Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (168)


__ADS_3

Kehadiran Rizal pun di sambut dengan baik oleh pihak panti asuhan karena Rizal yang memberikan uang donasi yang lumayan besar.


Semua anak-anak pun di suruh berkumpul tapi begitu sangat terkejut Merry, ketika melihat wajah Rizal.


"Om jahat."


Merry pun seketika langsung pergi dia tidak ikut berkumpul dia terlihat sangat ketakutan sekali.


Merry sampai menutup pintu kamar nya dia pun memeluk boneka kesayangan.


"Om jahat, kenapa dia harus ada di sini yaa. Apakah dia ingin mencoba untuk mencari ku dan membunuh ku aku sangat ketakutan sekali."


Rizal mulai memperhatikan wajah anak-anak tersebut satu persatu tapi tidak ada Putri Belinda di sini.


"Apakah anak-anak sudah hanya segini, hmmm maksud saya anak perempuan nya. Karena saya itu sangat menyukai anak perempuan."

__ADS_1


Pengurus panti pun mulai menghitung dan ternyata tidak ada Merry.


"Satu orang tidak ada Pak, nama Merry dia memang seperti itu dia yang tidak terlalu mau ikut berkumpul seperti memiliki trauma berat."


Rizal pun terdiam ketika mendengar nama Merry bukan Putri Belinda.


"Yasudah tidak usah di paksakan tapi jika nanti saya kembali saya ingin sekali bisa bertemu dengan Merry, saya merasa sangat penasaran sekali dengan Merry ini."


Setelah memberikan uang donasi dan juga bertemu dengan anak-anak panti asuhan, Rizal pun memilih untuk pergi dari panti asuhan tersebut.


Rizal begitu sangat bahagia sekali ketika dia bersama dengan banyak nya anak.


Rizal pun menyalakan mesin mobil dia memilih untuk kembali ke toko nya, di perjalanan Rizal yang terus menerus memikirkan nama Merry.


Ketika Rizal yang mulai penasaran dengan Merry, di tempat yang lain Melinda yang sedang berada di kantor nya. Melinda yang memilih untuk melupakan Putri Belinda dan menerima kehadiran Elisabeth.

__ADS_1


Melinda yang sedang bersama dengan Febrian dia pun langsung mengatakan sesuatu yang membuat Febrian terkejut.


"Febrian aku yang mencoba untuk melupakan Putri Belinda dan menerima kehadiran Elisabeth, bagaimana jika nama Parfume ini kita ganti dengan nama Elisabeth Parfume."


Febrian begitu sangat terkejut sekali dia tidak menyangka jika Melinda yang sampai mempunyai pikiran seperti itu.


"Apakah ibu merasa yakin Bu,? jika kita mengganti dengan nama Elisabeth Parfume. Maka kita harus melakukan sesi pemotretan menganti foto Putri Belinda dengan foto Elisabeth. Apakah ibu Melinda yakni akan melakukan itu."


Febrian merasa sangat menyenangkan sekali jika sampai hal ini sampai terjadi, dia merasa jika Belinda Parfume itu jauh lebih baik.


"Jika aku tidak melakukan ini semua aku akan selalu despresi karena selalu saja memikirkan Putri Belinda, dan kehadiran Elisabeth untuk apa,? aku sengaja mengadopsi Elisabeth untuk mengantikan Putri Belinda karena Putri Belinda yang sudah meninggal dunia dia tidak mungkin kembali ke pelukan ku lagi."


Febrian pun menghargai keputusan Melinda karena dia yang tidak bisa berkata-kata apa-apa.


"Tapi aku juga harus membicarakan hal ini dengan Ayah dan Ibu mereka berdua harus mengetahui nya."

__ADS_1


Melinda pun kembali fokus pada pekerjaan dan begitu juga dengan Febrian dia pun sudah memikirkan konsep apalagi yang akan dia pakai ketika nama Parfume menjadi Elisabeth.


Febrian merasa tidak tega ketika dia yang harus mencopot foto-foto cantik Putri Belinda.


__ADS_2