nya."

__ADS_1


Setelah memberikan banyak uang Ronny pun dengan sangat cepat mengendarai mobil nya karena dia harus sampai duluan dari isterinya.


Melinda yang merasakan sesuatu yang aneh dengan suami nya dia sangat yakin sekali jika suami nya tidak tidur di toko Parfume nya.


"Dia membohongi ku seperti nya, maka aku pun akan mempermainkan nya."


Melinda pun langsung menuju ke tempat sarapan dia melihat Putri Belinda yang sudah bersiap-siap untuk berangkat.


"Ayo sayang kita berangkat yaa, seperti nya Mama tidak sarapan pagi. Mama sarapan di sana saja yaa."


Putri Belinda dan Suster Diana pun bersiap-siap untuk pergi tapi Putri Belinda memperhatikan wajah Mama nya.


"Mama kenapa wajah Mama sedih seperti itu,? apakah Papa menyakiti perasaan Mama ? Papa jahat dengan Mama yaa."


Melinda memeluk erat tubuh mungil Belinda.


"Tidak sayaang, Mama baik-baik saja kok sayang ayo kita berangkat karena semua pasti sedang menunggu kita berdua."


Tidak seperti biasanya Melinda mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali, Melinda ingin tahu siapa yang sampai duluan dia atau suami nya.


Putri Belinda sangat ketakutan sekali dia sampai memegang tangan Suster Diana. Putri Belinda semakin yakin jika orang tua nya yang sedang bertengkar.


Suster Diana memperhatikan wajah Melinda dia juga melihat Melinda yang mengusap air mata nya.


Sampai akhirnya mereka pun sampai di depan toko yang sudah banyak orang yang berdatangan.


Melinda membuka pintu mobil nya dan dia melihat suaminya yang baru saja turun dari mobil dengan buru-buru sekali.


Melinda tidak membukakan pintu mobil untuk Belinda dan Suster Diana dia memilih untuk menghampiri suaminya.


Robby terlihat sangat ketakutan sekali melihat Melinda yang menghampiri nya dengan tatapan mata yang tajam.

__ADS_1


__ADS_2