Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *233*


__ADS_3

Suster Diana dan juga Regina mereka berdua akhirnya sampai di depan toko Parfume milik Ronny. Suster Diana merasa sangat terharu sekali ketika dulu Melinda yang selalu bilang jika Ronny dan Rizal adalah pembunuh Putri Belinda tapi ternyata kenyataan nya mereka yang jauh lebih peka terhadap Putri Belinda.


"Cantik sekali kamu sayang, kamu seperti bidadari."


Regina dan Suster Diana pun masuk ke dalam dan di sambut oleh Rizal, Rizal mengenali wajah Suster Diana tapi dia tidak tahu siapa yang ada di samping nya.


Ronny pun seketika dia langsung menghampiri karena dia melihat Ibu mertua nya yang datang ke toko nya.


"Ronny, kamu juga berpikiran negatif yaa. Kedatangan kita berdua ke sini karena merasa rindu dengan Putri Belinda karena di sini kita seperti melihat Putri Belinda."


Ronny menghawatirkan Putri Belinda yang tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya dan melihat mereka berdua.


"Bukan kah kalian berdua sudah mempunyai Elisabeth yang di perlukan seperti princess oleh Melinda, dan saya merasa sangat kecewa sekali mendengar perkataan Melinda ketika dia sedang di wawancara membicarakan tentang Putri Belinda."


Regina tidak mengetahui dengan apa yang di bicara oleh Melinda di televisi.


"Saya sampai kapanpun akan lebih menyayangi Putri Belinda dari pada Elisabeth, karena Putri duyung sudah saya urus dari sejak bayi dan saya sampai sekarang masih merasa kehilangan Putri Belinda bahkan sampai berharap jika Putri Belinda itu masih hidup."


Suster Diana sampai menetas air mata nya di hadapan Ronny dan Ronny pun percaya jika Suster Diana memang menyanyi Putri Belinda.

__ADS_1


Regina pun pergi untuk memilih parfume yang akan dia beli, Ronny dan Rizal hanya memperhatikan Regina sedangkan Suster Diana matanya terus saja melirikan ke sekeliling nya seperti sedang mencari sesuatu.


Rizal pun menyuruh Suster Diana untuk duduk sambil menunggu Regina, Rizal terfokus pada makanan yang di pegang oleh Suster Diana.


"Apakah itu adalah bekal Elisabeth yang tertinggal."


Rizal sambil menunjuk ke arah tempat bekal yang di pegang oleh Suster Diana.


"Tidak, sebenarnya tadi saya berniat untuk pergi ke panti asuhan untuk bertemu dengan Merry dan memberikan makanan ini untuk nya tapi ternyata Merry yang sudah di adopsi oleh orang lain."


Rizal merasa sangat kasihan sekali melihat Suster Diana, dia merasa jika Suster Diana yang benar-benar menyayangi Putri Belinda.


Ronny mendengar perkataan Rizal kepada Suster Diana, Ronny tidak tahu apa maksud dari Rizal meminta bekal tersebut.


"Boleh saja silahkan di makan."


Rizal pun dengan cepat dia langsung mengambil bekal makanan tersebut.


"Terimakasih banyak yaa, saya akan memakan nya di ruangan saya."

__ADS_1


Rizal pun langsung berlari menuju ke lantai tiga dan di situ Ronny baru mengerti maksud dari Rizal yang meminta bekal makanan tersebut.


"Terimakasih banyak Suster Diana atas bekal makanan yang sudah di berikan kepada Rizal."


Suster Diana pun merasa sangat aneh sekali padahal itu adalah bekal makanan untuk anak-anak.


"Iyaa Pak Ronny sama-sama."


Setelah sudah membeli beberapa botol Parfume, Regina tidak melihat keberadaan Merry di toko ini. Regina pun mulai merasa jika apa yang dia pikirkan salah jika Ronny yang mengadopsi Merry yang merupakan Putri Belinda.


"Suster Diana ayo kita pulang."


Regina memperhatikan Suster Diana tidak membawa bekal makanan.


"Suster Diana bekal makanan yang khusus kamu buat untuk Merry di mana,? apakah kamu membusung nya ?."


Suster Diana menggelengkan kepalanya.


"Tidak Bu, bekal di minta oleh Pak Rizal dia bilang untuk makan siang nya."

__ADS_1


Regina mulai merasa ada yang aneh tidak mungkin orang seperti Rizal menyukai bekal makanan untuk anak-anak.


__ADS_2