
Dokter Robby datang dia sudah mengurus semuanya untuk kepulangan Melinda.
"Kamu langsung pulang saja yaa, administrasi dan resep obat sudah saya urus dan sekarang kalian berdua bisa langsung pulang yaa."
Dokter Robby mencoba untuk menaruh Melinda di kursi roda.
"Tapi Dok, saya sudah di transfer uang oleh Pak Ronny ke rekening saya untuk biaya Bu Melinda. Saya tidak mau di bilang memanfaatkan kesempatan di saat seperti ini."
Dokter Robby pun tersenyum manis mendengar kejujuran Suster Diana.
"Sudah jangan banyak bicara, simpan saja uang itu untuk keperluan Melinda sehari-hari karena saya tidak yakin jika suaminya itu mau membiayai Melinda apalagi ketika dia melihat Melinda yang seperti ini."
Dokter Robby mendorong kursi roda tersebut sampai ke mobil yang akan di pakai oleh Melinda, ketika Dokter Robby mengendong Melinda untuk masuk ke dalam mobil Melinda memandangi wajah Robby dengan mata yang berkaca-kaca.
Suster Diana pun membantu Dokter Robby dan dia pun masuk ke dalam mobil berada di samping Melinda.
"Terimakasih banyak Robby."
Ucap Melinda dengan suara yang bergetar.
"Iya Melinda, mungkin sekarang kita akan bertemu sebulan sekali yaa.Hati-hati yaa di jalan nya."
__ADS_1
Mobil tersebut pun melaju dan Dokter Robby pun merasa jika Melinda harus berhati-hati dengan suaminya itu.
"Pikiran kok seketika saja langsung negatif terhadap Ronny, bagaimana dengan nasib toko parfume milik mereka berdua."
Robby kembali ke ruangan nya dia seperti ingin mencari informasi tentang bisnis Melinda tersebut.
Robby begitu sangat terkejut sekali ketika dia mengetahui jika Ronny yang akan membuat gedung ke 7 untuk bisnis nya.
"Di saat masih berduka seperti ini dia masih bisa berpikir tentang bisnis nya sampai membuat gedung untuk cabang toko parfume nya juga, hmmm seperti dia yang mulai menguasai keuangan karena sudah tidak ada lagi Melinda yang mengurus keuangan."
Robby juga terus mencari informasi yang lain tentang rencana-rencana Ronny selanjutnya untuk bisnis nya nya.
Robby merasa tidak habis pikir dengan apa yang akan di lakukan oleh Ronny kedepannya.
"Tugas ku sekarang adalah melindungi Melinda dari suaminya sekarang bagaimana cara nya agar membuat Melinda keluar dari rumah tersebut dan tinggal bersama dengan orang tua nya saja."
Robby terus memikirkan hal tersebut, karena dia yang tidak mau membuat Melinda semakin mengalami despresi yang parah.
***
Melinda dan Suster Diana akhirnya sampai di rumah nya dan mereka pun turun dari mobil nya.
__ADS_1
Semakin Melinda memandangi rumah nya semakin Melinda ingat dengan kenangan bersama dengan Putri Belinda.
"Putri Belinda anak ku, sebenarnya siapa yang membuat dia pergi untuk selamanya. Aku sangat menginginkan Putri Belinda kembali kepada ku."
Suster Diana mencoba untuk menenangkan pikiran Melinda karena dia tidak mau jika Melinda yang kembali despresi.
"Nanti kita pergi melihat Putri Belinda yaa Buu, besok pagi kita bawakan Putri Belinda bunga mawar yang segar dan harum yaa untuk Putri Belinda."
Suster Diana mendorong kursi roda sampai di depan pintu kamar Melinda, Melinda melirikan terus mata nya ke arah kamar Putri Belinda.
"Aku selalu berharap keajaiban itu datang, ketika aku membuka pintu kamar tersebut. Putri Belinda yang sedang tertidur pulas."
Melinda pun meneteskan air mata nya kembali dia masih belum bisa menerima kehadiran yang terjadi.
"Yaudah yaa Buu, sekarang Ibu istrirahat yaa. Nanti besok kita akan bertemu dengan Putri Belinda yaa."
Suster Diana membukakan pintu kamar dan dia pun membantu Melinda yang berbaring di tempat tidur nya.
"Sekarang minum obat dulu yaa Buu, supaya pikiran ibu selalu tentang yaa Buu."
Melinda mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Diana, dia merasakan apa yang dulu di rasakan oleh Putri Belinda yang harus mengonsumsi obat-obatan setiap hari.
__ADS_1